Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 16 : Mencari teka teki


Di lorong istana ... FuWei dan Dayang JungBee tengah berjalan untuk keluar dari istana, tak jauh dari mereka sudah ada kusir dan kereta kuda menunggu mereka.


Siang ini FuWei meminta izin pada Kaisar untuk pulang ke rumah Ibunya, karna ia ingin melihat keadaan sang Ibu. Namun bukan itu tujuan FuWei pulang, sebenarnya FuWei ingin mencari tahu tentang si pemilik tubuh.


Namun di perjalanan, FuWei melirik ke arah para pelayan yang sedang menatapnya dengan tatapan yang rumit sambil berbisik bisik. Awalnya FuWei mau membiarkan para pelayan itu, namun ketika ia melewati dua pelayan itu ... ia mendengar salah satu pelayan berdecih dan berkata menjijikkan.


Langkah FuWei berhenti, lalu menoleh kebelakang menatap dua pelayan yang tidak tau diri itu. Fuwei melangkah kehadapan dua pelayan yang sama sekali tidak meninduk padanya.


''Apa kalian ingin mengatakan sesuatu tentangku, atau mengumpat diriku? Tidak perlu mengumpat di belakang. Bicaralah tepat di depan wajahku!''


FuWei melipatkan kedua tanganya di dada.


Dayang JungBee membuat kode di belakang FuWei agar tidak membuat masalah, namun kedua pelayan Arrogant itu tidak mengidahkan kode dari JungBee.


Salah satu pelayan maju dengan berani, ''Kami baru mendengar jika kau sudah di nobatkan menjadi selir kesayangan YangMulia. Tapi ... kenapa wanita seperti anda yang menjadi Selir kesayangan YangMulia Kaisar, itu sangat menjijikkan.''


FuWei memutar matanya dengan malas, entah kali keberapa dia harus berhadapan dengan para pelayan sombong seperti mereka yang membuatnya muak.


''Lantas, wanita macam apa yang pantas menjadi selir kesayangan YangMulia Kaisar?'' Tanya FuWei menatap remeh kedua pelayan di depannya. ''Apa wanita macam pelayan rendahan seperti kalian, yang pantas menjadi selir? Heh, tidak tau diri!''


''Ka-- Ahhhkk.''


FuWei menjambak rambut pelayan itu dengan kasar, ''Berani sekali kau menghina diriku!'' Ucap FuWei dengan kata menekan, lalu menjatuhkan nya ke tanah.


Tak lupa FuWei pun melakukan hal yang sama untuk pelayan yang satunya lagi, membuat kedua pelayan kini berlutut di depannya.


''Kalian tau pasti gelar YangMulia berikan padaku, adalah Selir kesayangan Kaisar! Sudah pasti aku ini adalah kesayangan nya, ingat ... aku akan membuat kalian berdua menyesal untuk penghinaan yang telah kalian lontarkan padaku!'' Ancam FuWei, lalu beranjak pergi sambil mengibaskan hanfu ke wajah mereka berdua.


Kedua pelayan itu menggertakkan giginya, mereka tidak percaya jika selir Junjungan mereka adalah orang yang bersifat kasar dan pedas, berani melawan. Membuat mereka mengurungkan niat untuk menindas FuWei.


Kejadian barusan tidak luput dari penglihatan IbuSuri dan Nona SuLien, mereka saling pandang dan mengangguk pergi.


''Bibi, sepertinya dia bukan gadis yang lemah.'' Ujar Nona SuLien, melirik IbuSuri yang terdiam dengan pikirannya.


Setelah lama diam, IbuSuri berkata. ''Berhati-hatilah, gadis sepertinya memiliki banyak akal dan muslihat yang tinggi. Pikiran lagi sebelum kita bertindak, aku akan mencari tau tentangnya.''


''Baik, Bibi.''


Nona SuLien mengangguk lalu berpamitan untuk pergi, ia akan membicarakan masalah ini dengan sang Ayah.


Sedangkan FuWei, ia sedang berada di perjalanan untuk berkunjung ke rumah Ibunya.


Didalam kereta kuda, FuWei memejamkan kedua matanya untuk menenangkan pikirannya. Ia sudah mengira sejak pertama, jika memasuki istana dan tinggal di sana adalah neraka berjalan baginya.


Di mana setiap waktu pasti nyawanya terancam, belum lagi berhadapan dengan para pelayan yang sombong dan tidak tau posisi. Tapi FuWei berpikir lagi, bahwa di dunia yang dia pijak sekarang ... tidak terlalu buruk di bandingkan kehidupannya yang lalu.


