Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 36 : Selir FuWei memang cerdik.


''Istriku! Kau tidak apa-apa? BAGAIMANA INI BISA TERJADI!'' Teriak Kaisar Feng, membuat semua orang bersujud.


''Kami pantas mati YangMulia.''


''Kasim Rui! Cepat panggilkan tabib.'' Kaisar Feng langsung menggendong selir FuWei, sampai-sampai semua orang lupa jika istana dingin yang mengurung IbuSuri sudah hangus terbakar.


Fokus mereka teralihkan pada selir Agung, sehingga mereka lupa akan IbuSuri yang sudah hangus bersama puing-puing bangunan.


• •


''YangMulia ... YangMulia Permaisuri.'' Teriak Dayang kepercayaan Permaisuri.


''Ahh ... ada apa kau berteriak?'' Tanya Permaisuri SuLien, yang sedang menahan sakit karna baru selesai mendapatkan hukumannya.


''Ib-IbuSuri ...''


''Ada apa dengan IbuSuri?''


''IbuSuri sudah meninggal terbakar di istana dingin.''


''APA! Bagaimana bisa terjadi?''


Dayang itu meju dan membisikan yang dia tau pada junjungannya, hingga Permaisuri SuLien melototkan kedua matanya.


''Apa kau yakin?''


''Itu yang Hamba dengar YangMulia.''


''Dia! Wanita itu sangat berbahaya, aku harus berhati-hati terhadapnya di masa depan.''


''Kau! Kemarilah.''


Permaisuri membisikan sesuatu pada dayangnya, hingga sang dayang mengangguk dan menuruti perkataan majikannya.


''Baik YangMulia Permaisuri, hamba pasti akan melaksakannya.''






Kediaman selir Agung.


''Tabib, bagaimana keadaannya?''


Sang Tabib sudah selesai memeriksa, ''Selir Agung baik-baik saja YangMulia ... begitupun dengan kandungannya. Hanya saja selir Agung mengalami shcok hingga jiwa nya sedikit terguncang ... Untung saja tidak ada luka bakar di kulitnya karna api hanya membakar separuh hanfunya saja.''


FuWei yang pura-pura tidak sadarkan diri, hanya diam memejamkan kedua matanya mendengar ocehan Tabib.


'Aku akan memutar balikan fakta! Bagaimana pun aku tidak akan kalah cerdik dari mereka yang sudah mengusik ku.'


''Baiklah, kau boleh pergi.''


''Dayang JungBee, bagimana dia bisa pergi ke istana dingin?''


Dayang JungBee berlutut. ''Ampun YangMulia, hamba dan Selir Agung berniat mengunjungi IbuSuri karna selir Agung merasa khawatir.''


''Lalu''


''Selir Agung dan Hamba membawakan makanan untuk IbuSuri, tetapi yang bisa masuk hanya Selir Agung karna IbuSuri tidak ingin siapapun mengunjunginya. Tidak lama, selir Agung keluar dari istana dingin dan berteriak dengan keadaan tubuhnya terbakar.''


Kaisar menggertakkan giginya.


''Hamba sudah memperingati selir Agung agar tidak mengunjunginya, tapi selir Agung benar-benar mengkhawatirkan keadaan IbuSuri.''


Kaisar Feng melirik selir FuWei yang terbaring, lalu duduk di sebelahnya. ''Bagaimana bisa kamu mengkhawatirkan orang yang sudah jahat terhadap mu?'' Kaisar membenarkan anak rambut selirnya.


''Uhh ...''


FuWei perlahan membuka kedua matanya dengan perlahan, membuat Kaisar langsung senang dan mencium tangan selir FuWei.


''Sayangku.''


''Ak-Aku di mana? Ahhh ... jangan, jangan membakarku.'' FuWei berpura-pura shock dan berteriak.


''Heiii sayang ... tenang, tenanlah ... Kau sudah aman sayang.'' Kaisar memeluk FuWei dengan erat.


FuWei menyunggingkan bibirnya, lalu berpura-pura panik kembali.


''IbuSuri ... IbuSuri disana terbakar, aku harus menolongnya.'' FuWei pura-pura ingin bangkit dari atas peraduan, tapi Kaisar menahannya.


''Kau ingin kemana?''


''IbuSuri ... dia pasti terluka! Aku harus memastikan keadaannya.''


''Bagaimana bisa kau sebaik ini? Dia telah mencelakai mu tapi kau mengkhawatirkan nya.''


''Tidak YangMulia, aku yakin jika IbuSuri akan berubah.'' FuWei berpura-pura terus memberontak, hingga Kiasar membentaknya.


''JANGAN MENGKHAWATIRKAN NYA! DIA SUDAH MATI.'' Bentak Kaisar.


FuWei terdiam mematung.


''Apa kau tidak mengkhawatirkan keselamatan mu dan bayi kita? Biarkan dia! Dia sudah mendapatkan hukumannya.''


FuWei memeluk Kaisar dan mengangis, namun itu hanya pura-pura agar Kaisar tidak mencari tahu penyebab kebakaran istana dingin. Kini musuhnya hanya tinggal dua orang, yaitu Perdana menteri dan Permaisuri SuLien.


'Tunggu tanggal mainnya, kalian berdua tidak akan lepas dari genggamanku.'



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...