
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...
"Iya, kami pergi dulu Pa," ucap Alneozro berpamitan.
"Iya iya, hati-hati di jalan," pesan Deval.
Alneozro dan Grameisya masuk ke dalam mobil dan mobil itu perlahan-lahan melaju di jalanan.
"Hm? Tuan Alneozro panggil Om Deval Papa? Apa mereka punya hubungan?" tanya Gladis berpikir.
"Apa yang kamu pikirkan? Ayo berangkat sekolah," aja Deon menarik tas Gladis.
"Iya aku tahu," jawab Gladis sewot.
"Aku sudah telpon kepala sekolah kalau kamu libur beberapa hari," ucap Alneozro memberi tahu.
"Oh," jawab Grameisya mengangguk.
"Oh saja?" tanya Alneozro.
"Lalu?" tanya Grameisya mengangkat alisnya.
"Kamu itu kekasih ku, tolong peka donk permintaan ku," ucap Alneozro ngambek.
"Kamu minta apa? Sepatu? Tas, makanan, ponsel, hadiah, jam tangan?"
"Aku minta ...."
Triring! Triring!
Triring! Triring!
"Halo," jawab Alneozro.
"Tuan, pesawat, jet pribadi, kapal, senjata, bahan makanan, perlengkapan dan pengawal semua sudah siap," ucap Miko ia adalah orang kepercayaan Alneozro.
"Baik, sebentar lagi aku akan sampai," ucap Alneozro.
"Sudah semua, termasuk perlengkapan untukmu juga," jawab Alneozro tersenyum.
"Akhir-akhir ini aku sering melihat mu tersenyum," ucap Grameisya.
"Itu karena ada kamu mewarnai hari-hari ku," jawabnya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di bandara, mereka pun masuk ke dalam jet pribadi.
Miko menembakkan senjata api ke atas menandakan jika mereka siapa berangkat.
Ada 10 pesawat, yang berisikan setiap satu pesawat mengangkut 500 pengawal. Ada 160 helikopter. 120 kapal pesiar yang mengangkut segala macam perlengkapan senjata dan bahan makanan.
Belum lagi pengawal yang berangkat dari negara lain dan juga bantuan dari mafia yang bekerja sama dengan Alneozro.
Mereka semua sudah mempersiapkan dengan matang. Kali ini tidak boleh gagal.
Peperangan ini hanya boleh di lakukan sekali saja, karena banyaknya pengeluaran habis-habisan. Jika tidak, semuanya akan rugi besar.
Alneozro juga sudah mengerahkan semua apa yang ia bisa untuk melumpuhkan agen yang juga adalah musuhnya.
Keberangkatan mereka menuju Negara E di mana tempat markas Josh untuk bertahan.
Sesampainya di Negera E, yang sebelumnya Alneozro sudah mengkonfirmasi kepada kepala Negera E jika mereka akan ada peperangan berharap agar tidak ikut campur masalah ini.
Alneozro juga sudah menyumbangkan dana untuk rakyat E agar mereka yang terkena dampaknya mendapat bantuan. Seperti tempat tinggal mereka. Para rakyat mereka juga di ungsikan saat Alneozro datang ke Negera tersebut.
Alneozro mengatakan berharap jika tidak apa mata-mata dari kepala Negera E, jika tidak ia juga akan menghabisi Negera E dengan kekuatan yang ia miliki.
Semua pengawal bersiap dengan memakai pakaian khusus anti peluru. Grameisya memakai pakaian yang terbuat dari baja ringan yang sudah di modifikasi sesuai ukurannya. Dan juga senjata yang penuh di tubuhnya.
Begitu juga pengawal yang lain, semuanya sudah bersiap sejak awal. Kali ini mereka benar-benar akan melakukan perang besar-besaran.
Saat jet pribadi sebentar lagi mendarat di Negera E, hati Grameisya bergejolak. Darahnya mendidih, dendam itu semakin menjadi-jadi. Ia sangat marah dan sangat marah, tanpa sadar air matanya menetes karena menahan rasa yang selama ini ia simpan.
Jet pun mendarat di bandara.
...❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️...