TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 161


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


Beberapa orang yang berhasil menangkap tangan Grameisya.


"Cepat habisi dia," ucap mereka.


"Biar aku yang menghabisi dia," ucap Ferdi, yang lain mundur ke samping.


Ferdi ingin memukul perut Grameisya, dengan cepat Grameisya menendang dagu Ferdi dan memutar tubuhnya kebelakang.


Grameisya menarik kedua orang yang memegang tangannya itu lalu mengadu keduanya hingga mereka saling berbenturan.


Setelahnya Grameisya pun melemparnya ke samping.


Mereka kembali menyerang Grameisya dengan berbagai cara agar bisa menaklukkan Grameisya, tapi satu pun tidak dapat menyentuhnya.


'Tadi dia yang sangat ingin memukul ku kan, dia yang akab ku habisi,' batin Grameisya melihat ke arah Ferdi.


Grameisya melompat dan berputar di udara dan mendarat di depan Ferdi sambil tersenyum sinis membuat Ferdi terkejut


Tanpa pikir panjang lagi, Grameisya mengangkat tubuh Ferdi dan memutarnya lalu ia menghempaskan ke lantai.


Bruuuk!


"Aaaaak!" teriak Ferdi dengan menahan nafas.


Grameisya menarik kerah baju Ferdi lalu melemparnya keluar Aula.


Ferdi terjerembab dan tak bergerak.


Masih ada beberapa peserta lagi. Mereka pun kembali bersama-sama untuk menangkap Grameisya lagi. Grameisya menendang kaki peserta itu, ada beberapa orang yang terjatuh Yang tidak terjatuh itu, Grameisya menendang kepala mereka dan juga menendang perut mereka.


Yang terjatuh tadi bangun lagi dan mereka menyerang Grameisya.


Grameisya melompat dan mendarat di belakang mereka. Dengan cepat, Grameisya menarik baju mereka lalu melemparnya sembarangan.


Begitu juga yang lain. Grameisya menarik mereka satu persatu lalu melemparnya hingga mendarat di depan penonton.


Mereka semua sudah kesakitan, ada yang mencoba untuk bangun tapi tak bisa.


Mereka semua terbelalak dan sekaligus kagum dengan kehebatan yang di miliki Grameisya.


"Wanita ku memang hebat," ucap Alneozro pelan sambil tersenyum melihat ke arah Grameisya.


Kali ini ia tidak pingsan lagi karena terlalu sering latihan.


"Baiklah, untuk pertandingan kali ini, Grameisya yang menang. Hari ini juga sekaligus untuk mengumumkan siapa pemenang yang akan di berangkatkan ke pertandingan nasional," ucap Pak Ali.


Ia membuka kertas yang ada tulisan di kertas itu.


"Untuk juara pertama di seluruh pertandingan adalah ... Grameisya," ucap Pak Ali.


Seluruh murid bertepuk tangan, akan tetapi ada sebagian memilih untuk pergi dari tempat tersebut. Karena mereka ada orang-orang yang dulunya yang meminta Grameisya untuk pergi dari sekolah ini.


"Juara 2, Ferdi dan juara 3 Nando," ucap pak Ali.


"Sial" teriak Ferdi mengepalkan tangannya karena geram. Saat ini ia berada di ruang UKS bersama teman-teman yang lain.


"Ini tidak bisa di biarkan, kenapa aku bisa kalah dengan perempuan," ucapnya geram.


"Baiklah, atas kemenangan ini aku akan mendonasikan uang sebesar 1 M untuk sekolah ini," ucap Alneozro.


"Terima kasih Tuan Alneozro," ucap kepala sekolah senang.


Alneozro pun menghampiri Grameisya. "Kau yang terhebat," ucap Alneozro tersenyum.


Buk Mei pun datang dengan membawa piala dan medali.


Dengan genit, Buk Mei senyam senyum untuk mendapatkan perhatian dari Alneozro. Tapi sedikit pun Alneozro tidak melihatnya, aneh juga rasanya.


"Silakan Tuan," ucap Buk Mei memberikan piala dan medali itu kepada Alneozro, tak sengaja tangan mereka bersentuhan membuat ia terpesona.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen, iklan dan hadiah, terima kasih]