
Kereta kuda khas kerajaan berlambang naga tengah berada di perjalanan. Kaisar Feng JianYu sedang resah, gundah, gulana karna di tinggal selir kesayangan nya hanya beberapa jam saja. Ia sangat khawatir sampai ke ubun ubunnya, bukan karna khawatir orang akan mencelakai selirnya itu ... melainkan ia takut jika selirnya memiliki cinta lain selain dirinya.
Dia pencinta pria tampan.
''Apa tidak bisa lebih cepat?'' Tanya Kaisar Feng, membuk tirai kereta kudanya dengan kesal.
''Baik, YangMulia.'' Hanya itu yang bisa Kusir jawab sedari tadi, Kusir itu lama kelamaan bosan juga mendapatkan pertanyaan yang sama setiap satu menit sekali dari penguasa negeri ini.
Dari istana sampai di perjalanan, entah berapa puluh kali Kaisar Feng bertanya seperti itu. Membuat Kusir dan Kasim Rui mengerlingkan kedua matanya dengan malas.
Namun berbeda dengan Kaisar sendiri, ia merasa jika perjalanan kali ini dari istana ke kota SunLee sangat lah jauh. Padahal biasanya tidak akan lama, pasti mereka sudah sampai di kota SunLee dengan cepat.
''Apakah tidak bisa lebih ce-- ada apa?'' Tanya Kaisar Feng, saat kereta kudanya berhenti mendadak.
''Mohon ampun YangMulia ... Roda keretanya copot, akan saya perbaiki dengan cepat.' sang Kusir menunduk dengan takut.
''Apa! Haiiiss ... kenapa di saat genting seperti ini rodanya bisa copot! Ya sudah, cepat selesaikan. Hari akan semakin gelap dan kita harus segera tiba di kediaman Ibu mertuaku.''
''Baik, YangMulia.''
Kasim Rui memerintahkan pada perajurit yang mengikuti mereka dari belakang untuk segera membantu.
Sementara Kaisar berjalan mondar mandir bak setrika berjalan.
• • •
Kediaman sodagar Lu•
HAP.
FuWei si pemilik tubuh mendarat sempurna di atap, melihat sekitar dan mencari XinJialu. Namun setelah mengamati, Tuan Muda XinJialu tidak ada di kediaman nya, FuWei pun langsung pegi ke tempat persik, dimana semua orang berkumpul di sana.
FuWei merobek sedikit gaun nya, lalu memakainya untuk menutupi setengah wajahnya agar tidak ada yang mengetahui dirinya.
Ia mengamati satu persatu meja di lantai bawah, namun tidak ada Tuan Muda XinJialu.
FuWei pun melangkah ke lantai atas di mana ruangan vip berada dan untuk kalangan atas saja.
FuWei mengintip satu persatu ruangan, lalu melihat Tuan Muda XinJialu tengah bersenang senang dengan para gadis yang menggoda.
FuWei melihat kanan kiri, lalu memanggil seorang pelayan plus plus, membisikan sesuatu lalu memberikan kantung perak padanya pelayan itu.
Pelayan itu tersenyum dan mengangguk, ''Serahkan padaku, Nyonya.''
''Aku menunggu.'' Bisik FuWei dengan nada dingin lalu melangkah ke lantai atas, di mana sebuah penginapan berada.
Entah apa rencana FuWei asli, yang pasti jika Kaisar Feng mengetahui selir kesayangan tengah berada di rumah persik. Bisa bisa jantung Kaisar berpindah ke kaki secara mendadak.
Setelah beberapa menit berlalu ... benar saja, Tuan Muda XinJialu datang dengan keadaan mabuk. Menutup pintu dan berjalan gontai mencari sosok wanita cantik yang di katakan pelayan tadi.
''Hai gadis, di mana kau ... ha ha ha.''
Tuan Muda XinJialu yang berjalan sempoyongan menghentikan langkahnya, saat kedua matanya melihat sosok cantik bercadar tengah duduk dengan anggun di atas peraduan.
FuWei asli melirik dengan tatapan menggoda, lalu turun dari atas peraduan dan berdiri berhadapan dengan Tuan Muda XinJialu.
''Ha ha ha ... pelayan itu memang benar, kau wanita cantik yang masih muda. Kemarilah, kemarilah dan datang kedalam pelukan ku.''
