
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Ssttttt! Kalian nggak mau kan kalo gaji di potong lagi. Lebih baik kerjakan pekerjaan kalian," ucap kepala pelayan mengingatkan.
Triring! Triring!
Triring! Triring!
Ponsel milik Alneozro berdering, Alneozro melihat ponselnya dan yang menelpon adalah Mama Alina.
"Halo Tante," jawab Alneozro berjalan menjauh dari Grameisya.
"Alneozro, cepat kamu datang ke rumah sakit sekarang! Alina mau bunuh diri!" teriak Mama Alina panik.
"Bunuh diri kenapa?" tanya Alneozro.
"Jika kamu tidak datang, dia akan terjun ke bawah dari bangunan ini," jawab mama Alina sambil menangis.
Saat itu, Alina sedang berada di ujung gedung dengan kursi rodanya, jika rodanya menggelinding maka tamatlah riwayatnya.
Alneozro menekuk alisnya. Ia melihat ke arah Grameisya yang sedang tertidur. Ia jadi serba salah, pergi ke rumah sakit atau tetap di rumah menunggu Grameisya bangun.
Alneozro berpikir, apa yang harus di lakukan.
Alneozro memutuskan panggilannya lalu menelpon Lio.
Tuuut! Tuuut!
Tuuut! Tuuut!
"Halo Alneozro, kamu cepat datang ke sini, Alina mau bunuh diri," jawab Lio juga ikutan panik.
"Siapkan semua perlengkapan keselamatan di bawah gedung!" perintah Alneozro.
Alneozro terdiam. Jika ia datang sama saja ia memberi harapan untuk Alina. Saat ini hatinya sudah berpaut satu orang wanita.
"Lio, kau siapkan perlengkapan hingga menutupi lantai gedung itu. Dan jangan lupa, untuk di dinding gedung, pasangkan balon raksasa untuk keselamatannya. Tapi maaf Lio, aku tidak bisa datang," ucap Alneozro.
"Kenapa Alneozro, ini demi keselamatan Alina, ini menyangkut nyawa seseorang," ucap Lio terbelalak.
"Jika aku datang, itu menandakan jika aku memberi harapan padanya, aku tak mau memberi harapan palsu padanya. Dan juga ... orang yang ku cintai ada di rumahku sedang tertidur, aku tidak ingin meninggalkan cinta sejatiku untuk hal yang tidak aku inginkan. Kau tolong jaga Alina ya," ucap Alneozro memutuskan panggilannya.
"Alneozro! Alneozro!" panggil Lio, tapi panggilannya sudah terputus.
"Sial! Alneozro kamu malah tidak mau datang," ucap Lio kesal. Ia menyimpan kembali ponselnya dan berpikir apa yang harus ia lakukan sebelum Alina benar-benar akan terjun.
Alneozro menelpon seluruh pengawalnya di kota itu untuk datang ke rumah sakit dan mereka di perintahkan untuk membawa berbagai jenis peralatan keselamatan.
"Alina, aku sudah menelpon Alneozro, mungkin sebentar lagi dia akan datang," ucap Lio yang terpaksa berbohong.
"Berapa lama ia akan datang?" tanya Alina yang terus melihat ke bawah.
"Sekitar 15 menit, karena saat ini ia sedang ada di perusahaan," jawab Lio. Dengan 15 menit itu setidaknya semua peralatan sudah terpasang.
"Alneozro, jika kamu tidak datang dalam waktu 15 menit maka aku akan terjun," ucap Alina.
Dan tak lama, para pengawal Alneozro berdatangan. Mereka membawa perlengkapan keselamatan seperti balon keselamatan.
'Syukurlah, ternyata kamu masih punya hati nurani juga Alneozro,' batin Lio saat melihat para pengawal datang.
Lagian Alina sedang patah kaki, ia tidak akan bisa bergerak bebas.
"Di mana Alneozro?" tanya Alina melihat para pengawal Alneozro datang.
"Dia ada di antaranya," jawab Lio menggaruk pipinya yang tidak gatal itu.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...