TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 36


Terlihat seorang pria dengan tubuh yang sangat besar dan tinggi. Dan seorang wanita cantik dan modis, lalu mereka bersama seorang pria yang tubuhnya tidak terlalu besar.


"Itu mereka," ucap Alneozro kepada Grameisya.


Grameisya menekuk alisnya karena yang ia lihat tidak ada Adinda di sana.


"Di mana dia? Kenapa dia tidak datang?" tanya Grameisya sedikit emosi.


"Dia siapa?" tanya Alneozro.


"Adinda, nomor yang ku berikan kepada mu," jawab Grameisya.


"Mungkin dia di sembunyikan sebelum membuat plan baru, kita cari saja info dari mereka," ucap Alneozro berdiri.


"Jus lemon gula batu," ucap pria itu. Alneozro mendekati pria itu.


"Jus semangka rasa madu," jawab Alneozro.


"Oh, ternyata kau orangnya. Apa yang kau ingin kau tunjukkan?" tanya pria bertubuh besar itu.


Alneozro mengeluarkan sebuah amplop dan menyodorkan kepada pria itu.


Pria itu mengambilnya dan membuka amplop itu, yang ia lihat adalah sebuah gambar pria.


"Kenapa dengan dia?" tanya Pria itu.


"Dia hilang, aku ingin tahu apa dia ada atau bergabung dengan agen rahasia kalian?" tanya Alneozro.


"Aku tidak bisa mengatakannya," ucap pria itu.


"100 juta," ucap Alneozro.


"Iya." angguk pria itu.


"Di mana dia sekarang?" tanya Alneozro lagi.


"Aku tidak bisa mengatakannya."


"300 juta."


"Dia ada di markas besar," jawab pria itu.


"Di mana markas besar? Aku ingin bertemu dengannya," ucap Alneozro.


"Cukup Tuan, hanya sampai di sini saja pembicaraan kita, Anda tidak boleh banyak tahu tentang masalah ini," ucap pria besar itu.


Pria itu yang tadinya berdiri ingin pergi, ia pun berhenti.


"Di mana Kino berada?" tanya Grameisya menatap pria itu lekat.


"Kau ... dari mana tahu tentang dia?" tanya pria itu menekuk alisnya.


"Katakan saja dia di mana? Dia pasti tempatnya tidak tetap kan?" tanya Grameisya lagi.


"Heh! Bagaimana kami bisa tahu dia di mana sekarang?" jawab pria itu tersenyum sinis.


"500 juta," ucap Alneozro.


"Tidak perlu buang uangmu lagi, sepertinya mereka memang tidak tahu dia di mana sekarang," tahan Grameisya.


Pria dan mereka pun pergi dari klub itu membawa banyak uang.


"Kenapa kau menahan ku? Aku rasa aku bisa mendapatkan informasi itu," ucap Alneozro.


"Tidak, pria itu terus berpindah-pindah tempat, dia seperti tikus, hanya orang tertentu saja yang tahu di mana dia berada. Dia sangat licik dan pembunuh yang paling kejam demi tujuannya," ucap Grameisya.


"Aku sudah mendapatkan apa yang aku inginkan, bagaimana dengan kamu?" tanya Alneozro.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Grameisya.


"Aku akan mencari tahu di mana markas besar berada," jawab Alneozro.


"Aku tahu di mana markas besar," ucap Grameisya.


"Kau tahu? Kau pernah ke sana?" tanya Alneozro penasaran.


"Hm ... boleh di katakan begitu. Ayo kita pergi sekarang," ajak Grameisya.


'Ya, aku bukan hanya pernah ke sana, aku juga pernah tinggal di sana, di sana dulu adalah tempat yang terindah bagiku sebelum menjadi neraka,' batin Grameisya.


"Kemungkinan jika naik mobil kita butuh 10 jam, ucap Grameisya.


"Kalau begitu kita gunakan pesawat saja," ucap Alneozro.


"Mana ada malam seperti ini pesawat?" tanya Grameisya menekuk alisnya.


"Tenang, aku punya jet pribadi," jawab Alneozro.


"Apa! Kalau kamu punya jet pribadi kenapa kamu nggak pake jet kamu saja tadi ke sini?" tanya Grameisya berdelik.