
''IbuSuri telah tiba ...'' teriak penjaga dari luar.
FuWei langsung berdiri dari duduknya, hingga taklama pintu terbuka bersamaan IbuSuri datang.
''Salam IbuSuri, apa yang membawa anda malam malam seperti ini ke kediaman hamba.''
''Ini belum waktunya tidur, mengapa kau sudah tidur di jam seperti ini.''
FuWei memutar kedua matanya dengan malas, ia bergumam dalam hati kenapa tidur juga harus dia yang mengatur.
''Apa IbuSuri buta? aku sedang duduk meminum teh sambil membaca beberapa buku, aku tidak tidur.''
''KA--'' IbuSuri menggertakkan giginya. ''Aku dengar kau mengalami kesulitan selama belajar etika kerajaan!''
''Tidak masalah, aku bisa mengatasinya.''
'Wanita ini sangat menjijikkan!'
''Langsung saja, aku tidak perduli jika YangMulia menjadikan mu Selir kesayangannya. Namun besok adalah upacara pernikahan nya, ingat satu hal! Jangan mencoba untuk mencegah atau mengacau.''
Setelah mengatakan itu, IbuSuri pergi dari kediaman FuWei. Sedangkan FuWei menyunggingkan bibirnya.
''Aku tidak akan mengacau, hanya saja ... aku tidak akan membiarkan YangMulia jatuh cinta pada Permaisurinya.''
•
•
•
•
Pagi hari•
''Baginda, apa anda tidak mau bangun?''
''Hm ... biarkan aku tidur sebentar lagi.'' Kaisar Feng JianYu memeluk FuWei dengan erat.
''Ini sudah siang, dan kau harus segera bersiap untuk upacara pernikahan.''
Kaisar Feng JianYu langsung membuka kedua matanya dan langsung cemberut. ''Tidak bisakah di tunda, aku malas sekali untuk melakukan upacara pernikahan dengan gadis itu. Aku hanya ingin di sini bersama mu.''
FuWei tersenyum, ''Baiklah ... nanti malam kau bisa datang lagi ke tempatku, karna aku pun harus bersiap untuk menghadiri upacara pernikahan Baginda.''
''Ahh ... baiklah, tapi apa istriku yang cantik ini tidak merasa cemburu?''
FuWei tersenyum dengan lebar, ''Selama YangMulia menempatkan aku menjadi selir kesayangan YangMulia, maka aku tidak apa-apa. Karna aku yakin jika YangMulia hanya mencintaiku seorang.''
Keduanya tersenyum, lalu Kaisar Feng JianYu mengecup bibir FuWei dengan lembut.
''Baiklah, sepertinya ada waktu sebentar lagi untuk menyelesaikan hal ini.''
''Ahh ... ha ha aha ... YangMulia itu sangat menggelikan.''
FuWei dan Kaisar Feng JianYu memadu kasih di pagi hari, sampai-sampai Kasim Rui dan beberapa pelayan di belakangnya tidak jadi mengetuk pintu kediaman karna mendengar suara ambigu dan candaan Junjungan mereka.
''Kasim Rui ...''
''Jangan di ganggu, biarkan YangMulia menyelesaikan nya terlebih dahulu.''
Para pelayan mengangguk dan pergi dari kediaman Pínfēi.
Sedangkan di sisi lain ...
Nona SuLien tengah di rias oleh beberapa pelayan dan dayang di kediamannya. Di mana pera pelayan tengah memasangkan perhiasan dan pewarna merah di bibir Nona SuLien.
Nona SuLien melihat dirinya yang sempurna di cermin lalu tersenyum dengan bangga.
''Setelah YangMulia Kaisar melihat anda, saya yakin jika YangMulia tidak akan berhenti menatap anda.'' Puji salah satu pelayan.
Nona SuLien semakin tersenyum lebar lalu berkata, ''Menatap saja tidak cukup! Dia harus terkesima padaku saat dia melihat kecantikan ku.''
Pelayan itu mengangguk, ''Tandu sudah di siapkan di luar, cepatlah naik kedalam tandu sebelum waktu baik menghilang.''
''Baiklah.''
Nona SuLien melangkah dengan anggun keluar dari kediamannya, di ikuti beberapa pelayan di belakangnya.
Sementara di luar, sudah banyak orang yang berbaris untuk menyaksikan upacara pernikahan Kaisar. Dimana semua bangsawan dan nona bangsawan hadir untuk memeriahkan.
Terlihat jika IbuSuri sudah duduk di atas sana menunggu kedua pengantin itu datang, namun ia gelisah karna sampai saat ini anaknya tidak kunjung datang.
IbuSuri pun membisikan sesuatu pada Dayang kepercayaannya untuk memanggil Kaisar di kediaman Pínfēi FuWei. Karna dia yakin jika Selir FuWei sengaja untuk menunda waktu baik yang sudah di rencanakan.
''Permaisuri telah tiba ...''
Teriakan itu menggema bersamaan pintu terbuka dan menampilkan tandu yang di mana di dalamnya ada Nona SuLien. Semua orang berdiri menyambut Permaisuri mereka, begitu pun IbuSuri yang sudah tersenyum walau dalam hati merasa bimbang.
Nona SuLien turun dari tandu, melihat kanan kiri tidak menemukan Kaisar Feng JianYu.
'Kemana dia? Kenapa belum datang.'
Ketika semua orang tengah berbisik bisik karna Kaisar tidak ada, tidak lama seseorang berlari dan berhenti untuk menetralkan nafasnya yang masih terengah rengah.
Kaisar Feng JianYu selalu lupa waktu jika sudah bersama selirnya, jika saja Dayang IbuSuri tidak memanggilnya ... mungkin dia tidak akan datang ke sini sampai kapan pun.
''YangMulia Kaisar telah tiba ...'' Teriak Kaisam Rui, yang sama terengahnya karna berlari cukup jauh dari kediaman Pínfēi ke Aula luar istana.
Upacara pernikahan pun di laksanakan, namun ada saja tingkah Kaisar Feng yang membuat IbuSuri menggertakkan giginya. Di antaranya ketika kedua pengantin harus meminum arak bersama, tapi Kaisar malah berpura-pura meminumnya dan membuang arak itu kebelakang ... dan masih banyak lagi yang ia langar di upacara pernikahan nya.
'Pernikahan ini tidak sah 'Kan? aku sudah melanggar upacara.' Gumam Kaisar Feng JianYu tersenyum senang, karna di dalam hatinya hanya ada FuWei seorang ... dan dia akan melakukan upacara pernikahan hanya dengan FuWei suatu saat nanti.
•
Jika Kaisar sudah mengacau di upacara pernikahan nya sendiri, apakah dia akan datang untuk menghabiskan malam pertama dengan Permaisuri SuLien?
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...