
...☘️☘️☘️ Happy reading ☘️☘️☘️...
...☺️☺️☺️...
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Saatnya pulang sekolah, Grameisya masuk ke dalam mobil.
"Kita ke bandara Pak," ucap Grameisya.
"Baik Nona," jawab pak Ahmad.
Perlahan-lahan mobil pun melaju di jalanan menuju bandara.
"Kenapa kita ke bandara Nona? Nona mau pergi kemana?" tanya pak Ahmad.
"Tidak ingin pergi kemana-mana, kita kesana untuk jemput Tuan muda Yang terhormat itu," jawab Grameisya.
"Tuan Alneozro maksudnya?" tanya pak Ahmad.
"Iya."
'Hm ... bisanya kalau sudah Tuan Alneozro, aku pasti di suruh pulang sendirian,' batin pak Ahmad.
Perjalanan yang makan waktu beberapa menit itu akhirnya mereka sampai di bandara.
Terlihat para pengawalnya sedang berbaris dengan mobil juga ikut berbaris.
Alneozro saat itu sedang turun dari jet pribadinya melangkah turun tangga.
Alneozro tersenyum melihat sebuah mobil datang. Ia sangat kenal dengan mobil itu.
Mobil pun berhenti tidak jauh dari tempat para pengawal itu berhenti.
Grameisya keluar dari mobilnya dan berdiri di samping mobilnya.
Angin berhembus membuat rambut panjang Grameisya terbang hingga menutup wajahnya .
'Aku merindukan mu Grameisya,' batin Alneozro. Entah perasaan apa yang kini bercampur aduk di hatinya. Ada perasaan senang, ingin menangis karena menahan rindu, tapi gengsi lebih mendominasi.
Grameisya jalan mendekat begitu juga Alneozro juga mendekatinya.
"Hm ... Ayo, pulang bersama ku," ajak Alneozro yang langsung menarik tangan Grameisya ke dalam mobil.
'Dia ini ya, selalu aja begini, selalu aja menarik tangan ku tanpa aba-aba,' batin Grameisya.
Alneozro duduk di kursi pengemudi, Grameisya duduk di kursi penumpang di sampingnya.
"Aku sudah katakan padamu kalau aku ingin memberikan sesuatu padamu kan, jadi nih untukmu," ucap Alneozro memberikan sebuah kotak.
"Ini apa?" tanya Grameisya.
"Lihat saja dulu, kamu pasti suka," ucap Alneozro.
Grameisya pun membuka kota itu. Dan yang ia lihat adalah sebuah bola bening, di dalamnya ada lautan di bawah laut, ada ikan dan rerumputan warna warni.
Sangat indah. Setelah melihatnya, rasanya ingin ingin masuk ke dalam tiruan lautan untuk melihat keindahan di dalamnya.
"Kau suka?" tanya Alneozro.
"Aku ... sangat menyukainya. Terima kasih atas hadiahnya," ucap Grameisya.
"Jika kau suka, aku akan memesannya lagi," ucap Alneozro.
"Hm? Boleh," jawab Grameisya mengangguk.
"Ya udah, kita langsung ke rumah ku saja, kamu kan mau belajar tentang perusahaan kan?" tanya Alneozro.
"Iya." angguk Grameisya.
Mobil pun melaju di jalanan menuju ke arah rumah.
Akhirnya mereka pun sampai di rumah.
Saat mereka datang, ketiga temannya memberikan kejutan.
"Selamat datang," ucap Lio, Amar dan Jun. Tak lupa Alina juga ada di sana.
"Eh, ada Grameisya juga?" tanya Amar
"Eh, kamu masih sekolah?" tanya Jun menaikkan alisnya terkejut.
"Iya, aku masih anak sekolahan," jawab Grameisya datar.
"Ha-ha-ha, nggak malu kamu di kalahin sama ajak sekolah," ucap Amar tertawa cekikikan.
"Ish! Kalau tahu aku seperti ini, aku nggak bakalan taruhan sama dia," ucap Jun manyun.
"Hay Alneozro, aku rindu banget sama kamu," ucap Alina yang langsung memeluk Alneozro.
"Ups!" Lio menutup mulutnya. Mungkin kalau Grameisya tidak ada di sana, ia biasa saja. Tapi Grameisya ada di dekat Alneozro dan malah Alina memeluk Alneozro.
...❤️❤️❤️❤️❤️...