Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 13 : Ternyata hanya ...


Tengah malam•


''Mmmm aaaa ... hhh'' FuWei menggeliat di atas peraduan, menandakan jika ia baru saja bangun dari tidur.


Namun saat kakinya ikut menggeliat, ia tidak sengaja menyentuh kaki seseorang yang ada di sebelahnya.


''Hm, kaki siapa ini?''


FuWei yang masih memejamkan kedua matanya langsung bangun, ia membelalakan kedua matanya saat netra matanya melihat seseorang tidur di sisinya.


''Oh, ya ampun! Hampir saja aku menendangnya.'' cicit FuWei, saat ia teringat jika sudah menghabiskan malam penuh gairah dengan Kaisar Feng JianYu.


FuWei merasa malu, bahkan pipinya bersemu merah merona. Tidak pernah ia bayangkan jika kebersamaan nya dengan Kaisar semalam begitu menyenangkan.


Jika FuWei boleh jujur, ingin ia memintanya lagi ... tapi ia masih memiliki rasa malu.


FuWei dengan perlahan melihat Kaisar dan melambai-lambaikan tanganya, ''Nyenyak sekali tidurnya.''


FuWei menghela nafas ingin turun dari peraduan, namun ia merasakan sakit di bawah perutnya. ''Aww.''


FuWei merasakan sakit namun ia tahan sebisa mungkin, turun dari peraduan dan berjalan ke arah pandian. Walau ini masih malam, tapi FuWei tidak bisa betah jika tubuhnya lengket.


Setelah beberapa menit membersihkan tubuhnya, FuWei menggunakan hanfu dan keluar dari kediaman nya untuk mencari angin segar di malam hari.


FuWei berjalan di lorong tak jauh dari kediaman nya sambil berpikir sesuatu hal yang masih menganjal di hatinya, banyak pertanyaan di dalam benaknya namun ia tidak tau haus bertanya pada siapa.


Pertama, ada kepingan kepingan ingatan tentang si pemilik tubuh yang mahir dalam bidang beladiri di usianya yang masih lima belas tahun. Bahkan FuWei tidak bisa percaya pada kepingan ingatan nya itu, namun jika pun tidak percaya ... mengapa ia bisa mengalahkan serigala dan sewaktu di dalam Danau, seakan ada orang lain dalam tubuhnya dan menggantikan dirinya saat keadaan genting.


''Hufftt ... pusing.'' Keluh FuWei, duduk dan menyender.


SREEEK.


FuWei menoleh dan waspada.


"Ada orang."


WOSSHH ...


Sebuah bayangan hitam lewat tak jauh dari arah Fuwei, membuat FuWei curiga dan berlari untuk memeriksanya.


Namun saat FuWei sudah berada di kediaman Shyzen, bayangan itu menghilang tidak terlihat lagi. FuWei melihat kanan kiri untuk mencari bayangan hitam itu namun tidak ada.


"Kemana bayangan itu!"


BLAM!


Seseorang ingin memukul FuWei dari belakang menggunakan kayu, tapi untung saja FuWei yang peka terhadap sekitar langsung menghindar.


FuWei melihat sosok tinggi besar dan menggunakan jubah hitam menutupi badan dan wajahnya, dengan mata tajam menyala.


''Si-Siapa kau!''


''Tidak penting siapa diriku! Yang jelas kau harus mati!''


HIIIYAAA ...


Pria berjubah hitam itu berlari untuk memberikan pelajaran pada FuWei, sementara FuWei sudah ancang-ancang lari untuk menyelamatkan diri.


Kedua orang itu saling kejar, FuWei menoleh kebelakang lalu berhenti mendadak saat musuhnya sudah ada di depannya.


"Sialan! Bagaimana orang ini bisa begitu cepat."


Pria itu mengeluarkan pedang dari balik hanfunya dan siap untuk membunuh FuWei.


''Hiyaaa ... matilah, Kau!'' Ujar pria jahat itu mengacungkan pedangnya sambil berlari ke arah Fuwei, namun FuWei dengan refleks menendang dada pria itu saat sudah dekat dengannya.


BUUGH!


''Aahhk.'' Pria itu terhiyung beberapa langkah saat FuWei menendangnya, lalu berlutut bertumpu pada pedang yang dia pegang.


"Wanita sialan! Dia menggunakan tenaga dalam untuk menendangku! Bagaimana bisa, bukankah Tuan bilang dia hanya gadis biasa."


Orang itu akan menyerang FuWei kembali, namun ia sedikit tertegun melihat mata FuWei yang kini berbeda dengan mata yang dia lihat pertama kali.


Bola mata FuWei kini merah menyala di kegelapan malam, membuat tubuh pria jahat itu bergetar bahkan pedang yang ada di tangannya terlepas.


FuWei melangkah maju, sedangkan pria itu mundur dalam ketakutan hanya melihat mata FuWei saja.


''Be-Berhenti!''


FuWei terus melangkah dan berhenti ketika ia menginjak pedang orang itu, lalu mengbilnya. ''Kau sudah berani mengganggu ku! Kau pun akan tau akibatnya.''


SREENGG.


FuWei mengacungkan pedangnya, namun orang itu berteriak untuk berhenti dan menyerah. Dia di utus ke sini untuk menakuti nakuti saja agar FuWei tidak suka berada di Istana, ia tidak menyangka jika nyawa nya akan melayang di tangan gadis yang dia kira tidak memiliki kemampuan apapun.


''Aku salah, maafkan aku! Aku hanya di utus untuk menakuti-nakuti mu saja.'' Ujar pria itu sudah berkeringat dingin.


WOOSSHH.


Mata FuWei kembali kesemula dan jauh lebih tenang.


"Astaga, nyawaku selamat. Ada apa dengannya, bagaimana bisa dia membuat nyaliku takut, apa lagi tendangan yang membuat Ulu atau seperti rusak."


''Paman, siapa yang menyuruh mu?'' Tanya FuWei dengan wajah polos, seperti anak kecil yang meminta permen. ''Apa ada hal yang belum aku ketahui?''


GLEEEK.


Pria itu menelan ludahnya, ia semakin takut ketika FuWei tersenyum padanya seperti itu! Bahkan senyuman FuWei jauh lebih mengerikan di bandingkan tatapan yang tadi dia lihat.


''Ak-Aku di utus oleh YangMulia IbuSuri, untuk menakuti-nakuti dirimu agar kau tidak suka berada di Istana dan merasa jika nyawa mu dalam bahaya dan terancam.''


''IbuSuri?''


''Benar, IbuSuri dan calon Permaisuri.''


FuWei kini mengerutkan keningnya, ia pikir Kaisar Feng JianYu sudah memiliki Permaisuri di sisinya.


''Pergilah.''


Pria itu mengangguk dan langsung pergi.


''Cih, tadi saja kau begitu semangat ingin membunuhku! Rupanya hanya menakuti ku saja. Haisss, lihat saja jika aku bertemu IbuSuri dan calon Permaisuri masa depan itu! Aku akan buat pelajaran untuk mereka.''


FuWei bergegas melangkah ke kediamannya, karna dia sudah mendapatkan sedikit informasi yang bisa dia simpulkan jika IbuSuri tidak menyukai dirinya.



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...