
''Kaisar telah tiba ...'' Teriak penjaga di luar kediaman Permaisuri, lalu penjaga membuka'kan pintu untuk Kaisar masuk kedalam.
Di dalam, Permaisuri SuLien sudah gugup dan salah tingkah, namun sebisa mungkin ia menetralkan perasaannya yang gugup lalu berdiri untuk menyambut Kaisar.
Permaisuri sedikit membungkuk ketika Kaisar berdiri tepat di depannya ... namun Kaisar tidak mengatakan apapun, dan para pelayan membuka jubah Kaisar lalu keluar meninggalkan Junjungan mereka untuk bersama menghabiskan malam pengantin.
''Bagaimana anda bisa terlambat YangMulia?'' Tanya Permaisuri SuLien dengan lembut.
Kaisar hanya melirik dan langsung duduk di kursi yang sudah tersaji beberapa makanan dan minuman.
''Maaf, aku tidak bisa meninggalkan Selir kesayanganku.''
Deg.
'Bagaimana bisa dia mengatakan begitu gamblang padaku! ******** sialan. Lihat saja besok." Gumam Permaisuri SuLien dengan kesal, namun ia tersenyum dan duduk di depan Kaisar.
''Saya akan menuangkan minuman untuk mu.''
Kaisar mengangguk, lalu melihat sekitar di mana tempat ini di penuhi warna merah ... lalu ia melihat ke arah peraduan di mana ia merasa jijik melihat banyak bunga mawar bertaburan di atasnya.
'Ya Dewa! Apa semua itu.'
Ketika Kaisar sedang memindai seluruh ruangan, Permaisuri SuLien dengan sengaja menurunkan hanfunya agar belahan dadanya semakin menonjol.
'Aku yakin jika YangMulia akan tergoda.'
KHEM.
Permaisuri berdehem dan mengibaskan sebelah rambutnya kebelakang, lalu menuangkan teh untuk Kaisar Feng.
''Ini adalah anggur terbaik dari kerajaan selatan, di campur sedikit madu akan membuat yang YangMulia puas ketika meminumnya.''
Kaisar mengambil cangkir anggur itu dan meminunnya tanpa melirik lawan jenis, sedangkan Permaisuri terus membuat tingkah agar Kaisar melihat penampilannya yang cantik.
''YangMulia, anda ingin meminumnya lagi?''
Permaisuri berdiri dari duduknya dan melangkah ke arah peraduan, membuka jubahnya dan hanya meninggalkan kain tipis saja.
''YangMulia, bukankah kita harus segera segera melakukan ritual suci.'' Ucap Permaisuri dengan malu-malu.
''Ritual suci? Aahhh ...'' Kaisar mengangguk.
Kaisar berdiri dari duduknya tapi dia hanya diam memandang Permaisuri dari atas sampai bawah. ''Permaisuri, kau sangat cantik.''
'Bodoh. Mengapa kau baru menyadarinya, YangMulia.'
''Kemarilah YangMulia, tidur di sisiku dan beristirahat lah dengan nyaman ... tubuh dan hatiku sekarang milik anda YangMulia, jadi apapun boleh anda lakukan padaku mulai malam ini.'' Ucap Permaisuri merentangkan kedua tanganya dengan lebar.
Di dalam benaknya, ia sudah mengira jika Kaisar akan datang dan memeluknya dengan erat dan mengatakan sejuta cinta padanya. Namun khayalan nya itu di patahkan ketika Kaisar berkata.
''Kau memang cantik, begitu pun dengan tubuhmu ... tapi sayang sekali masih jauh dari segi mana pun dengan Selir kesayanganku. Jika boleh di bandingkan, kau tidak bisa menandingi Selirku yang mana dia begitu sempurna.''
Permaisuri SuLien menggertakkan giginya.
''Ha ha ha ... dan apa yang kau lakukan dan katakan barusan? Kau sama seperti perempuan murahan yang sedang memanggil pelanggan di rumah tulip.''
''YANGMULIA!''
''Ssttt ... jangan berteriak, karna apa yang aku katakan benar adanya. Kau memang Permaisuri di Kekaisaran ini, tapi tidak di hatiku! Di hatiku hanya ada FuWei seorang ... Selir kesayanganku.''
Setelah mengatakan itu, Kaisar Feng JianYu lantas pergi dari kediaman Permaisuri. Yang mana membuat Permaisuri berteriak hiteris dan mengamuk di dalam kamarnya, membanting semua benda yang ada.
''Ahhkk ... sialan! Tidak. Bagaimana ini bisa terjadi ... bukankah YangMulia sendiri yabg berkata jika akan mencintaiku dan selalu mengirimkan bunga tanda cintamu! Tapi apa ini? Aahhkk!''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...