
Kaisar Feng mengabsen setiap rongga dalam mulut FuWei dengan lihainya, sementara FuWei hanya mengikuti apa yang sedang Kaisar lakukan padanya.
Semakin lama ciuman itu semakin menuntut dan meminta lebih.
Kaisar melepaskan ciumannya dan memandang lekat kedua mata FuWei, seakan meminta persetujuan dari sang empu bahwa ia ingin meminta lebih dari sekedar ciuman.
FuWei yang di tatap seperti itu, entah setan dari mana yang membuat ia mengangguk setuju atas permintaan lelaki yang ada di atas tubuhnya.
Setelah dapat persetujuan, Kaisar Feng kembali mencium FuWei dengan lembut dan membawanya ke atas ranjang tanpa melepaskan pergulatan bibir mereka.
Di sela sela ciuman nya, Tangan Kaisar sibuk membuka kain yang melilit istrinya dan me re mas gunung kembar milik FuWei yang dia suka.
Setelah melepaskan penghalang dan membuang ke sembarang arah, Kaisar Feng JianYu meremas dengan gemas gundukan itu dan menji lat dan menggigit nya dengan rakus.
"Ahh."
FuWei tak kuasa untuk tidak bersuara, karna apa yang tengah ia rasakan begitu nikmat bahkan kenikmatan ini begitu hakiki. Saat Kaisar men jilat puti ng yang sudah berdiri tegak dan menyedotnya bagaikan bayi.
Tak sampai di situ, satu tangan yang lainnya tengah meraba raba ke area bawah paha sehingga membangunkan birahi FuWei.
Tangan itu bermain main nackal di area terlarang yang sudah hak miliknya. Tindakan yang Kaisar lakukan membuat FuWei terus mengeluarkan suara ambigu, hingga terdengar sampai keluar.
Membuat dayang JungBee yang tengah berdiri di depan kediaman langsung memerah karna malu mendengar suara ambigu dari dalam.
Dan terjadilah penyatuan yang FuWei tidak pernah bayangkan, jika semalam ia memberikan keperawanan nya pada orang yang dia tidak cinta.
"Apakah seperti ini yang aku lakukan semalam, kenapa ini begitu nikmat. Aahh ..."
Decitan ranjang menjadi saksi bisu kelakuan dua insan yang sedang bercinta, dengan gairah menggebu di dalam jiwa mereka tanpa tau hari esok akan seperti apa.
"Ummhh ... Apa kau sudah ingat sayang, inilah yang kita lakukan." Bisik Kaisar Feng JianYu dengan nada sensual.
''Apa kau menikmatinya hmm ...''
Kaisar terus menghujaminya dengan hentakkan yang membuat sesuatu terus meminta lebih.
''Mmm ... ahhh.''
Decitan kulit saling beradu, suara suara ambigu menggema di seluruh kediaman Mawar.
Kaisar terus melajukan redtime nya, dan membuat FuWei men de sah nikmat dibawah rengkuhan nya. Entah yang ke berapa kali Kaisar Feng membuat FuWei mengeluarkan cairan dan air mancur, yang membuat badan FuWei bergetar ketika mengekuarkan sesuatu dalam dirinya.
Yang jelas itu membuat FuWei menyukainya dan meminta lagi dan lagi pada orang yang dulu ia kira tua bangka.
Detik berlalu menit pun berputar, sudah lama Kaisar menggempur tubuh FuWei dengan hujaman-hujaman kenikmatan.
''Aarrgghh ...''
lengguhan panjang dari mulut keduanya tercipta, menandakan bahwa mereka sudah mendapatkan puncaknya.
''Hah ... hah ...''
Nafas keduanya terlihat memburu, lalu mereka berpelukan satu sama lain. Membuat FuWei merasakan ada cairan hangat memenuhi rahimnya.
''Luar biasa.'' Ucap FuWei keceplosan, membuat Kaisar Feng terkekeh.
Ia sangat menyukai sifat FuWei, walau FuWei sedikit pembangkang tapi dia selalu berkata jujur dan itu nilai plus untuk FuWei.
Bahkan Kaisar sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia tidak akan pernah melepaskan FuWei apa lagi membiarkan lelaki mana pun dapat menyentuh FuWei nya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...