
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo Sayang, akhirnya kamu menelpoku juga," ucap Alneozro tersenyum senang.
"Iya, aku ingin mengabarkan jika salah satu anggota keluargaku meninggal," ucap Grameisya.
"Oh benarkah? Siapa?"
"Yessy, anak Tante Mila yang kemaren mengirimkan gambar fotoku bersama pria lain kepadamu," ucap Grameisya.
"Begitu ya, aku turut berduka cita untuk keluarga mu, akan ku usahakan untuk datang ke rumahmu nanti," ujar Alneozro.
"Tidak usah, kau pasti sangat sibuk, biarlah keluarganya yang mengurusnya. Kau sibuk saja," ucap Grameisya.
"Baiklah kalau begitu, ya udah aku juga mau pergi, nanti setelah sampai aku akan telpon kamu lagi," ucap Alneozro.
"Baiklah." angguk Grameisya.
Panggilan pun di putuskan. Grameisya berdiri di depan cermin melihat dirinya.
"Grameisya, aku ingin bertanya, apa kamu sudah bertemu dengan Defli belum? Saat ini Yessy sepupumu juga sudah datang menemui mu, dia sudah minta kepadamu. Semoga kalian berkumpul di sana," ucap Grameisya.
Ia pun turun kebawah dan melihat suasana rumah itu kembali merasakan sepi karena pilu.
Semua orang berkumpul di ruang tamu. Saat itu, tubuh Yessy di bawa ke ruangan lain untuk membersihkan dirinya dari darah.
Deval masuk ke dalam rumah dan bingung karena melihat semua orang berkumpul di ruang tamu.
"Eh, ada apa ini?" tanya Deval heran.
"Yessy meninggal," jawab Grameisya.
"Apa! Meninggal kenapa? Di mana dia?" tanya Deval tidak melihat orangnya.
"Sedang di bersihkan, tadi ia di tembak oleh pria tua, ia di jual oleh Heru kepada pria tua itu," jawab Grameisya.
"Apa! Heru benar-benar keterlaluan! Anak sendiri pun di jual! Aku akan beri perhitungan kepadanya!" ucapnya geram.
Tubuh Yessy di bawa keluar dan di letakan kembali ke atas kasur. Tubuhnya bersih dari darah. Wajahnya tampak pucat pasi. Mata terpejam dan diam.
☘️☘️☘️☘️☘️
"Susah 3 saudara kita pergi dari dunia ini, semoga saja tidak ada terjadi seperti ini lagi. Defli dan Yessy pergi karena kesalahan orang tuanya. Semoga kalian damai di sana," ucap Deval menarik nafas berat.
Mereka pun menaburkan bunga di makan Yessy.
Satu persatu mereka pun pulang dan meninggalkan makam Yessy.
☘️☘️☘️☘️☘️
Saat malam tiba.
Grameisya merebahkan tubuhnya di kasur. Rasanya semua cepat berlalu begitu saja.
Tririt! Tririt!
Tririt! Tririt!
Sebuah pesan masuk menandakan notif dari web masuk. Biasanya seperti itu ada berita besar, dan itu biasanya dari kalangan orang di atas.
Grameisya tidak mempedulikannya, saat ini yang ia pikirkan apa yang sedang di lakukan oleh Alneozro.
Tok! Tok!
Tok! Tok!
Kamar Grameisya di ketok seseorang.
Grameisya bangun dan membuka pintu kamarnya.
"Kamu, ada apa?" tanya Grameisya kepada Gladis.
"Kamu terlihat biasa aja, kamu nggak lihat berita kamu di media sosial?" tanya Gladis mengangkat alisnya.
"Kenapa emangnya?" tanya Grameisya menekuk aslinya.
"Coba kamu lihat ini," ucap Gladis memperlihatkan ponselnya kepada Grameisya.
Grameisya melihat gambar yang ada di ponsel itu dengan wajah masam.
"Siapa lagi yang melakukan ini?" tanya Grameisya.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
[Jangan lupa like vote komen iklan dan hadiah ya terima kasih]