Di mana dia harus mencopet terlebih dahulu, hanya untuk sebuah makanan. Tapi di sini, dia tidak perlu mencopet untuk mengenyangkan perutnya.




Sesampainya di kota SunLee•


FuWei turun dari kereta kuda, terlihat semua orang memandangnya kagum. Mereka tidak percaya jika gadis miskin akan menjadi selir di istana.


Terlihat di ujung sana juga ada Nona Sin dan Nona Mingyu, yang tidak sengaja lewat dan menyaksikan FuWei turun dari kereta kuda istana.


Di hati Nona Sin, dia marah dan merasa terhina karna bukan dia yang menjadi Selir kesayangan Kaisar. Tapi di satu sisi dia juga tidak bisa berbuat apa apa, karna sayembara lalu membuatnya tidak berdaya dan kalah.


Namun sayang, Ibunya sedang tidak ada di dalam rumah karna mengantarkan kerabatnya berobat di kota lain. Membuat FuWei menghela nafas dan berjalan ke arah kamarnya.


Ia akan mencari sesuatu yang bisa memecahkan teka teki tentang si pemilik tubuh, namun sudah lama ia mencari dan mengobrak abrik kamarnya ... ia tidak menemukan keanehan atau petunjuk apapun tentang si pemilik tubuh.


''Huftt ... tidak ada jejak apapun.'' Keluh FuWei, melangkah ke arah tempat tidur dan terlentang menatap langit-langit kamarnya.


''Siapa sebenarnya kau?'' de sah FuWei menghela nafasnya.


Di saat ia terlentang, kaki nya bergerak bagaikan di ayunan, dan tidak sengaja menekan sesuatu di bawah peraduan ... membuat lantai perlahan bergerak membuka trowongan bawah tanah.


FuWei langsung bangun dan mengerutkan keningnya, sedari tadi ia mencari dan tidak ketemu. Tapi di saat ia pasrah, malah muncul dengan sendirinya.


FuWei melihat kanan kiri, lalu turun dari peraduan untuk masuk kedalam ruang bawah tanah yang sangat mencurigakan.


FuWei masuk, lantai itu pun tertutup dengan sendirinya ... ruang bawah tanah awalnya sangat gelap, namun sedetik kemudian obor menyala dengan sendirinya.


''Astaga.''


FuWei memegangi dadanya yang terkejut, tapi langkahnya terus maju untuk memeriksa ada apa di dalam sini.


Semakin ia maju, semakin jelas bau amis tercium di indra penciuman FuWei. "Bau apa ini, seperti bau darah ... Huuweek." Gumam FuWei dalam hati.


Hiiiiii...


''Apa itu?'' FuWei menghentikan langkahnya saat mendengar rintihan dari depan.


GLEEK.


FuWei menelan ludahnya saat suara itu semakin jelas terdengar, namun ia yang penasaran tidak mengidahkan rasa takutnya dan terus melangkah.


''Aku tidak takut, aku pemberani.''


''Aku tidak takut, aku pemberani.''


''Aku tidak takut, ak-- Ahhhkk ...'' FuWei berteriak karna melihat apa yang ada di depannya begitu mengejutkan dirinya.


Bagaimana tidak terkejut, ia melihat seseorang terikat rantai dengan darah mengalir di seluruh tubuhnya. Bukan hanya itu, bahkan sayatan sayatan di seluruh tubuh orang itu begitu mengerikan.


''Bagaimana ada seseorang yang menyiksa sebegitu kejam?'' cicit FuWei


''Ja-jangan te-terus me-menyi-menyiksa ku, Tuan. Bunuhlah aku ... ak-aku sudah tidak sa-sa-sanggup menahan rasa sakit ini.'' Lirih orang itu.


FuWei mengedipkan kedua matanya dengan heran, ''A-Apa yang maksud.''


''Ak-Aku mengaku, aku mengaku ji-jika orang yang menyuruhku adalah XinJialu.''


"Hah, siapa itu XinJialu? Aku tidak tau apapun, kenapa harus di hadapkan dengan semua ini."


''Tuan, ini sangat menyakitkan. Bebaskan aku.''


''Bagaimana cara aku meny--- aaahhhh ...'' FuWei berteriak memegangi kepalanya yang tiba-tiba sakit tak tertahankan, hingga ia menunduk sambil memegangi kepalanya.


''Tu-Tuan.''


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...