
''YangMulia, tabib sudah datang.'' Ucap Kasim Rui yang berada di luar pintu.
"Hah, YangMulia." FuWei bingung.
Sedangkan Kaisar Feng JianYu langsung membungkus FuWei dengan selimut, menutupi area kesukaan nya.
zq''Jangan menampakkan apapun! Ini semuuaaa ... aku punya.'' sentak Kaisar lalu melihat dayang selirnya.
''Cepat pasang tirainya.'' Titah Kaisar pada Dayang JungBee.
''Baik YangMulia.''
Kini tirai transparan sudah di pasang, Kaisar menyuruh Kasim untuk masuk membawa tabib untuk memeriksa keadaan FuWei yang sebenarnya sudah baik-baik saja.
''Salam YangMulia Kaisar, semoga anda berumur panjang.''
''Hm, periksa selirku.''
Tabib Jun melangkah dan duduk di pinggir peraduan dengan kain transparan yang menutupi mereka.
''Permisi Pínfēi, mohon ulurkan tangan anda.''
Ketika FuWei akan mengulurkan tanganya di hadapan Tabib, namun siapa sangka Kaisar langsung membentak dengan suara kencang.
''Apa yang mau kau lakukan! Jangan memegang tangannya, apa lagi menyentuh kulit mulus nya.'' Bentak Kaisar Feng JianYu, membuat FuWei mengerutkan keningnya.
''Mohon ampun YangMulia.'' Tabib itu tidak jadi menyentuh pergelangan tangan FuWei.
"Dia kenapa sih! Rempong banget, trus kenapa semua orang yang ada di sini seperti takut padanya." Gumam FuWei, yang belum menyadari jika pria yang menghabiskan satu malam dengan nya adalah seorang Kaisar.
Sedangkan Kasim Rui, menghela nafasnya lalu melangkah kedepan. ''Tabib, coba anda pakai kain. Agar YangMulia tidak berpikiran yang macam-macam.''
''Ya! Maksudku pakai kain, karna aku tidak mau siapapun menyentuh selirku.''
What!
FuWei membelalakan kedua matanya saat ia mendengar kata selirku.
''Selirku, selirku, selirku? Astaga! Di-dia Kaisar Tua bangka dan berjenggot itu. Hah!'' FuWei menutup mulut dengan tanganya saking terkejut.
Ingatan FuWei lalu kembali saat pertama kali mereka bertemu, FuWei ingat jika pria itu pernah mengatakan bahwa dia adalah Kaisar di negeri ini. Tapi FuWei tidak percaya dan menjadikan bahan lelucon.
"Astaga! Mau di taruh di mana muka ku." Jerit FuWei menggigit bibir bawahnya.
Sementara Tabib itu sudah selesai memeriksa FuWei, dan mengatakan jika selirnya baik-baik dan hanya butuh istirahat saja. Kaisar Feng JianYu pun menyuruh Kasim mengantarkan Tabib, sedangkan dirinya masih ingin bersama selirnya.
''Dayang, ambilkan makanan.''
''Baik, YangMulia.''
Selepas kepergian semuanya, kini di kamar hanya tinggal ada dua orang, dimana FuWei terus memperhatikan Kaisar Feng JianYu dari balik tirainya.
Kaisar langsung menoleh dan melangkah mengampiri FuWei.
''Siapa yang membohongimu, tidak sekali pun aku berbohong. Bahkan di saat kita baru pertama bertemu, bukankah aku sudah bilang jika aku adalah seorang Kaisar?'' Ucap Kaisar Feng JianYu, membuka tirai itu lalu duduk di samping FuWei.
FuWei yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah, ''La-lalu apa yang kau lakukan semalam padaku! Kau tau, aku di buat takut oleh mu dan berpikir jika aku akan di hukum karna mengkhianati penguasa negeri ini.''
''Siapa suruh kau lari di malam pertama.''
BUGH!
FuWei memukul dada bidang Kaisar, ''Bagaimana aku tidak kabur! Kau menakutiku dan meminta jatah padaku.'' FuWei cemberut. ''Terlebih aku tidak ingat bagaimana proses semalam.'' Ujar FuWei lagi, yang mana membuat Kaisar Feng JianYu terkekeh.
''Jadi itu masalahnya? Kau tidak ingat.''
''Hem ...''
''Baiklah, akan aku ingatkan tentang kejadian semalam.'' Ujar Kaisar dengan senyuman liciknya.
FuWei langsung melirik, ''Apa?''
Tidak ada angin, tidak ada hujan. Kaisar langsung menarik tengkuk FuWei dan menciumnya dengan dalam.
FuWei terkejut sampai mengedipkan beberapa kali matanya, namun entah mengapa dia tidak bisa menolak.
Kaisar Feng mendorong tubuh FuWei, hingga dirinya berada di atas dan memimpin. ''Aku akan membuat mu ingat dengan apa yang kita lakukan semalam.'' Bisik Kaisar Feng, sambil membuka hanfu dan membuangnya kesembarang tempat.
Hati FuWei ingin melawan, namun reaksi otak dan tubuhnya mengkhianati dirinya bahkan ia pasrah dengan apa yang sedang Kaisar ini lakukan pada tubuhnya.
Tubuh FuWei mungkin masih belasan tahun, namun jiwa nya sudah memasuki umur dua puluh lima tahun yang artian dia sudah dewasa. Sehingga rangsangan pada tubuhnya membuat ia menginginkan lebih.
Kehangatan tercipta kala kedua dada mereka saling menempel, gesekan kulit dari keduanya menciptakan hawa panas yang begitu membara. Sehingga keduanya tidak mendengar ketukan pintu dari luar, yang mana Dayang JungBee sudah berdiri membawa makanan di tanganya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
r
Kaisar Feng JianYu.
🌷u
FuWei