TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 132


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Tuan, tolong beri kamu kesempatan untuk bersama mu meskipun hanya sebentar saja. Kami tidak apa-apa meskipun hanya menjadi simpanan," ucap Gladis memohon.


"Tidak ada wanita menjijikkan seperti kalian di samping ku! Aku lebih baik memelihara anjing penyakitan dari pada kalian! Pergi dari perusahaan ku sekarang!" teriak Alneozro murka.


"Tidak Tuan, kami mohon biarkan kami sebentar saja di dekat Tuan," ucap Gladis yang tidak mau putus asa.


Alneozro menelpon pengawalnya untuk segera datang ke ruangannya.


Beberapa pengawal datang dan masuk ke dalam.


"Seret mereka dari ruangan ku!" perintah Alneozro.


Dua pengawal itu menarik Gladis dan Mia keluar dari ruangan itu lalu melemparnya dari ruang Alneozro.


Alneozro duduk di kursinya kembali dengan tangan ia letakkan di kepala.


"Benar-benar gila apa yang mereka lakukan!" Keluh Alneozro.


Mereka menutup tubuhnya dengan tangannya karena malu karena masih memakai lingerie, mereka tidak sempat mengambil baju mereka.


Dengan perasaan malu, mereka berlari di antara keramaian para pegawai di perusahaan itu.


Semua mata melihat ke arah mereka, ada juga yang sempat memvideokan mereka.


"Ya ampun, mereka datang pasti ingin menggoda Tuan Alneozro, mereka pasti tidak tahu apa yang paling di benci Tuan Alneozro," ucap mereka.


"Hay Dek, dari pada godain Tuan Alneozro, mending godain Abang donk!" teriak mereka sambil tertawa.


"Seksoy bangat sih Dek, sini temani Abang aja Dek!" teriak para pegawai pria.


Mia dan Gladis berlarian menuju mobil, wajah mereka merah karena malu.


"Sial! Benar-Benar sial!" teriak Gladis memukul stir mobilnya.


"Ini gimana? Masa kita keluar dengan pakaian seperti ini?" tanya Mia kebingungan. Saat mereka sampai di rumah nanti, mereka tidak mungkin memakai baju seperti itu masuk ke dalam rumah lewat pintu depan. Mau masuk ke dalam kamar lewat jendela, kamar mereka berada di lantai 2.


"Kita minta tolong sama Defli untuk ambilkan baju kita nanti," ucap Gladis.


"Tapi ya menunggu di pulang dulu," ucap Mia manyun.


"Ikhhhhh! Malu banget!" ucap Mia menutup mukanya dengan kedua tangannya.


☘️☘️☘️☘️☘️


Saatnya pulang sekolah.


Untuk hasil penilai itu sendiri akan di umumkan besok, sedangkan besok juga akan di lakukan pertandingan matematika cerdas cermat.


Sebuah web masuk di semua ponsel, karena ada berita terbaru.


Grameisya pun melihat web itu dan ia terkejut.


"Apa? Gladis dan Mia? Kenapa mereka memakai baju seperti ini di tempat orang ramai? Apa yang mereka lakukan?" tanya Grameisya membelalakkan matanya.


Ia menskrol kebawah dan membaca artikelnya. Bahwa mereka ingin menggoda Tuan Alneozro, tapi mereka malah di usir.


"Mereka ini! Apa yang mereka lakukan!" ucap Grameisya geram.


"Eh, tunggu dulu. Tapi kenapa aku yang marah?" ucap Grameisya bertanya-tanya.


Triring! Triring!


Triring! Triring!


Ponselnya berdering.


"Halo," jawab Grameisya.


"Halo," jawab Alneozro dengan suara yang tidak semangat.


"Kenapa?" tanya Grameisya.


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin mendengar suara mu," jawab Alneozro.


"Maafkan kelakukan mereka berdua ya, aku nggak tau jika mereka benar-benar nekat," ucap Grameisya.


"Tidak apa-apa, itu, tidak ada hubungannya dengan mu." Tiba-tiba saja Alneozro mengubahnya menjadi panggilan Video.


Terlihat jika Alneozro nampak kelelahan.


"Kamu kenapa? Kok loyo aja? Kamu nggak mandi pagi ya?" tebak Grameisya menyengir.


Alneozro tersenyum getir, ia berpindah ke atas kasur dan memiringkan tubuhnya melihat ke arah ponsel.


"Kau ingin tidur?" tanya Grameisya lagi.


"Iya, asalkan di temani oleh kamu," jawab Alneozro tersenyum.


'Hey! Hentikan senyuman mu itu, silau tau,' batin Grameisya.


"Kamu nggak lihat Alina di rumah sakit?"


"Hm ... Menurut kamu? Apa aku aku hari pergi atau tidak?" Alneozro balik bertanya.


"Ya terserah kamu, kan kamu bilang dia adik kamu," jawab Grameisya mengangkat bahunya.


"Saat ini yang aku inginkan adalah memeluk dan tidur bersama mu," ucapnya membuat Grameisya merinding.


"Kau bicara apa sih, ngelatur aja, jangan-jangan kamu bergadang ya?" tebak Grameisya.


"Iya, begadang karena melihat rumahmu, berharap kamu keluar," jawabnya sayu.


"Ah! Benarkah kau datang ke rumah ku tadi malam? Kenapa kau tidak menelpon ku?"tanya Grameisya.


"Kau sudah tidur, mana mungkin aku menganggu mu," jawabnya.


"Kalau begitu, kau tidurlah," ucap Grameisya.


"Tapi temani aku," ucap Alneozro.


"Hm ... tidurlah," ucap Grameisya lagi.


Beberapa menit kemudian, Alneozro beneran tertidur, meskipun ia matanya terpejam, tapi ia mengerutkan keningnya.


"Eh, dia beneran tidur kah?" tanya Grameisya memperhatikan wajah Alneozro dengan saksama.


Tak lama, Grameisya sampai di rumah.


"Jadi bagaimana ini? Apa ku mati kan atau tidak ya?" tanya Grameisya.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...