TRANSMIGRASI GRAMEISYA

TRANSMIGRASI GRAMEISYA
BAB 169


...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...


...☺️☺️☺️☺️☺️...


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...


"Hm ... benar saja, memang dia," ucap Grameisya dengan mata yang masih mengantuk.


"Halo," jawab Grameisya.


"Kamu baru bangun?" tanya Alneozro.


"Iya," jawab Grameisya dengan malas.


"Perempuan itu harus bangun pagi," ucap Alneozro.


"Ah, aku ngantuk. Kamu kenapa menelpon ku pagi begini?" tanya Grameisya.


"Josh sudah bergerak, aku mendapat kabar jika Josh hampir menguasai markas besar itu, walau sekali pun mafia yang memegang surat aslinya memanggil bantuan mungkin mereka tidak akan menang. Sepertinya Josh sudah menemukan partner yang kuat," ucap Alneozro.


"Jadi? Kenapa Josh bisa kembali kalah?" tanya Grameisya yang langsung bersemangat.


"Mendadak ada sebuah meteor yang jatuh ke bumi, meteor itu entah kenapa tidak habis di udara, entah karena permukaan bumi sedang dingin? Tapi meteor itu yang membantu mereka hingga Josh kembali pulang. Aku rasa mereka pasti akan melakukan serangan untuk kedua kalinya. Jadi bagaimana? Apa kamu sudah siap?" tanya Alneozro.


Grameisya mengengam erat tangannya. "Ayo kita lakukan itu," ucap Grameisya dengan darah mendidih.


"Baiklah, kita akan bersiap dan akan berangkat besok," ucap Alneozro.


"Tapi aku sebelumnya aku ingin melihat kedua orang yang kau sekap itu," ucap Grameisya.


Ya, hari ini ia tetap akan bersekolah. Kedepannya ia akan libur beberapa hari.


Grameisya segera mandi dan berganti seragamnya. Ia pun turun ke bawah.


Pagi ini terlihat para paman, bibi dan para sepupunya berkumpul di meja makan. Deval sedang bicara serius dengan mereka.


"Karena ini permintaan dari Heru, jadi saham ini kita bagi rata. Setelah pembagian saham ini, aku harap kalian tidak memintanya lagi, kita akan rapat direksi pagi ini," ucap Deval.


"Tapi kenapa kau tidak melakukannya jauh-jauh hari, harus perlu aku yang bersikeras dulu baru kau membuat keputusan," ucap Heru.


"Kau ... lebih baik setelah ini bayar hutangmu dan jangan datang ke sana lagi, jangan membuat masalah lagi. Setelah ini kau sudah tidak mendapatkan apa-apa lagi, kau dengar itu!" ucap Deval setengah berteriak.


"Heh! Siapa kau sok mengaturku, aku tau apa yang harus aku lakukan," ucap Heru tersenyum sinis.


"Kalau kau tahu apa yang harus kau lakukan jadi menurut mu apa yang kau lakukan selama ini benar? Aku nggak mau hal ini terjadi untuk kedua kalinya, jika nanti terulang kembali, maka aku tidak akan menolong mu, aku akan membiarkan kau mati di tangan mereka," ucap Deval mendengus kesal.


"Tidak usah kau katakan itu, aku tahu aku tahu," ucap Heru mengibaskan tangannya.


Grameisya pun duduk di kursi di depan Heru.


"Kau sebaiknya tidak melakukan hal di luar batas lagi, jangan menyusahkan Papaku lagi. Aku sudah berbaik hati karena hanya mematahkan tanganmu, lain kali aku akan mencabut anu mu agar tidak liar dan menghamburkan uang di luar sana!" ancam Grameisya menatap Heru tajam.


Heru terdiam dan terus menatap Grameisya.


'Dia bisa mematahkan tanganku, ia bisa melakukannya lagi, dia itu beruntung atau emang kuat? Sepertinya aku harus buat rencana lain untuk anak ini,' batin Heru.


...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...