
Dayang JungBee berjalan dengan cepat untuk memberikan kabar yang dia tau untuk Junjungan nya.
''Selir FuWei ...'' panggilnya, bersamaan ia membuka pintu kediaman FuWei.
''Yaa, ada apa?'' Tanya FuWei yang masih belum tidur, dan duduk membaca buku yang dia suka.
''Selir Fu, aku mendapatkan kabar yang baik.'' Dayang JungBee membisikan sesuatu pada FuWei, yang mana membuat FuWei langsung melihat dayangnya dan tersenyum.
''Permaisuri di abaikan di malam pertama mereka?'' Tanya FuWei memastikan pada Dayang JungBee.
''Yaa ... entah apa yang di katakan YangMulia Kaisar, tapi setelah YangMulia pergi ... Permaisuri mengacaukan kediaman nya sendiri dan berteriak histeris seperti orang gila.''
''Lalu kemana YangMulia pergi?''
''Sekarang YangMulia berada di ruang baca, tapi sepertinya sebentar lagi YangMulia akan menuju kemari.''
FuWei tersenyum, ini kabar baik untuknya namun tidak untuk IbuSuri pastinya.
''JungBee, sebarkan berita ini secara diam-diam pada para pelayan istana, sebarkan jika YangMulia telah meninggalkan Permaisuri di malam pertama mereka.''
''Baik, Pínfēi.''
FuWei tersenyum menutup bukunya lalu berkata, ''Kabar ini akan membuat IbuSuri dan perdana mentri kehilangan muka, mereka berdua tidak akan besar kepala dan bisa mengintimidasi ku kedepannya.''
''Tentu saja saya akan melakukannya, Selir.''
''Pínfēi, YangMulia Kaisar telah tiba.'' Teriak penjaga di luar, membuat dayang JungBee langsung membungkuk dan pergi.
''Biarkan dia masuk.'' Jawab FuWei, lalu berdiri untuk menyambut Kaisar.
''YangMulia, mengapa and--''
''Aku mengantuk, ayo temani aku tidur.'' Kaisar Feng JianYu menuntun FuWei untuk naik ke atas peraduan.
''Hanya tidur?''
Kaisar menoleh dan tersenyum menyeringai, ''Tentu saja tidak.''
''Ahhkk, YangMulia.''
Kaisar Feng JianYu memeluk tubuh FuWei dan melahap bibir ranum yang selalu menggoda iman nya, ''Kenapa kau selalu menggodaku hah.''
''Apakah begitu?'' Tanya FuWei, melingkarkan kedua tanganya di leher Kaisar lalu menciumnya dengan sensual.
Kedua Kaki FuWei melilit di pinggang dengan kedua tangan melingkar di leher, sedangkan Kaisar Feng menahan bokong FuWei dan membawanya ke atas peraduan.
Keduanya tidak pernah bosan untuk melakukan penyatuan siang dan malam, walau bukan pertama kali mereka melakukannya ... tapi penyatuan ini selalu membuat keduanya berdebar tak karuan dan hilang akal.
Suara erotis akan errangan dan dessahan keluar dari mulut FuWei saat milik Kaisar Feng yang perkasa terus menghentak berirama dengan nada yang syahdu akan decapan kulit yang beradu.
Kaisar Feng terus mendorong pinggulnya diikuti dengan FuWei bergerak seirama ... setiap peluh yang keluar dari keduanya menjadi saksi akan cinta yang mereka ungkapkan lewat bahasa tubuh. Hingga kedua insan itu mengerang secara bersamaan saat berhasil mendapatkan pelepasan nya. Deru nafas keduanya terengah-engah dan saling berpelukan.
•
•
•
•
•
Pagi hari•
Permaisuri SuLien pun menoleh ke belakang, ''Apakah ada berita yang heboh di istana ini?''
''Kami tidak tau Permaisuri, sepertinya itu hanya candaan para pelayan.'' Sang Dayang cepat menutupi gosip di istana, ia tidak mau Junjungannya sampai mengetahui segalanya.
''Mari Permaisuri, tidak perlu mengkhawatirkan yang tidak penting.''
Permaisuri SuLien pun mengangguk dan berjalan kembali untuk menemui Kaisar di kediaman nya, namun langkahnya terhenti ketika ada pelayan berjalan di depannya sambil tertawa.
''Ha ha ha ... apa kalian dengar? Dia tidak di cintai,'' Ujar para pelayan yang tidak memperhatikan jika tak jauh dari sampingnya ada Permaisuri SuLien.
''Kau! Kemarilah.''
Para pelayan itu melotot, lalu membungkuk. Mereka terkejut karna tidak memperhatikan sekitar.
''Kenapa kau tertawa begitu lepas! Apakah ada yang lucu?''
Para pelayan takut dan hanya menunuk saja. ''Ti-Tidak ada Permaisuri.''
''BOHONG! CEPAT KATAKAN JIKA KALIAN TIDAK MAU AKU HUKUM!'' Bentak Permaisuri SuLien, yang mana salah satu pelayan itu langsung berlutut.
''Hamba pantas mati Permaisuri, maaf karna semua pelayan tengah menggosipkan tentang anda karna di tinggalkan di malam pertama oleh YangMulia Kaisar.''
DEG.
'Sebegitu cepatkah berita ini menyebar.' Gumam Permaisuri SuLien, menggertakkan giginya.
''Permaisuri ... jangan terlalu di khawa---''
PLAK!
Permaisuri SuLien langsung menampar pelayan tadi hingga tersungkur, ia marah karna pelayan seperti mereka bisa menertawakan Permaisuri Kekaisaran ini.
''Lancang kalian semua! Bagaimana pelayan rendahan seperti kalian berani menertawakan ku! Akan ak--''
''Permaisuri ...'' Panggil seseorang yang membuat Permaisuri SuLien langsung menoleh.
''KAU!''
FuWei tersenyum dan membungkukkan kepalanya sedikit, ''Salam Permaisuri SuLien. Aaah, tadinya selir ini ingin berkunjung memberi salam untuk pertama kalinya pada anda yang baru saja mendapatkan gelar Permaisuri.''
FuWei menoleh ke arah para pelayan dan menjentikkan jarinya, menyuruh para pelayan yang akan di hukum itu untuk segera pergi sebelum Permaisuri mencambuk mereka karna bergosip.
''Apa yang membuat anda marah-marah di pagi hari yang cerah ini Permaisuri?''
Permaisuri ingin sekali menjambak FuWei dan menamparnya, namun ia urungkan dan langsung tersenyum.
''Tadinya aku ingin menemui Kaisar, tapi di jalan aku tidak sengaja melihat para pelayan tidak di siplin di saat bekerja. Jadi, aku sebagai Permaisuri perlu untuk mendisiplinkan para pelayan.''
FuWei tersenyum, ''Tentu saja harus mendisiplinkan pelayan seperti itu, apa lagi para pelayan yang bergosip tentang tuannya.'' FuWei pura-pura menutup mulutnya lalu tersenyum, ''Maaf Permaisuri, aku pamit untuk pergi ... karna tubuhku perlu istirahat, Haaaa. YangMulia Kaisar semalam bekerja terlalu bersemangat hingga aku tidak bisa mengimbanginya.''
Permaisuri SuLien mengepalkan kedua tanganya, harga dirinya benar-benar merasa terhina. Dia menatap dingin kepergian FuWei dan berkata.
''Cepat atau lambat, YangMulia Kaisar akan menjadi milikku!''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...