
''Apa ini sudah lebih baik?'' Tanya FuWei yang tengah memijat punggung Kaisar Feng di dalam kereta kuda, ia cukup terhibur melihat suaminya menderita hari ini.
''Yaa ... itu lebih baik.'' Jawab Kaisar Feng dengan manja sambil memeluk FuWei.
''Lain kali jangan macam-macam! Atau YangMulia akan merasakan lebih parah di bandingkan ini.'' Ancam FuWei.
''Hm ... baiklah, aku tidak akan mengulanginya lagi.'' Ucap Kaisar Feng yang merasa kapok.
FuWei yang masih memijat, ia menoleh ke luar jendela dan tidak sengaja melihat bukit yang sangat tinggi dan terlihat menyeramkan membuat dia penasaran.
''YangMulia.''
''Ya.''
''Sebelumnya kita berangkat aku tidak melihat bukit itu, kenapa sekarang aku melihat bukit itu?'' Tunjuknya.
Kaisar Feng melihat ke luar jendela, di mana dia juga melihatnya.
''Itu adalah bukit Guantai, bukit misterius dan tidak bisa di sentuh oleh siapapun.''
''Hah, maksud YangMulia?''
''Dahulu, Ayahanda pernah bercerita jika di balik bukit itu ada sebuah desa yang makmur dan banyak penduduk yang tidak bisa di sentuh oleh pemerintahan Kekaisaran. Penduduk asli bukit Guantai sangat misterius dan tidak pernah berinteraksi dengan orang luar, bahkan Ayahanda atau siapapun tidak bisa masuk kedalam bukit.''
''Kenapa?''
''Karna kita harus melewati beberapa pintu labirin, yang akan merenggut nyawa siapapun yang berani melangkah ke dalam pintu itu.''
FuWei terus memandangi bukit itu dengan rasa penasaran.
''Jangan macam-macam! Jangan pernah berpikir ingin masuk kesana.''
''He he he ... tidak, hanya saja kenapa bukit itu seperti berhantu yaa.''
''Bukan hanya berhantu, konon katanya bukit dan pintu labirin di buat oleh seorang penyihir yang sangat kuat. Sehingga orang luar seperti kita tidak akan pernah bisa masuk kesana.''
''Oohhh ... apakah warga desa bukit Guantai tidak pernah keluar dari sana?''
''Sering mungkin, tapi aku juga tidak tau ... karna yang pernah aku dengar hanya para tetua desa dan beberapa orang dewasa yang di perolehan keluar dari bukit itu, selebihnya mereka melakukan aktifitas hanya di dalam bukit.''
Keduanya pun berbincang-bincang, sampai tidak terasa jika mereka sudah sampai di Kekaisaran. Para rakyat membungkuk ketika melihat kereta kuda Istana yang lewat.
Tak lama, kereta kuda sampai di istana, Kaisar Feng turun dari kereta kuda dan mengulurkan tanganya untuk membantu FuWei.
FuWei menyambut uluran tangan suaminya dengan senyuman, namun senyuman itu pudar di saat kedua matanya tidak sengaja melihat Permaisuri SuLien berjalan ke arahnya.
''Salam YangMulia, Selir Agung.''
''Salam Permaisuri.''
''Kau! Mengapa kau keluar? Siapa yang bera--''
''YangMulia ...'' FuWei menghentikan Kaisar Feng yang akan memarahi Permaisuri SuLien.
Permaisuri SuLien menunduk, sementara Kasim Rui menghampiri Kaisar dan berkata. ''Maaf atas kelancangan hamba Yangmulia, semenjak kepergian YangMulia dan selir Agung. Permaisuri SuLien sempat sakit dan hamba terpaksa membawanya kembali.''
Kaisar Feng menghembuskan nafasnya dengan kasar, namun FuWei tersenyum.
''Tidak apa-apa, apakah sakit Permaisuri sudah lebih baik?'' Tanya FuWei dengan lembut.
Permaisuri SuLien langsung menatap selir Agung dengan mata tidak percaya, ia pikir jika selirnya ini akan menghasut Kaisar untuk menjebloskan dirinya ke istana dingin kembali.
''Selir Agung ...''
FuWei melangkah dan mengelus pudak Permaisuri SuLien, ''Istirahatlah Kakak, jangan sampai jatuh sakit kembali. Aku akan menyuruh orang untuk membuatkan mu teh hangat.''
Kaisar Feng yang melihat selir kesayangannya yang lemah lembut merasa bahagia, dia tidak pernah menyangka jika dia akan menemukan wanita sehebat FuWei ... dia benar-benar di buat jatuh cinta pada sifat dan sikap sang istri.
''Baiklah, karna selir Agung memaafkan mu maka kau tidak perlu kembali ke istana dingin. Kembalilah ke kediaman mu dan jangan pernah membuat keributan.'' Ucap Kaisar Feng, lalu mengajak FuWei untuk pergi.
BRUGH!
Permaisuri SuLien berlutut dan menangis. ''Hiks ... Hiks ... Bebaskan hamba dari hubungan ini YangMulia.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...