
''Tabib, apa yang kalian cemaskan! Katakan kebenarannya jika selir Agung tidaklah hamil!'' Teriak IbuSuri.
''Selir Agung hamil, YangMulia ... saya bisa merasakan denyut nadinya.''
''Hah!'' Permaisuri dan IbuSuri hampir saja terhiyung kebelakang saat mendengarnya.
Permaisuri langsung menatap ke arah dayang kepercayaan IbuSuri, ''Bagaimana ini bisa terjadi!'' sentaknya dengan nada menekan.
''Ini tidak mungkin YangMulia, hamba melihat sendiri jika pelayan HowaShe melakukan tugasnya.''
''Kau! Dasar tidak berguna.''
Sementara pelayan HowaShe menatap lurus ke arah IbuSuri dan Permaisuri, lalu menyunggingkan bibirnya.
• • •
FLASHBACK ON•
Pelayan HowaShe keluar dari kediaman IbuSuri, menoleh sebentar ke arah pintu dengan pikiran berkecamuk dalam hatinya.
'Mereka lebih kejam dibandingkan selir FuWei, tidak heran jika YangMulia Kaisar tidak mempercayai mereka.'
Setelah berpikir lama ... pelayan HowaShe pergi, namun dari arah pojok ada yang memperhatikannya dan membuntuti Pelayan HowaShe.
''Tunggu.''
Pelayan HowaShe menoleh kebelakang.
''Dayang JungBee.''
Dayang JungBee menyeret tangan pelayan HowaShe menuju ke tempat sepi, lalu memandang pelayan HowaShe dengan curiga.
''Apa? Apa yang mau kau bicarakan denganku.''
Dayang JungBee tersenyum lalu berkata, ''Apa dia menyuruh mu melakukan sesuatu?''
Pelayan HowaShe terdiam.
''Apa yang mereka janjikan? memberikan tael emas, perak? Atau menjanjikan mu sebagai Dayang?''
'Ternyata kau peka.'
Pelayan HowaShe menghela nafasnya lalu berkata, ''Lebih dari itu, Mungkin.''
''Aku tidak tau apa yang mereka janjikan padamu, tapi kau jangan terlalu mempercayai mereka.''
''Kenapa?''
Dayang JungBee terkekeh, ''Apa kau buta? YangMulia Kaisar tidak pernah menyukai Permaisuri, terlebih IbuSuri bukanlah Ibu kandung YangMulia Kaisar. Jika kau terlibat dengan mereka, maka semua kesalahan mereka akan di limpahkan padamu!''
Pelayan HowaShe terdiam.
''Kau tidak berpikir kesana bukan? Kau dan aku hanya seorang masuri rendahan yang kapan saja bisa mati. Cih, Jika aku menjadi dirimu ... lebih baik aku memilih di pihak selir Agung yang sudah jelas di cintai oleh Kaisar.''
Setelah mengatakan itu ... Dayang JungBee pergi meninggalkan pelayan HowaShe yang bimbang.
''Tunggu.'' Panggilnya.
Dayang JungBee berhenti.
''Aku ingin bertemu dengan selir Agung.''
Dayang JungBee tersenyum, lalu menoleh kebelakang dan mengangguk.
''Ayo.''
Beberapa menit kemudian, Dayang JungBee sudah berada di kediaman Selir FuWei dan sudah menghadapnya.
''Ada apa?'' Tanya FuWei melihat Dayang JungBee dan pelayan yang sedang menunuk.
Pelayan HowaShe mengeluarkan sesuatu di balik hanfunya dan menaruh gumpalan kecil itu di atas meja.
FuWei mengerutkan keningnya.
''Itu adalah racun.'' Ucap pelayan HowaShe, yang mana membuat FuWei tidak jadi menyentuh barang itu.
Pelayan HowaShe mengangguk, lalu menceritakan segalanya yang dia tahu ... termasuk niat jahat Permaisuri dan IbuSuri yang ingin menghabisi keturunan Kaisar.
FuWei mengepalkan kedua tangannya.
''Apa rencana kita?'' Tanya Dayang JungBee, yang ikut kesal saat mendengar rencana jahat Permaisuri dan IbuSuri.
''Apakah YangMulia Kaisar harus tahu?''
''Tidak, jika kita tidak memiliki bukti yang kuat. Maka akulah yang akan terkena masalah dan di cap sebagai penjahat karna sudah memfitnah Permaisuri.''
Dayang JungBee sangat cemas. ''Ya, itu benar.''
