Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 35 : Terbakar.


Malam hari...


IbuSuri yang sudah berada di istana dingin, dan sudah mendapatkan pukulan sebanyak seratus kali ... kini diam terpaku dengan wajah kosong ... ia tidak menyangka jika dia bisa seceroboh dan kalah oleh selir FuWei.


Entah berapa lama ia akan di kurung di istana dingin, yang pasti dia tidak akan keluar dengan cepat. Seluruh tubuhnya sakit dan memar, akibat pukulan yang tiada henti.


''Dayang!''


''Ya, IbuSuri.'' Sang dayang membungkuk.


''Apa kau sudah menyiapkan apa yang aku minta?''


''IbuSuri ... apa anda yakin dengan keputusan anda? Jangan gegabah IbuSuri, kita bisa merencanakan hal yang lain untuk menyingkirkan selir Agung.''


IbuSuri menoleh dengan tatapan marah. ''Cepat sajikan! Jangan terlalu banyak bicara.''


''IbuSuri ... Nyawa anda akan menjadi taruhannya,'' ujarnya.


BRAAAK!


''Aku tidak perduli! Aku yakin YangMulia akan menolongku dengan cepat, aku tidak mau berada di sini terlalu lama.''


Dayang itu menunduk lalu pergi mengambil apa yang di inginkan oleh Junjungannya, lalu meletakkan mangkuk berisi sup bening di atas meja.


''IbuSuri, hamba mohon untuk mempertimbangkan keputusan anda.''


Terlihat IbuSuri menghela nafasnya dengan bimbingan saat menatap mangkuk itu.


''Selir Agung telah tiba ...''


Kedua mata IbuSuri melirik ke arah pintu masuk, ia melihat selir Agung masuk dan mengepalkan kedua tanganya.


'Sangat kebetulan dia datang! Dia akan di salahkan dalam hal ini, aku tidak akan diam lebih lama di sini.' Gumam IbuSuri dalam hati.


''Kau kesini pasti akan menertawakan aku.''


Selir FuWei berdiri tak jauh dari arah IbuSuri, laku berkata. ''Tentu saja, tapi sepertinya menertawakan anda percuma saja. Seharusnya anda meminta maaf secara pribadi terhadapku atas kejahatan anda IbuSuri.''


''Apa IbuSuri sudah menyadari kesalahan yang anda perbuat?''


IbuSuri terkekeh. ''Jangan harap aku akan berlutut meminta maaf! Aku lebih baik mati di bandingkan harus membungkuk apa lagi berlutut padamu!''


Selir FuWei menghela nafasnya.


''Pada akhirnya, anda lebih memilih di permalukan di bandingkan membiarkan aku hidup damai di istana. Bukankah sudah aku katakan jika aku hanya ingin hidup damai di istana, dan jangan mengusikku.''


''Atas dasar apa aku harus membiarkan wanita rendahan dari kasta rendah seperti mu hidup damai di istana!'' Teriak IbuSuri.


''IbuSuri. Jangan mendorong anda pada kematian! Saya tidak sebaik itu.'' selir FuWei memperingati.


IbuSuri menyunggingkan bibirnya, ''Jika pun aku mati! Maka aku akan menghantui dirimu. Tapi aku yakin jika YangMulia tidak akan membiarkan aku mati, akulah yang sudah mengurus YangMulia sedari kecil hingga sekarang.''


IbuSuri mengambil mangkuk itu dan tersenyum, lalu meminumnya.


PRAANG!


IbuSuri melempar mangkuk itu di depan selir FuWei.


''Berani sekali kau bermain-main di atas kepalaku! Akan aku buktikan jika kali ini kau tidak akan pernah lepas dari kesalahan ini, dan YangMulia pasti akan menyalahkan dirimu.''


UHUK!


IbuSuri tiba-tiba batuk berdarah, yang mana membuat Selir FuWei terkejut.


''IbuSuri ...'' Teriak dayang setianya memeriksa dengan khawatir, lalu melihat selir FuWei.


''Selir Agung, apa yang sudah anda perbuat! Apa anda sengaja meracuni IbuSuri.'' Teriaknya.


FuWei sadar jika ia telah di jebak, menatap dayang yang sudah menuduhnya.


''Sialan! Beraninya kau membual dan menuduhku!''


''Selir Agung, kau sudah meracuni IbuSuri.''


BRUG!


FuWei menendang dayang setia IbuSuri, lalu membekap mulutnya dan mengikatnya dengan kuat. ''Beraninya orang rendahan sepertimu memfitnah diriku! Kau akan mati dengan Junjungan mu!''


''Mmm ... mmmm.''


FuWei melangkah pergi, tapi ia menoleh kebelakang lalu mengambil lilin dan kembali lagi kehadapan IbuSuri. ''Kalian ingin mati bukan? Maka matilah dan hidup abadi di dalam neraka.''


Selir FuWei perlahan membakar hanfu yang di pakai dayang itu, hingga merambat dengan perlahan ... bukan itu saja, selir FuWei membakar tubuh Ibusuri tanpa pandang bulu.


Dayang itu berteriak kepanasan, namun suaranya terhalang oleh bekapan di dalam mulutnya hingga siapapun tidak bisa mendengar teriakkannnya.


Katakanlah dia kejam, tapi perselisihan ini harus segera di hentikan. FuWei hanya ingin damai menikmati kehidupan keduanya, tapi orang-orang ini tidak membiarkannya hidup dengan tenang.


Setelah api merambat ke arah dinding, selir FuWei tidak segan-segan membakar hanfunya lalu berlari keluar dan berteriak histeris.


''Ahhhkkk ... Tolong, panas!''


Semua penjaga, dayang, pelayan, begitu terkejut melihat Selir kesayangan Kaisar keluar dengan api di tubuhnya.


''Selir Agung!'' Teriak mereka secara bersamaan, lalu menolong selir FuWei untuk memadamkan api di tubuhnya.


''Cepat beritahu YangMulia tentang hal ini.''


''Baik.''


•


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...