TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 89


☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️


-


❤️❤️❤️❤️❤️


"Ada apa ini?" tanya Deval.


"Papa duduk saja, mari kita saksikan sirkus hari ini," ucap Grameisya.


"Pegang dia agar tidak kabur!" perintah Alneozro kepada kedua pengawalnya.


Pengawal itu langsung mencengkram uat tangan Defgi.


"Pegang juga Notaris itu!" perintah Alneozro.


"Hey! Kenapa aku juga di tangkap?" tanya Ado gelagapan.


"Itu karena kau dan dia bekerja sama," ucap Alneozro.


"Tidak! Lepaskan aku!" teriak Ado. Tapi tidak ada yang mendengarkan teriakannya.


Dari balik tembok tadi, Alneozro dan Grameisya mendengar perdebatan mereka, jadi ia tahu kalau notaris itu juga bersekongkol untuk merebut harta Tuan Andes.


"Apa-apaan ini Tuan Alneozro! Kenapa kau memperlakukan Papaku seperti itu?" tanya Defli tak terima yang sedari tadi ia bersembunyi di balik tembok untuk mendengarkan perdebatan mereka.


"Ini bukan waktu kamu untuk bicara. Kamu duduk diam dan lihat apa yang sudah Papa kamu lakukan, kejahatan apa yang telah ia buat sehingga aku terpaksa harus melakukan ini," ucap Alneozro.


"Defli, tolong Papa! Tolong gantikan Papa," ucap Defgi.


"Diam! Kau ini Ayah sekaligus anak bajing*n! Dengarkan aku!" hardik Alneozro.


Seketika tempat itu menjadi hening.


"Kau pasti terkejut saat melihat wajah mereka kan? Kau sudah sadar apa yang sudah kau perbuat? Ayo katakan yang sebenarnya kepada mereka semua!" perintah Alneozro kepada kedua orang saksi itu.


"Tidak! Jangan katakan!" teriak Defgi meronta-ronta ingin menutup mulut kedua orang itu.


"Diam kamu!" bentak pengawal itu.


"Tidak! Jangan katakan!" teriak Defgi lagi.


"Sebenarnya kematian Tuan Andes sudah di rencanakan oleh Tuan Defgi," ucap mereka memulai pembicaraan. Mereka berdua terus melihat ke bawah karena mereka tidak berani menatap Defgi.


"APAAAAA!!!!" mereka semua terbelalak.


"Kakak," kirim Deval rasanya tidak ingin mempercayai ucapan kedua orang itu.


"Tidak! Berhenti berbicara! Jangan mengatakan yang bukan-bukan!" teriak Defgi dengan wajah memerah.


"Hanya saja, waktu itu adalah kesempatan yang terbaik saat ia tahu berita Nyonya Mila menjadi pelakor. Ia meminta kami untuk menjadi wartawan palsu untuk mewawancarai Tuan Andes dan membuat tekanan kepada Tuan Andes agar serangan jantung Tuan Andes terganggu dan mengakibatkan ia meninggal," jelas mereka.


Tanpa sadar, air matanya terjatuh.


"Hey! Kau jangan mengarut! Hentikan omong kosong mu itu!" teriak Defgi.


"Kamu di beri imbalan yang menurut kami sangat mengiurkan, tapi pada kenyataannya dia hanya membayar di muka saja. Dia bilang akan membayar sisanya setelah dia mendapatkan perusahaan itu. Maafkan kami semuanya karena sudah tergiur karena uang, terpaksa melakukan apa yang di perintahkan oleh Tuan Defgi," ucap mereka.


"Kamu benar-benar keterlaluan Defgi!" teriak Deval yang ingin meninju Defgi.


"Papa!" panggil Grameisya.


Deval tidak peduli, ia datang dan langsung menghantam wajah Defgi hingga mengeluarkan darah dari hidungnya.


Melihat itu, Defli langsung berlari keluar rumah dengan Isak tangisnya.


"Kenapa jadi seperti ini!" teriak Defli sambil terus berlari.


Kenyataan pahit yang harus di alami benar-benar membuat ia syok.


Datang lagi Papa Mia dan ia memberi pukulan di perut Defgi.


"Hey Hino! Kenapa kau diam saja! Tolong bantu aku," ucap Defgi melihat ke arah Hino yang sedang duduk diam terbengong-bengong.


"Hey! Cepat bantu aku! Kau sudah ku berikan 10% saham perusahaan," ucap Defgi.


"Apa! Jadi kalian berdua bekerja sama?" tanya Deval melihat ke arah Hino.


Hino langsung berlutut dan menangis, meskipun tangisannya tidak keluar air mata.


"Maafkan aku Deval, aku di paksa oleh Defgi! Jika aku tidak terima dan bekerja sama maka aku akan di usir dari rumah dan tidak akan mendapatkan apa-apa," ucap Hino.


"Alasan! Kau sama saja dengannya! Kalau begitu ikut dia masuk penjara!" hardik Deval yang tidak bisa menahan air matanya.


"Aku tidak tahu kalau dia yang sudah membunuh Papa, jika aku tahu aku tidak akan mengambil tawaran itu," ucap Hino menangis.


"Jika? Kau seharusnya tidak menjadi seorang pengkhianat seperti dia! Kau terima untuk kesenangan mu sendiri di mana saudaramu yang lain sedang kesusahan! Kenapa kau harus ikut bajing*n itu! Dia itu bukan manusia lagi! Dia itu iblis yang menyerupai manusia! Kalau tidak untuk apa dia membunuh orang tuanya sendiri karena ingin menguasai harta!" hardik Deval dengan suara parau.


"Ya, aku memang iblis, Ha-ha-ha sudah lama aku merencanakan kematian Andes, aku ingin menguasai hartanya dan hidup di luar negeri sana," ucap Defgi tertawa.


"Diam kau iblis! Kau benar-benar kepar*t! Akan ku bunuh kau!" teriak Deval mengepal tangannya yang siap ingin menghantam Defgi.


"Papa! Hentikan! Jangan lakukan itu, jika Papa membunuhnya, itu artinya Papa sama dengan dirinya! Biarkan pihak berwajib yang menjatuhkan hukuman untuknya," ucap Grameisya menahan Deval.


Deval menahan tangannya dan berusaha mengendalikan emosinya.


"Aku sudah menghubungi polisi, mungkin sebentar lagi mereka akan sampai," ucap Alneozro.


❤️❤️❤️❤️❤️