
Happy reading 🥰🥰
-
❤️❤️❤️
"Cepat kalian siapkan makanannya, mungkin sebentar lagi tamu besar kita akan datang," ingat Andes.
Para pelayan merasa heran, kira-kira siapa kah tamu yang di tunggu Tuan besar Andes.
"Siapa sih Pa yang datang?" tanya Defgi ikut penasaran.
"Tentu saja orang besar, saat dia datang tolong jaga sikap kalian," pesan kakek Andes.
"Siapa sih? Bikin penasaran aja," ucap Mila.
Para anak-anak Andes sudah berkumpul di ruang tamu penasaran menunggu kedatangan tamu besar itu.
❤️❤️❤️
Tak lama, mobil Alneozro pun sampai di rumah Andes.
Alneozro dan Grameisya pun turun dari mobil.
"Ah, dia sudah datang," ucap Andes segera datang untuk menyambut Alneozro.
"Apa! Tuan Alneozro," ucap Mila terkejut. Mama Gladis dan Mama Mia juga terkejut karena kedatangan Alneozro.
"Kalian cepat sana dandan," ucap Mama Gladis menarik tangannya anaknya menyuruh untuk pergi ke kamarnya.
Mereka pun segera ke kamar untuk berdandan. Sangat langka ada Tuan Alneozro datang ke rumah mereka, jadi ini kesempatan mereka untuk menarik hati Alneozro.
"Ya ampun Tuan Alneozro, selamat datang," ucap Mila mendorong Grameisya kebelakang dan ia berdiri di samping Alneozro.
"Aku mau mandi dulu," ucap Grameisya.
"Mandi ya mandi saja saja," usir Mila manyun.
"Tuan Alneozro, mari duduk, Anda makan malam di sini saja ya," ajak kakek Andes sopan.
Bagaimana tidak, siapa yang tidak mengenali Tuan Alneozro CEO muda yang punya banyak perusahaan besar di berbagai negara. Orang yang sangat berpengaruh itu.
Mereka pun duduk di meja makan, Gladis, Mia dan Yessy mereka rebutan untuk mengambil kursi di samping Alneozro.
"Aku yang duduk di sini," ucap Yessy mendorong Gladis kebelakang.
"Enggak! Aku yang duduk di sini," ucap Gladis tak mau kalah.
"Aku yang duduk di sini," ucap Mia yang langsung menduduki kursi itu sambil melihat Alneozro tersenyum manis.
"Enak saja! Aku yang duduk di sini!" Yessy menarik kerah baju Mia.
"Aku yang duduk di sini, kalian duduk sana!" ucap Gladis mendorong Mia dan Yessy hingga mereka berdua terjatuh dan ia duduk di kursi itu.
Melihat itu, kakek Andes menjadi malu dan marah.
"Kalian bertiga, bisa diam nggak sih?" ucap kakek Andes menggeram.
"Mereka ini Kek, kan kursiku di sini," ucap Gladis tak terima.
"Kau itu lebih muda dari ku, kau yang harus mengalah," ucap Yessy.
"Mana boleh begitu, aku juga mau duduk di sini," rengek Mia.
"Cukup! Kalian masuk kamar!" teriak Andes murka.
Mereka bertiga menatap kakeknya sewot dan kesal.
"Kakek aku ...."
"Diam! Saja kalian bertiga masuk kamar!" bentak Andes.
Mau tak mau mereka bertiga pun berjalan lesu masuk ke dalam kamar mereka.
"Ini gara-gara kamu nih, biarkan aku duduk di samping Alneozro. Kalau nggak kita nggak mungkin di usir begini!" denggus Yessy melampiaskan kekesalannya.
"Apa! Hey itu tempat duduk ku ya! Kamu yang seharusnya mengalah!" serbu Gladis.
"Dasar kalian! Lihatlah! Kakek udah marah! duduk satu meja dengan Tuan Alneozro saja sudah nggak bisa," ucap Mia berdiri mematung di pagar anak tangga kamarnya.