
Beberapa orang datang ke perjamuan, di mana mereka adalah orang-orang Kekaisaran. Mereka menunduk dan memberi salam pasa Kaisar untuk membawakan perintah yang sudah di sepakati.
Salah satu orang itu memegang gulungan berwarna emas lalu berdiri tepat di depan FuWei dan membacanya. ''Surat perintah Kekaisaran."
FuWei langsung berlutut, ketika Kaisar Feng memberikan kode padanya.
''Selir FuWei sudah membuktikan diri sebagai orang yang baik dan jujur, dia telah mengandung pewaris Kekaisaran. Yang merupakan kebahagian bagi istana dan negeri ini, kami memberi gelar Selir Agung satu tingkat di bawah Permaisuri dan menjadikan selir FuWei menjadi istri kedua yang sah. Kami berharap anda mematuhi perintah yang sudah kami sepakati.''
Orang pemerintahan Kekaisaran memberikan gulungan itu pada FuWei, lalu FuWei berkata jika dia akan mematuhi segala perintah dan setia pada YangMulia Kaisar.
Permaisuri SuLien mengepalkan kedua tanganya, hingga kukunya memutihkan menahan amarah ... begitu pun Ibu Suri dan Perdana menteri.
''Selamat YangMulia Selir Agung.''
''Selamat.''
Semua orang yang hadir di perjamuan memberikan selamat sembari menunduk hormat, yang mana membuat kobaran api itu semakin membesar di dalam hati Permaisuri.
PRAAANGG!
Permaisuri SuLien membanting cangkir yang ada di meja depannya.
''YangMulia, itu tidak bisa aku terima!'' Teriak Permaisuri SuLien, yang mana membuat semua orang terkejut.
''Bagaimana gelandangan sepertinya bisa memiliki gelar satu tingkat di bawahku! Itu sama saja YangMulia sedang mengolok ngolokku.''
Kaisar Feng memincingkan salah satu matanya lalu berkata, ''Apa perlu aku meminta persetujuan mu, Permaisuri?''
''Ya! Tentu saja itu perlu, karna aku adalah Permaisuri dan penguasa di istana belakang! Tidak cukupkah jika dia hanya bergelar selir kesayangamu? kenapa dia harus di beri gelar Selir Agung.''
''Tidak ada yang bisa merubah pendapatku! Kau sudah lancang melawanku sebagai Kaisar, apa kau ing---''
''YangMulia.'' IbuSuri menyela perkataan Kaisar, karna ia tau jika Permaisuri akan mendapatkan masalah karna kelancangannya.
IbuSuri menghampiri Kaisar dan berkata jika di akan mendisiplinkan Permaisuri, dan memberi selamat atas kabar yang baru saja di sampaikan. Setelah mengatakan itu, IbuSuri menyeret Permaisuri ikut bersamanya.
Semua orang kembali berpesta, hanya Permaisuri dan IbuSuri beserta Perdana menteri yang pergi.
• • •
PLAK!
''Apa kau sudah kehilangan akal.'' IbuSuri menampar Permaisuri karna kecerobohannya.
''IbuSuri.'' Perdana menteri melototkan kedua matanya tidak terima.
''Aku tau kau dan anakmu tidak suka atas keputusan Kaisar! Tapi tidak melawan secara terang-terangan seperti yang baru saja anakmu lakukan. Dia benar-benar ceroboh dan bisa merusak rencana kita.''
''IbuSuri.''
''Dengar Permaisuri! Walau kau perotes, kau tidak akan bisa mendapatkan suara. Karna Kaisar memiliki wewenang dan tidak bisa di gertak oleh apapun!''
IbuSuri terdiam sejenak lalu tersenyum. ''Cobalah berteman dengan Selir FuWei,'' ujar IbuSuri membuat Permaisuri terkejut.
''Bagaimana bisa.''
''Tentu kau harus bisa, jika kau ingin mengalahkannya ... maka kau harus menjadi teman baiknya dan mendorongnya dari dalam. Itu akan sangat menguntungkan.''
Permaisuri diam sedangkan Perdana menteri mengangguk setuju sambil berpikir.
''Tapi, apakah IbuSuri yakin dia hamil!''
''Ya, aku sudah menanyakan kebenarannya pada tabib kerajaan.''
''Ini benar-benar bencana! Kita harus bergerak sebelum anak yang di kandung Selir FuWei lahir, karna aku yakin jika Kaisar akan menjadikan anak itu putra Mahkota jika anak itu terlahir laki-laki.''
''Ayah ... apa yang harus kita lakukan! Aku tidak mau semua itu terjadi.''
''Baiklah, aku punya ide bagus untuk rencana kedepannya, selain putriku harus menjadi teman Selir Fu, di satu sisi kita harus menanamkan mata-mata di kediaman Selir Fu.''
''Itu berarti kita harus berpikir hati-hati untuk mencari pelayan yang akan menjadi mata-mata untuk kita,'' Ujar Permaisuri.
''Putriku, kau harus mendengarkan Ayah baik-baik. Kau tidak boleh melakukan kesalahan. Cari pelayan yang terpelajar dan bisa terpercaya.''
IbuSuri dan Permaisuri mengangguk dengan yakin, jika rencana mereka kali ini akan berhasil.
• • •
Ke'esokan pagi ...
Dayang kepercayaan IbuSuri berjalan ke arah para pelayan yang sedang berkumpul.
''Siapa yang bernama HowaShe?''
Semua orang menunduk, lalu dua orang dari mereka berdiri dan mendekat.
Dayang kepercayaan IbuSuri memindai dari atas sampai bawah, lalu menyuruh mereka untuk ikut bersamanya.
'Dia kandidat yang cocok unuk menjadi mata-mata.'
Sedangkan para pelayan berbisik setelah pelayan HowaShe di bawa oleh dayang kepercayaan IbuSuri.
''Kenapa dayang dari kediaman IbuSuri membawa HowaShe?''
''Tidak tau, sepertinya dia membuat kesalahan.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...