TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 181


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Tak lama pengawal pun datang dengan membawa 10 paper bag.


"Tuan, ini bajunya," ucap pengawal itu meletakan di atas meja di depan Alneozro.


Alneozro mengambil paper bag itu dan berdiri. "Ayo ke atas," ajak Alneozro.


Mereka pun bergegas menuju ke kamar Alneozro.


Tok! Tok!


Tok! Tok!


"Sayang, apa kamu sudah selesai mandi?" tanya Alneozro.


Cklek!


Pintu terbuka dan terlihat Grameisya yang memakai handuk kimono.


"Ini baju untuk mu, Lio akan memeriksa kita," ucap Alneozro.


Grameisya mengambil baju tersebut dan menutup pintu, sedangkan Alneozro dan Lio menunggu di luar.


Grameisya memakai baju tersebut dan wajahnya memerah saat melihat pakaian dalam.


"Jangan-jangan pengawal itu yang membelinya?" tebak Grameisya.


"Jadi bagaimana keadaan Alina sekarang?" tanya Alneozro.


"Dia terlihat sangat bahagia sekali, aku harap ia akan terus seperti ini, aku harap ingatannya tidak kembali lagi. Biarkan saja dia selamanya seperti ini," ucap Lio.


"Tapi bagaimana jika ia melihat selebaran wajahnya di televisi atau di mana pun berada dan membuat ia ingat lagi?" tanya Alneozro.


"Inilah yang saat ini aku dan orangtuanya berpikir. Saat ini ia di rumah sakit dan belum melihat cermin, jadi kami akan merubah sedikit wajahnya agar tidak mirip dengan wajah aslinya, tapi tetap tidak membuang wajah aslinya. Kemungkinan besar nanti setelah ini, mereka akan tinggal di luar negeri agar Alina tidak pernah mengingat kejadian ini lagi," jelas Lio.


Alneozro mengangguk-angguk. "Itu sangat bagus untuknya, semoga mereka bahagia di tempat baru mereka," ucap Alneozro.


Cklek!


Pintu kembali terbuka.


"Masuklah," ucap Grameisya.


Mereka pun masuk ke dalam dan melihat Grameisya yang sudah memakai baju.


"Periksa dia duluan," ucap Alneozro.


"Oke, Grameisya, kamu baring ya," ucap Lio membuka kotak peralatannya.


Ia mengambil stetoskop dan memeriksa detak jantung Grameisya.


"Kecepatan jantung sedikit meninggi, aku akan memberikan obat untukmu," ucap Lio.


Lio juga memeriksa tensi, dan segala macamnya termasuk cek darah.


"Untuk Grameisya, tidak ada masalah serius, aku akan memberi obat yang harus kau minum," ucap Lio mengambil kantong obat-obatannya.


"Kau jangan sampai salah beri obat," ucap Alneozro.


"Hey! Aku ini orangnya teliti tau," ucap Lio manyun.


Ia melihat nama obat tersebut dan memasukkan ke dalam plastik kedap air.


"Ini untukmu, minum setelah makan ya," pesan Lio.


"Terima kasih dokter Lio," ucap Grameisya tersenyum.


"Kamu jangan senyum padanya, nanti dia terpesona melihat kamu," ucap Alneozro cemburu.


"Idih, kau ini cemburu ya. Ya udah giliran kamu pula," ucap Lio.


"Aku baring di samping Grameisya aja," ucap Alneozro ingin naik atas ranjang.


"Nggak perlu, kamu duduk aja di situ," ucap Lio.


"Sial!"


Lio pun memeriksa tubuh Alneozro. "Hm ... kamu sehat alfiat, jadi nggak perlu minum obat," ucap Lio menyimpan peralatannya.


"Nah, kamu bilang ada peristiwa besar terjadi, ceritakanlah," pinta Lio.


Grameisya dan Alneozro saling berpandangan.


"Lain kali saja kami ceritakan, kau pulang saja," ucap Alneozro mendorong Lio keluar dari kamarnya.


"Jangan bilang peristiwa besar itu kalian sudah ...."


"Hey! Pikiran mu jorok sekali!" ucap Alneozro.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...