
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Setelah mengusir Lio pergi, Alneozro kembali duduk di kursi.
"Hey! Kau harus kirim aku 4 digit!" teriak Lio dari luar kamar.
Alneozro menepis suara Lio dan melihat Grameisya tertunduk.
"Ada yang ingin kau katakan?" tanya Alneozro.
"Kau pasti ingin bertanya kepada ku kenapa aku di panggil Melisa," jawab Grameisya membuka suara.
"Ya, aku sangat penasaran, tapi aku hanya ingin kau mengatakan sendiri. Dan maka dari itu, aku juga mengusir Lio, kau tidak ingin orang lain tau kan?" tebak Alneozro.
Grameisya mengangguk pelan.
"Aku sangat terkejut jika kau dari keluarga Edult yang terkenal itu. Aku tahu keluarga Edult di bantai, saat itu aku berumur 17 tahun. Tapi aku tidak tahu kalau kau adalah keluar Edult. Aku sudah memeriksa datamu jika kau adalah anak kandung keluarga Andes. Katakan apa yang ingin kau katakan, aku akan mendengarkan mu," ucap Alneozro.
"Mungkin kau tidak akan percaya jika aku mengatakan ini, tapi inilah kenyataannya. Setelah ini terserah pada mu kau ingin terus melanjutkan hubungan ini atau tidak," ucap Grameisya berhenti sejenak.
"Sebenarnya, jiwa ku telah pindah ke tubuh ini di saat aku di bunuh oleh Kino. Dan jiwa tubuh ini malah pindah ketubuh ku dan mungkin sekarang jiwa itu sudah menghilang karena ia tidak muncul lagi di mimpiku. Aku di beri kesempatan kedua untuk hidup dalam tubuh ini dan akhirnya aku pun bisa membalas dendam ini bersama mu. Jadi? Aku jiwaku bukanlah berasa dari keluarga Andes, tapi keluarga Edult. Itu artinya yang kau cintai bukanlah diriku yang sebenarnya," ucap Grameisya.
Alneozro memegang tangan Grameisya dengan erat. Siapa pun kau, dari mana pun kau berasal, baik itu jiwamu dan bukan tubuhmu. Kau tetaplah ku cintai, kau yang sudah singgah di hati ku, kau yang membuat ku jatuh cinta padamu, jadi kau tetaplah selamanya milikku," ucap Alneozro memeluk Grameisya.
Krucuk!
Krucuk!
"Eh." Seketika suasana yang haru itu berubah menjadi tawa.
"Entah mengapa aku malah mendengar gajah mengamuk," ucap Alneozro.
"Diam kau!"
"Dia ini selalu begini, emang aku barang main tarik aja," omel Grameisya pelan.
Mereka pun turun ke bawah untuk makan.
☘️☘️☘️☘️☘️
Saat malam tiba.
"Ya udah, aku antar kamu pulang," ucap Alneozro.
"Iya, besok aku juga harus sekolah," ucap Grameisya.
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya menuju ke rumah Grameisya.
Sesampainya di rumah mereka pun turun dari mobil.
Mereka jalan barengan sambil tertawa, Alneozro sendiri ingin bertemu dengan Deval untuk memulangkan Grameisya ke rumah.
"Mana Papa?" tanya Alneozro.
"Mungkin dalam kamarnya," tebak Grameisya.
Saat sampai di rumah dan mereka masuk. Rumah terlihat sepi. Grameisya pun berjalan masuk ke dapur.
"Bi Ena! Bi Ena!" panggil Grameisya.
"Eh, Nona, Nona sudah pulang," ucap Bi Ena.
"Di mana Pap?" tanya Grameisya.
"Dia ... tadi Bibi dengar ke klub malam, sepetinya ... ada masalah," ucap Bi Ena ragu-ragu.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...