Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
B10 : Dua gunung kambar.


Hap.


FuWei berhasil turun dari tembok yang tinggi, melihat kanan kiri lalu berguling ke arah semak semak bunga dan bersembunyi.


Membuka semak semak itu untuk melihat sekitar, setelah aman ... ia berjalan mengendap mengendap untuk menghindari para penjaga.


Tuing.


...Tuing....


Tuing.


FuWei bersembunyi di balik tembok, lalu melihat ke depan.


Setelah aman, ia langsung berdehem dan mengibaskan hanfunya berjalan seperti biasa.


"Tenang ... aku harus tenang."


FuWei berjalan dengan dagu terangkat, walau hatinya masih was was karna takut apa yang dia lakukan terbongkar.


“Fínfēi ...” Panggil seseorang dari arah belakang.


FuWei menoleh, “Hm.”


“Ya Dewa. Fínfēi, kemana saja anda ... hamba mencari mu dari semalam.” Dayang JungBee terlihat khawatir.


“Aah ... ak-aku, khem! Apa kau harus tau aku dari mana?” cetus FuWei, pura-pura tidak suka.


“Ampun Pínfēi, mohon ampun atas kelancangan hamba.”


“Hmpt, baiklah aku ampuni kali ini. Tapi aku lapar.”


“Baik, ikuti hamba Fínfēi. Para pelayan sudah menyediakan makanan untuk anda.”


“Yeeey ...”


• • •


FuWei makan dengan lahap, di temani oleh dayang JungBee yang tengah menunduk menunggu FuWei selesai makan.


“Dayang, apa kau sudah makan?”


Dayang JungBe terdiam dan menunduk. “Belum Pínfēi.”


“Mengapa?”


“Karna seorang bawahan hanya bisa makan setelah Junjungan nya selesai makan.” Ucap dayang JungBee, yang membuat FuWei langsung ridak melanjutkan makanan nya.


“Jadi kau makan sisa dariku?”


Dayang JungBee mengangguk.


"Astaga ... Kenapa aku baru tau."


FuWei langsung tidak selera makan, walau di kehidupan nya ia berprofesi sebagai copet dan hidup di jalanan. Tapi ia tidak pernah sekali pun makan makanan sisa orang lain.


Hidup dan menjadi pelayan istana ternyata lebih menyedihkan di bandingkan mencopet dan hidup di jalanan.


FuWei melihat makanan yang ada di meja yang begitu banyak, lalu menaruh sempit yang tengah dia pegang.


“Buang sisa makanan ku, dan makan lah makanan yang belum aku sentuh. Kalian bekerja keras di istana dan kalian berhak mendapatkan asupan yang lebih kayak.


“Pínfēi ...”


“Ck, jangan memperlihatkan muka memelas seperti itu.” FuWei membuang muka nya, lalu berdiri dari duduknya.


“Aku mau mandi, kalian makan lah karna aku bisa mandi sendiri.”


• • •


FuWei yang berendam di kolam pemandian air panas, ia tengah melamun memikirkan kejadian semalam yang belum ia ingat sampai sekarang.


Ia bingung apa yang harus aku lakukan, kenapa dia bisa keluar dari kandang singa dan masuk ke kandang buaya. Alih alih ingin menghidari Kaisar Tua bangka, malah menyerahkan diri pada pria yang tidak ia kenal.


FuWei langsung menenggelamkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya, berharap jika dia ingat sesuatu tentang semalam.


SREENGG!


Suatu pedang datang ke arahnya, ia terlihat menepis dan melawan dengan lihainya.


FuWei berpikir jika ini adalah ingatan sang pemilik tubuh.


FuWei langsung merampas pedang sang ninja lalu bertarung melawan mereka..


Traang..


...Traang....


Sreeett..


Jleb..


...Jleb.....


Tak butuh waktu lama, FuWei sang pemilik tubuh menghabisi tiga ninja yang sudah menghalangi jalannya. Mereka terkapar lemah di tanah tanpa kepala di badan mereka masing masing.


Masuk akal'kah seorang gadis yang baru berusia lima belas tahun bisa menebas kepala ninja tanpa rasa takut, apa lagi dengan mimik muka dingin seperti itu.


''Ammpptt.''


FuWei seperti tercekik sesuatu, hingga ia tenggelam tidak bisa bangun untuk mendongkakan kepalanya.


Blubuk. Blubuk, Blubuk.


"Tolong ... seseorang tolong ..." Teriak FuWei, namun tidak bisa bersuara.


BYURRR.


Terlihat seseorang masuk kedalam air dan menyelamatkan FuWei.


''Heii, bangun! Ada apa dengan mu?'' Kaisar Feng JianYu, menepuk pipi FuWei, saat ia sudah membawa FuWei ke atas.


''KASIM RUI! PANGGILKAN TABIB ISTANA.'' Teriak Kaisar Feng JianYu.


Kasim Rui yang ada di luar kediaman langsung berlari, begitu pun Dayang JungBee yang panik melihat Junjungan nya yang tidak sadarkan diri.


''Mohon ampun YangMulia, hamba tidak becus menjaga Pínfēi dengan baik.'' Dayang JungBee berlutut.


Sementara Kaisar Feng JianYu tidak perduli, ia berusaha memberikan nafas buatan dan menekan dada FuWei agar mengeluarkan air dalam tubuhnya.


Untuk saja dia datang tepat waktu, jika saja dia telat sedikit. Mungkin Selir kesayangan nya akan mati tenggelam.


Uhuk.


...Uhuk....


FuWei batuk dan mengeluarkan air.


''Kamu tidak apa-apa? Ahhh syukurlah.'' Kaisar Feng JianYu, langsung memeluk FuWei.


Sementara Fuwei masih linglung, ia tadi merasakan sekarat dan sekarang di ambil kembali kesadarannya.


''Pínfēi ...''


Kaisar Feng JianYu langsung memangku FuWei dan membaringkan nya di peraduan.


''Ambilkan hanfu baru, biar aku yang menggantikan.'' Ucap Kaisar Feng JianYu, yang membuat FuWei langsung tersadar.


''APA! SIAPA KAMU YANG BERANI INGIN MENGGANTIKAN PAKAIAN KU!'' Bentak FuWei berkacak pinggang, sampai sampai ia tidak menyadari jika kain yang dia pakai merosot dan memperlihatkan dua gundukan kembarnya.


Sedangkan Dayang JungBee langsung menunduk dengan menggigit bibi bawahnya. Dalam benaknya ia berpikir, berani sekali seorang selir membentak seorang Kaisar.


''Ahhh .. Dua gunung kembar itu begitu indah, apa aku boleh mencicipinya lagi?''



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...