Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 23 : FuWei mulai menghasut.


Kediaman Pínfēi.


Kaisar Feng JianYu tengah merebahkan kepalanya di atas pangkuan FuWei dengan nyaman, bersamaan tangan FuWei dengan lembut membelai rambut Kaisar.


''YangMulia ... aku sangat mengerti perasaan anda, tapi alangkah baiknya jika malam ini YangMulia menemani Permaisuri di kediamannya.''


''Tidak mau, aku hanya ingin dengan mu ... disini, dipangkuan mu yang begitu nyaman.''


FuWei tersenyum.


''Apa YangMulia tidak tertarik? Padahal Permaisuri SuLien sangat cantik. Aku juga melihat YangMulia tidak melepaskan pandangan YangMulia saat upacara pernikahan tadi.''


Kaisar langsung melihat ke arah Fuwei dan mencibikkan bibirnya, lalu bangun dan duduk berhadapan dengan FuWei.


PLETAK.


''Awww ...''


Kaisar Feng JianYu menjentikkan jarinya ke jidat FuWei, hingga FuWei mengunduh kesakitan.


''YangMulia ...''


''Apa kau sudah bodoh? Mana mungkin aku memandanginya ... bahkan riasannya begitu tebal dan aku tidak menyukainya, aku hanya memandangi dirimu yang tepat berada di belakang Permaisuri.'' Ucap Kaisar dengan cemberut.


''Ahh ... seperti itukah?''


Kaisar mengangguk dan tersenyum, lalu memegang kedua tangan FuWei dan mengecupnya dengan sayang.


''Sekali pun orang-orang berkata jika dia cantik, tapi tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan mu. Di mataku kau begitu sempurna, tidak hanya dari segi kecantikan mau pun kepintaran. Tapi kau sangat tangguh dan licik.'' Kaisar Feng JianYu tersenyum lebar, sambil menaik turunkan kedua alisnya.


Yaaa ... Tidak bisa di pungkiri jika FuWei adalah tipe wanita yang dia inginkan selama ini, karna Kaisar Feng tidak hanya mencari wanita cantik, melainkan pintar dan licik. Bagaimana pun, hidup di istana dalam itu bagaikan berada di medan perang. Yang mana perlu taktik agar bisa hidup dengan tenang tanpa takut ada yang mengintimidasi.


''Terima kasih YangMulia, aku tidak tau jika YangMulia begitu mencintaiku sebegitu besar. Tapi alangkah baiknya jika YangMulia pergi untuk menemui Permaisuri, agar istana tenang dan IbuSuri tidak selalu menyulitkan ku.''


''Apa IbuSuri mengancam mu?''


FuWei tidak menjawab, namun dari raut wajahnya mengatakan jika FuWei sudah di ancam oleh IbuSuri.


Kaisar Feng JianYu menghela nafasnya, ia benar-benar tidak mau pergi, tapi ada benarnya juga apa yang di katakan oleh FuWei. Jika dirinya tidak pergi ... maka perdana mentri dan IbuSuri pasti akan mempersulit FuWei.


''Apa yang harus aku lakukan?''


FuWei memeluk Kaisar dan menyenderkan kepalanya di dada bidang Kaisar dengan lembut.


''YangMulia bisa hidup bersama dengan Permaisuri, tapi jangan membuatnya hamil.'' Ucap FuWei mendongkak-kan kepalanya dan tersenyum melihat Kaisar yang tengah menatapnya juga.


''Perdana mentri dan IbuSuri sudah tua, mereka tidak punya banyak waktu yang tersisa. Jika Permaisuri tidak memiliki keturunan, maka kekuasaan perdana mentri dan IbuSuri cepat atau lambat akan hilang sepenuhnya.''


''Tidak bisa aku bayangkan jika anda memiliki keturunan dengan Permaisuri, maka perdana mentri akan memiliki celah untuk menggulingkan YangMulia dari singgasana.'' Hasut FuWei di iringi senyuman di dalam hatinya, bukannya ia ingin melakukan kejahatan. Namun FuWei merasa jika Permaisuri SuLien dan perdana mentri memiliki tujuan yang lain.


''Kenapa pemikiran kita bisa sama? Aku sudah menduganya sejak lama jika perdana mentri ingin menggulingkan aku dari kekuasaan ku.''


''Tentu saja YangMulia, aku di takdirkan untuk berada di sisi mu dan melindungimu dari belakang. Tentu saja aku mengetahui rencana mereka sedari awal, apa lagi pernikahan YangMulia di percepat. Pastinya ada udang di balik batu.''


''Jika YangMulia ingin keturunan, biarkan aku yang menjadi orang pertama yang melahirkan keturunan bagi YangMulia.''


''Tentu saja, karna aku tidak mau memiliki keturunan selain dari mu. Aku sangat mencintaimu FuWei.''


''Aku pun sama YangMulia.''


Kedua orang itu saling berpelukan dengan erat, berjanji untuk melindungi satu sama lain dari rencana licik orang-orang yang akan menggulingkan mereka.





Di sisi lain ... Kediaman Permaisuri SuLien.


Para pelayan tengah mempersiapkan segala sesuatu untuk malam pengantin Junjungan mereka. Di mana salah satu pelayan menghias peraduan dan menaburkan bunga mawar di atasnya.


Pelayan yang lain tengah menyiapkan hidangan makan malam, dan yang lainnya tengah mendandani Permaisuri sebaik dan secantik mungkin.


Senyum tidak lepas dari wajah Permaisuri SuLien, ketika melihat dirinya di cermin menggunakan hanfu tipis dengan belahan dada yang menonjol sedikit untuk membangkitkan gairah Kaisar.


''Apa aku sudah terlihat cantik?'' Tanya Permaisuri SuLien pada Dayangnya.


''Tentu saja Permaisuri, hamba yakin jika YangMulia Kaisar tidak akan melewatkan sedikit pun kecantikan anda.''


Permaisuri SuLien tersenyum lalu melangkah untuk mengambil pengharum kulitnya yang dia percayai akan memikat Kaisar. Dia mengoleskan ke bagian dada dan rahang kanan dan kirinya, ia sudah tidak sabar untuk melakukan malam pengantin yang mungkin tidak akan pernah ia lupakan di seumur hidupnya.


Namun seketika bayangan pembicaraan antara dirinya dan sang ayah sebelum upacara pernikahan mengingatkan dirinya tentang satu hal.


'Ingat! Secepatnya kau harus memiliki keturunan agar kita bisa melangkah maju.'



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...