TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 150


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Mereka pun masuk ke dalam mobil.


Grameisya dan Defli duduk di belakang. Deval mengambil tissue dan memberikan kepada Defli.


Deval menarik nafas beratnya. Bukan karena sedih melihat Defgi ada di penjara, ia malah emosi.


"Sudah, kau jangan menangisi pria brengsek itu! Entah apa yang ada di hati dan pikirannya. Ku rasa dia terbuat dari batu panas, benar-benar tidak punya perasaan!" denggus Deval kesal.


"Maafkan Papa Om," ucap Defli menyeka air matanya dengan tissue.


"Om harap kamu jangan seperti Papamu, hiduplah dengan hati nurani mu, Papamu itu sudah tidak punya hati nurani lagi! Setelah membunuh ia tidak punya penyesalan. Papa mu itu sudah buta harta, entah mungkin dia punya wanita simpanan di luar sana. Dia itu sudah gila! Sudah masuk penjara masih saja tidak sadar. Kamu jangan pernah sekali-kali berpikir untuk mengeluarkan Papamu dari penjara, bisa-bisanya nanti ada korban lagi, sedangkan ayah ya sendiri sanggup ia bunuh, apa lagi kamu. Ingat Defli, ini demi keselamatan orang banyak, simpan rasa iba mu. Kamu lihat sendiri, Papamu saja tidak punya rasa iba kepadamu yang sudah ia tinggalkan. Berarti itu menandakan jika Papamu hanya mementingkan diri sendiri dan hidup untuk diri sendiri," ucap Deval panjang lebar agar Defli tidak melakukan hal bodoh nanti.


"Iya, aku mengerti Om. Tapi ... bolehkan jika aku datang untuk membesuknya?" tanya Defli.


"Boleh, asalkan sama Om. Kalau kamu pergi sendiri Om tidak percaya, bisa jadi kamu terperdaya oleh rayuan Papamu itu," ucap Deval.


"Iya Om." angguk Defli.


"Ya sudah, kita pulang saja," ucap Deval.


Perlahan-lahan mobil pun meninggalkan tempat tersebut dan berbelok menuju jalan besar.


Tririt!


Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Grameisya.


Grameisya melihatnya dan ada m-banking yang masuk.


Anda mendapat pengiriman uang senilai 20 juta dari rekening 006xxxxxxxxxxx


"Sudah masukkan?"


Grameisya melihat chat itu yang dan melihat foto profilnya, itu adalah foto Mia.


"Di mana Gladis? Dia belum kirim uangnya."


"Aku nggak tau, dia ada di kamarnya mungkin. Yang penting aku sudah kirim uangnya, kalau dia terserah."


Tririt!


Pesan masuk lagi dan itu adalah nomor Gladis.


"Hay Gladis, perlukah aku ingatkan uangnya?"


Belum terbaca.


"Kemana dia ini?" tanya Grameisya manyun.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Grameisya melihat Alneozro jika Alneozro menelpon.


Grameisya mematikannya lalu mengirim pesan.


"Ada apa?"


"Kamu datang ke rumahku untuk latihan, aku tunggu."


"Sediakan aku makan."


"Sudah aku siapkan 24 jenis makanan untukmu."


"Wah, kau sangat gercep sekali."


"Untuk kamu, semua aku lakukan."


Grameisya tersenyum membaca chat Alneozro.


Defli melihat Grameisya yang tersenyum membaca Chat di ponselnya.


'Dia pasti Chat dengan Tuan Alneozro. Ia tampak bahagia, Andai dulu aku tahu kejadian seperti ini, sudah lama aku menerima Grameisya. Setidaknya di saat aku terpuruk seperti ini, aku masih punya sandaran. Tapi semua berlalu begitu saja, aku harus berdiri dengan kedua kaki ku yang rapuh. Karena waktu tidak bisa di ulang kembali.'


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah ya, terima kasih 🥰🥰]