
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
Mobil pun melaju di jalanan.
"Ini kamu dapat dari mana?" tanya Grameisya memberikan foto itu kepada Alneozro.
Alneozro melihatnya dan ia terkejut, dengan cepat ia mengambilnya.
"Kamu dapat dari mana foto ini?" tanya Alneozro menyimpannya.
"Bukannya kau yang sengaja menjatuhkannya, lagian untuk apa kau simpan foto tidak senonoh ku itu?" tanya Grameisya tenang.
"Aku hanya ingin mencari tahu siapa yang sudah mengirim foto mu kepada ku, sepertinya dia adalah orang terdekat mu karena mereka tahu kalau kau dekat dengan ku," jawab Alneozro.
"Terus ... apa yang ingin kau lakukan? Kau ingin membantuku membalaskan dendam?" tanya Grameisya.
"Dia seharusnya tidak melakukan itu, seolah-olah dia mempermainkan ku. Dia pikir aku siapa? Apa dia meremehkan ku?" ucap Alneozro tidak senang.
"Kenapa kau yang emosi, kan di foto itukan aku bukan kamu," ucap Grameisya tersenyum.
"Iya, tapi dia kirimnya ke aku itu berarti itu menjadi masalahku ku juga, aku akan membereskannya," ucap Alneozro.
"Oh ya, kakek Andes memintaku untuk mengatakan kapan surat kerja sama itu kau kirimkan?" tanya Grameisya.
"Menurut mu bagaimana?" tanya Alneozro.
"Itu terserah kamu saja, mau kau kirim kan atau tidak itu hak mu," jawab Grameisya mengangkat bahunya.
"Ke restoran," ucap Alneozro.
"Baik Tuan." angguk pengawalnya.
Tak lama mereka pun sampai di sebuah restoran.
Mereka pun turun.
"Selamat datang Tuan, Nona. Eh Tuan Alneozro? Ya ampun Tuan, selamat datang di restoran kamu," ucap pegawai itu tersenyum senang.
"Apa! Tuan Alneozro?" tanya mereka terkejut. Para pegawai dan pengunjung di sana melihat ke arah kedua orang yang baru datang itu.
"Tuan Alneozro, selamat datang," ucap para pegawai itu bersuka cita karena kedatang orang besar.
Mereka pun beramai-ramai datang menyerbu.
"Tuan mau foto barengnya donk," ucap mereka.
Melihat itu, Grameisya duduk di kursi menunggu sesi foto selesai.
"Berikan kami ruang VIP," pinta Alneozro setelah selesai berfoto.
"Baik Tuan, mari ikut saya," ajak pegawai itu berjalan terlebih dahulu.
"Ayo," ajak Alneozro memegang tangan Grameisya dan menariknya agar mengikutinya.
Dengan malas, Grameisya tetap mengikuti Alneozro.
"Orang terkenal beda ya," ucap Grameisya manyun.
Alneozro tersenyum. "Aku tidak menganggap diriku terkenal, hanya saja mereka yang kenal dengan ku," jawabnya.
Sesampainya di atas, pegawai itu membuka pintu ruangan tersebut.
"Silakan masuk Tuan, Nona," ucap pegawai itu mempersilakan.
Alneozro dan Grameisya masuk ke dalam dan mereka pun duduk di sofa.
"Silakan Tuan mau pesan makanan." pegawai itu memberikan buku menu kepada Alneozro dan Grameisya.
"Berikan saja kami makanan yang di rekomendasikan restoran ini," ucap Alneozro.
"Baik Tuan, harap menunggu," ucap pegawai itu undur diri.
Alneozro mengeluarkan kartu hitam dari bajunya dan memberikan kepada Grameisya.
"Ini uang kamu."
"Apa di dalamnya benar-benar harga yang dia bayar?" tanya Grameisya curiga.
"Kamu cek saja sendiri nanti, kata sandinya 6 6x," jawab Alneozro.
"Kalau lebih nggak aku kembalikan ya," ucap Grameisya mengambil kartu itu.
"Kalau kurang aku tambahkan," jawab Alneozro tersenyum.
"Tidak perlu, jika lebih aku kembalikan ke perusahaan mu," ucap Grameisya menyimpan kartu itu ke dalam saku celananya.
Tak lama kemudian, pegawai membawakan makanan untuk mereka.
"Silakan di nikmati," ucap pegawai itu tersenyum genit ke arah Alneozro.
❤️❤️❤️