
Pagi hari ... di mana fajar mulai terbit, seorang gadis cantik membuka kedua matanya secara perlahan.
Ia merasakan pening yang luar biasa di dalam kepalanya, lalu ia bangun dan menyenderkan tubuhnya di senderan peraduan.
''Uhhh ... kepala ku kok pusing banget yaa?'' cicit FuWei.
Tik.
...Tik....
Tik.
Hening sejenak saat FuWei sadar jika ini bukan tempat tidurnya dan ini bukan kediaman nya.
''Uhh.''
FuWei melototkan kedua matanya saat mendengar suara laki-laki di sebelahnya. FuWei menelan saliva dengan susah payah lalu melihat ke arah samping, tambah melotot saja kedua mata FuWei saat ia melihat punggung mulus seorang pria.
FuWei lalu melihat ke arah tubuhnya yang masih di balut selimut, "Tidak, ini tidak mungkin." Ingin sekali FuWei muntah darah saat ia melihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun.
Bahkan terlihat jelas ada bekas bekas tanda cinta yang berwarna merah ke unguan di area dadanya.
''Astaga! Apa yang telah terjadi.'' tanya FuWei pada dirinya sendiri, lalu mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya.
Seberapa pun ia mengingat, tapi FuWei tetap saja lupa akan kejadian semalam ... membuat FuWei bimbang apa yang harus dia lakukan. Jika orang-orang istana tau, apa lagi jika Kaisar Tua bangka itu tau kalau dia menghabiskan malam pertama dengan pria lain ... maka hukuman apa yang akan ia terima?
Triiing ...
FuWei membayangkan jika dirinya di seret paksa oleh para pengawal dan di arak ke kota, melihat ibu nya yang pasti akan menangis karna kepergian nya di tambah menanggung malu.
lalu tubuhnya di letakan di hadapan tali karna mendapatkan hukuman gantung diri, lalu ...
XX.
''TIDAK!'' Teriak FuWei, sambil memegangi lehernya.
''Ada apa?'' Tanya Kaisar Feng JianYu terbangun dari tidurnya, dengan keadaan tidak memakai apapun. Membuat FuWei menggertakkan kedua giginya.
''Kau! Kau apakan aku semalam hing-hinggaa bertelanjang dada!'' sentak FuWei, tidak terima ... apalagi dia tidak mengingat apapun setelah makan di restoran.
''Kau tidak ingat apapun?''
FuWei menggeleng.
''Ahh ...'' Kaisar Feng JianYu terlentang dan menyunggingkan bibirnya, melihat ke atas langit langit kamar. ''Kau dan aku sudah bersatu, menghabiskan satu malam bersama memandu kasih dan nikmatnya berbagi.''
Kaisar Feng JianYu menyunggingkan bibirnya saat ia teringat dengan kejadian semalam, yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
BUGH!
''Aww.''
FuWei memukul perut Kaisar Feng JianYu dengan kencang, membuat sang empu menguduh kesakitan.
''Dasar pria mesum! Kau memanfaatkan aku yang tidak sadar.'' FuWei kesal.
Kaisar Feng JianYu bangun dari tidurnya dan menyender di belakang peraduan, menatap Selirnya dengan gemas.
FuWei menoleh dengan tatapan tajam nya, ''Pergi sana! Mandi, kau bau.''
''Benarkah?'' Kaisar Feng JianYu langsung berdiri dari dan berlari ke arah pemandian, sedangkan FuWei pun langsung turun dari peraduan dengan muka panik.
''Gawat, aku harus kabur sebelum pria ini datang dan melaporkan ku pada Kaisar. Aahh, jangan sampai aku di hukum gantung gara gara tidur dengan seorang pria yang tidak di kenal.''
''Bodoh! Bodoh! Bodoh!'' Gerutu FuWei, sambil memunguti hanfu miliknya dan segera memakainya.
Setelah selesai memakai hanfu dengan rapih, FuWei keluar dari kamar dengan perlahan. Tanpa mengetahui jika pria yang sudah tidur dengannya adalah suaminya sendiri.
Sementara Kaisar Feng JianYu yang baru selesai dari pemandian, celingak cekinguk mencari selirnya yang sudah tidak ada di tempatnya.
''Ohh ... Ya Dewa! Dia kabur.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...