
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
Dulu kau mengabaikan dia, dulu kau anggap dia apa? Dulu kau benci dia hingga kau menjahilinya. Dulu kau biarkan dia begitu saja tanpa mengerti apa yang ia rasakan. Sekarang ia kembalikan perasaan itu kepadamu, dan sekarang kau balik mengejar dirinya dan berharap akan dirinya.
Sayangnya, perasaan itu hanya tinggal kenangan, perasaan itu sudah terkubur dengan kesedihannya.
Kau yang sangat membencinya, kini dia sudah pergi untuk selama-lamanya dan kau tidak akan pernah mendapatkan dirinya lagi.
Hanya saja, kau tidak tahu jika dia sudah pergi, kau berpikir aku adalah dirinya. Sayangnya tidak, jika kau tahu itu, kau akan menyesal seumur hidupmu.
❤️Grameisya❤️
Grameisya masuk ke dalam mobilnya dan perlahan-lahan mobilnya melaju di jalanan.
Sesampainya di sekolah, Grameisya pun keluar dari mobilnya.
Dari kejauhan, ia melihat gadis yang sedang berusaha berjalan untuk sembunyi-sembunyi. Sepertinya gadis itu takut ketemu Grameisya setelah orang yang sewanya kalah oleh Grameisya kemaren di ring tinju.
Grameisya berjalan ke samping dan tiba-tiba menghilang.
"Eh, tadi aku melihatnya, kemana dia pergi? Ah bagus jika dia pergi, aku harus cepat-cepat masuk kelas," ucap gadis itu jalan cepat.
"Mau kemana kamu?" Tiba-tiba saja Grameisya berada di depannya.
Gadis itu putar badan, Grameisya memegang bahu gadis itu membuat gadis itu ketakutan.
Gadis itu menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Grameisya.
"Jadi bagaimana taruhan kita? Kamu sudah siap mundurkan?" tanya Grameisya.
"I-iya, a-aku, aku ti-tidak akan mendekatinya la-lagi," ucap gadis itu terbata-bata.
"Bukan hanya tidak mendekatinya lagi, kamu jangan coba-coba buat rencana, karena aku tidak akan melepaskan orang yang sudah mengusikku. Nah, karena kamu kemaren berani mengusikku, jadi hari ini kamu harus menuruti permintaan ku, tapi jika kamu lain kali berani mengusikku lagi, maka hukumannya lebih parah dari hari ini," ucap Grameisya.
"A-aku tidak berani," ucap gadis itu.
"Bagus, kalau begitu ayo ikut aku, kau nggak mau kan kaki mu ku patahan seperti pria botak itu?" ucap Grameisya merangkul gadis itu dan mengajaknya ke suatu tempat.
Gadis itu menelan ludahnya saat mendengar kata 'patahkan' kejadian hari kemaren itu membuat pria yang Grameisya patahkan kakinya ia harus mendapatkan perawatan khusus. Mungkin selama 6 bulan pria itu masa pemulihan, dan ia tidak di benarkan untuk ikut tinju lagi.
Dan terpaksa gadis itu juga harus membayar biaya perawatan pria itu karena ia yang sudah meminta pria itu untuk masuk ring.
Sesampainya di toilet Grameisya menutup pintu toilet tersebut.
"A-pa yang i-ingin kau lakukan?" tanya gadis itu gugup.
"Aku tidak suka membully orang sebenarnya, tapi aku terpaksa harus memberimu hukuman karena sudah berani terhadap ku, jadi sebagai hukumannya adalah ... kamu sana mandi air toilet!" perintah Grameisya.
"A-apa! Mandi air toilet?" tanya gadis itu terbelalak. Ia merasa jijik dengan air itu saat melihat toilet tersebut.
"Aku kan cuma suruh kamu mandi aja, bukan suruh kamu minum, kalau kamu tidak mau mandi kalau begitu kamu minum saja. Bagaimana?" tanya Grameisya tersenyum lagi.
❤️❤️❤️