FuWei asli yang memang tidak basa basi, langsung menghunuskan jarum yang sudah di lumuri racun. Membuat Tuan Muda XinJialu langsung terkapar lemah di lantai.
''Menjijikkan, kau sama saja seperti Ayahmu.''
FuWei langsung membungkus tubuh Tuan Muda XinJialu dengan selimut, lalu FuWei menggendong tubuh itu dan keluar dari jendela.
Entah kekuatan apa yang di miliki FuWei asli, membuat ia sepertinya ringan menggendong tubuh yang jauh lebih besar darinya. Bahkan FuWei meloncat dari lantai atas dan meringankan tubuhnya mendarat di atas kediaman orang lain dengan sempurna.
Ketika FuWei mendarat di tanah belakang kediaman orang lain, ia melihat kanan kiri lalu ingin berjalan. Namun langkahnya terhenti ketika ia mendengar para rakyat yang berteriak jika Kaisar akan melewati jalan ini untuk menjemput Selir kesayangan nya, membuat FuWei harus merubah rencananya.
HAP.
FuWei telah sampai di kamarnya dengan baik, terdengar jika dayang JungBee sedang mengetuk pintu.
FuWei si pemilik tubuh memejamkan kedua matanya, lalu tubuh itu langsung tak sadarkan diri di lantai.
Sementara di luar, dayang JungBee yang khawatir karna Junjungan nya tidak merespon. Membuat ia berlari ke arah luar dan meminta Kusir tuntuk mendobrak pintu, namun terlambat. Kereta kuda Kaisar dan rombongan nya sudah datang, dan itu membuat dayang JungBee panas dingin karna takut.
Kaisar Feng turun, lalu menatap Kusirnya dengan tajam. ''Kau lambat sekali!'' Omelnya.
''Kenapa memerlukan waktu lama untuk sampai di sini, Cih!''
''Mohon ampun YangMulia.'' Jawab Kusir itu menunduk untuk mengalah, lebih baik ia yang waras mengalah. Di bandingkan membela diri, yang mana hasilnya akan tetap sama di pasal satu.
Pasal satu, di mana seorang Kaisar tidak pernah salah. Jika pun salah, maka kembali ke pasal satu di mana Kaisar tidak pernah salah.
Kaisar Feng yang sudah puas mengomel, lalu mengibaskan hanfunya dan menoleh pada dayang JungBee.
''Kau disini? Mana Pínfēi ku?''
Dayang JungBee langsung berlutut karna takut.
''Am-Ampun YangMulia, Pí-Pínfēi ... di-di--'' Dayang JungBee tergagap.
''BICARA YANG BENAR!'' Bentak Kaisar Feng.
''Pínfēi ada di kamarnya YangMulia, namun sedari tadi hamba mengetuk pintunya tidak ada respon dari dalam.''
Belum sempat dayang JungBee selesai bicara, Kaisar Feng langsung berlari dan mendobrak pintu.
''Istriku.''
Kaisar Feng menghampiri FuWei yang masih tergeletak di tanah, lalu berteriak pada Kasim untuk memanggil Tabib.
''Mmm ...''
''Istriku, kau sadar?''
Kaisar Feng langsung menggendong FuWei dan meletakkan tubuh FuWei di atas peraduan dengan perlahan. Seakan takut jika tulang tulang FuWei retak.
''YangMulia, kau di sini?'' Tanya FuWei dengan heran, bukankah tadi ia tengah berada di ruang bawah tanah? Kenapa bisa ada di sini.
FuWei dengan refleks memegangi bahunya, ia merasa pegal dan sakit.
"Kenapa bahuku sakit yaa,"
''Apa yang terjadi padamu, Fu'er? Kenapa kau tergeletak di lantai?''
''Hah? ahh, mungkin aku hanya kelelahan YangMulia.'' Jawab FuWei, yang masih bingung.
Tak, lama ... tabib pun datang memeriksa FuWei, dan berkata jika tidak apa apa dan hanya kelelahan saja.
Malam ini ... FuWei meminta Kaisar untuk menginap di sini, dan Kaisar yang bucin itu selalu mengabulkan apa yang di minta oleh Selir kesayanganya.
Para perajurit berjaga di luar, sementara di dalam kamar terdengar suara suara ambigu yang akan memanaskan telinga siapa saja yang mendengar.
Entah suara erangan, de sahan, decapan kulit yang saling beradu. Namun semua bawahan di paksa untuk menulikan telinga mereka agar nyawa mereka aman.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...