FuWei yang sedang berpikir langsung tersenyum ketika ide jahat muncul di benaknya. ''Tapi ini waktu yang sangat menguntungkan, Ha ha ha ... ini kesempatan baik untuk aku bisa menjatuhkan tahta IbuSuri dan Permaisuri.''
''Maksud, selir Agung?''
''Akan aku pastikan jika mereka akan jatuh ke perangkap mereka sendiri.'' Ucap FuWei melirik ke arah pelayan HowaShe dan tersenyum.
''Selir Agung memang cerdik.'' puji pelayan HowaShe, yang mengerti arah pikiran FuWei.
''Aku hanya ingin hidup tenang di dalam istana tanpa membuat kegaduhan, tapi mereka memulainya terlebih dahulu. Ha ha ha, maka jangan salahkan aku jika membalas mereka dengan balasan yang akan membuat mereka jera seumur hidu mereka.''
Dan di mulai malam itu, pelayan HowaShe resmi memihak FuWei dan bekerja sama ... bahkan pelayan HowaShe mengganti racun itu dengan kayu manis yang sudah di haluskan dan membuang racun itu.
Maka dari itu, biarpun kue itu di makan habis oleh FuWei ... maka tidak ada efek sampingnya. Bahkan teh yang di buat pun tidak ada racun sama sekali.
Pelayan HowaShe pun sengaja membawa gumpalan kain yang sudah di taburi darah hewan lalu rumor itu menyebar sesuai yang di inginkan. Bahkan jika tabib memeriksa denyut nadi FuWei pun itu adalah rencana yang sudah di susun rapih.
•
•
FLASHBACK OFF•
Dayang JungBee dan pelayan HowaShe membantu selir Agung untuk berdiri, lalu Kaisar berlari menghampiri FuWei dan memeluknya.
''Maafkan aku, apa kau baik-baik saja?''
Selir FuWei tidak menjawab, namun memandang tiga orang musuhnya yang sudah pucat pasi.
''YangMulia, aku meminta keadilan!'' Ucap selir FuWei dengan tegas.
''Ya, Tentu saja.'' Jawab Kaisar, menoleh ke arah belakang menatap IbuSuri dan Permaisuri bersama perdana menteri.
IbuSuri langsung berlutut dan meminta maaf atas kejadian yang tidak terduga ini, namun FuWei tidak akan membiarkannya dengan kata maaf. Mereka bertiga sudah bermain-main dengan nyawa seseorang ... apa lagi nyawa itu belum sempat lahir ke dunia.
''IBUSURI!'' Bentak FuWei, sambil menggertakkan giginya dengan dagu terangkat memandang IbuSuri. ''Ini bukan sesuatu yang bisa di tangani dengan kata maaf, IbuSuri! Kejadian ini membuat keluarga kerajaan menjadi bahan gunjingan dan tertawaan para pelayan dan masyarakat.''
IbuSuri terdiam.
''Karna rumor menjengkelkan itu, aku harus mengalami penghinaan yang tidak bisa aku maafkan! IbuSuri dan Permaisuri harus bertanggung jawab atas kejahatan ini.''
FuWei berhenti sejenak, lalu menghela nafas.
''YangMulia Kaisar, aku ingin mereka di hukum atas kejahatan mereka. Jika perlu kurung mereka di istana dingin.''
IbuSuri dan Permaisuri melototkan kedua mata mereka dan menggelengkan kepalanya, mereka tidak ingin masuk kedalam istana dingin yang mengerikan.
''YangMulia ... hamba mohon jangan! Hamba tidak ingin masuk kedalam istana dingin, YangMulia.'' Permaisuri SuLien berlutut.
''Ayah ... tolong aku Ayah, aku tidak ingin masuk ke istana dingin Ayah.''
Perdana menteri hanya diam tidak bisa melakukan apapun, ia mengepalkan kedua tanganya karna di langkahi oleh Selir FuWei hingga kecerobohan ini bisa terjadi.
''APA YANG KALIAN TUNGGU! CEPAT KURUNG PERMAISURI DI ISTANA DINGIN, BEGITU PUN IBUSURI. BERI MEREKA 100 KALI PUKULAN SETIAP HARINYA. JANGAN SAMPAI ADA YANG MELEPASKAN MEREKA TANPA SEIZIN DARIKU.'
Pera pengawal menyeret IbuSuri dan Permaisuri dengan paksa, Kaisar tidak perduli teriakan meminta ampun atas kesalahannya.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...