TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 188


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Bagaimana menurut mu? Apa kau ingin bekerja sama dengan ku untuk menghancurkan keluarga mu dan mendapatkan semua hartanya?" tanya Adinda mengelus dada Heru.


Saat itu mereka sedang ada di sebuah hotel.


"Tentu saja aku mau," ucap Heru tersenyum sinis.


"Tapi semua harta itu kau harus bagi rata dengan ku, karena aku yang akan membuat keluarga mu hancur, sedangkan kau ... kau itu sudah cacat. Tanganmu sudah tidak bisa di gunakan lagi," ucap Adinda tersenyum mengejek.


"Siapa bilang tangan ku sudah cacat. Setelah mendapatkan semua harta itu, aku akan mengobati tanganku ini. Kau sendiri tahu kalau aku sangat perkasa," ucap Heru.


"Jadi bagaimana dengan istri mu itu?" tanya Adinda.


"Jangan bahas dia lagi, sepertinya dia sudah mati. Aku juga tidak peduli dengannya," ucap Heru tidak suka di bahas masalah Mila lagi.


"Baik, begitu saja. Aku akan bergerak sekatang, kamu tetap di sini, jangan merusak rencana ku," ucap Adinda.


"Oke sayang, ku tunggu hasilnya," ucap Heru tersenyum senang.


Adinda pun keluar dari hotel itu dan pergi entah kemana.


☘️☘️☘️☘️☘️


Sesampainya di sekolah. Grameisya turun dari mobil.


"Wah, selamat ya Grameisya. Kamu bakal ke lanjut ke pertandingan nasional," ucap beberapa siswa yang saat itu sedang berpapasan dengan Grameisya.


"Eh iya," ucap Grameisya kaku. Ia sungguh tak biasa dengan suasana seperti ini.


Ferdi datang mendekati Grameisya.


"Bagaimana kita bertanding sekali lagi, one by one," ucap Ferdi.


"Sepertinya kemaren itu tidak membuatmu jera rupanya, kau masih belum mengakui kekalahan mu," ucap Grameisya.


"Aku akan mengakui kekalahan ku setelah pertandingan ini jika aku kalah. Tapi jika kau kalah, kau harus katakan kepada sekolah jika kau mundur menjadi juara 1," ucap Ferdi tersenyum licik.


"Baiklah, aku terima. Akan ku ajarkan apa itu arti kekalahan sesungguhnya," ucap Grameisya.


"Setelah pulang sekolah ini kita akan melakukan pertandingan tertutup di sebuah gedung tidak jauh dari sekolah ini, aku akan menyewa tempat itu untuk kita bertanding," ucap Ferdi.


"Tidak masalah," ucap Grameisya mengangkat bahunya.


"Jika kau tidak datang berarti kau juga kalah," ucapnya pergi meninggalkan Grameisya.


Grameisya menatapnya sayup. "Kau tidak mungkin datang padaku tanpa persiapan. Kau pasti punya rencana kan? Aku ingin melihat rencana mu," ucap Grameisya melipat tangannya saay melihat Ferdi pergi dan mereka sedang berbincang-bincang.


Grameisya masuk ke dalam kelasnya di dalam kelas mereka terlihat biasa saja. Biasanya tiap kali ia masuk kelas, ada gunjingan dan ada juga yang mengganggunya.


Mungkinkah mereka tidak mengganggunya lagi karena takut setelah melihat pertandingan kemaren.


"Ayo kita siapkan tempat itu untuk menyambut Grameisya nanti," ucap Ferdi.


"Apa tidak apa-apa kita melakukan ini?" tanya temannya.


"Diakan sangat hebat, aku hanya ingin mengetes sampai di mana kehebatan dia," ucap Ferdi.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


[Jangan lupa like, vote, komen iklan dan hadiah ya terima kasih]