
''Istriku ...''
Kaisar Feng melihat FuWei yang tergeletak lemas di atas peraduan, ia menciumi tengan selir FuWei namun selir FuWei tidak kunjung bangun.
Permaisuri yang melihat betapa manisnya Kaisar memperlakukan selir FuWei membuat rasa iri nya meronta ronta. Ia ingin di sayangi seperti itu oleh Kaisar, namun sayang ... itu hanya anggannya saja karna Kaisar tidak menganggapnya ada.
''Dimana tanib kerajaan! Kenapa dia belum datang.'' Teriak Kaisar Feng.
''Salam YangMulia, mohon maaf ham--''
''Jangan banyak bicara! Cepat periksa istriku!''
Tabib itu mengangguk takut dan melangkah untuk memeriksa selir FuWei, namun pelayan yang lainnya menghentikan tabib itu mendekat karna Selir FuWei tidak menggunakan pakaian yang lengkap.
Akhirnya Kaisar menyuruh Tabib untuk memeriksa tangannya saja, dan menyekat menggunakan kain sebagai penghalang agar tabib tidak berani melihat tubuh selirnya.
Beberapa detik Tabib memeriksa denyut nadi di tangan selir FuWei, namun ia merasa heran karna tidak ada denyut nadi sang bayi. Hingga beberapa kali memeriksa namun ia tidak yakin.
''Bagimana keadaan selirku?''
''It--itu ... YangMulia,'' Tabib merasa gugup dan takut untuk menyampaikan.
''Katakan!''
''Terakhir hamba memeriksa, denyut nadinya dan sang bayi dalam kandungannya masih ada. Tapi sekarang membuat hamba bingung karna merasa samar tidak jelas.''
Permaisuri dan IbuSuri tersenyum saling pandang, mereka berdua senang mendengarnya.
''Tapi sepertinya hamba keliru, hamba akan memeriksa kembali ketika Selir FuWei sudah sadar dari pingsannya.''
Kaisar langsung duduk di sebelah selir FuWei dengan khawatir, ia tidak terlalu memperdulikan janin yang di kandung selirnya, melainkan keselamatan selir FuWei yang paling utama ... karna baginya ada atau pun tidak ada seorang keturunan, yang terpenting ia bisa bersama orang yang dia cintai.
''YangMulia, anda harus tegas dan memeriksanya kembali.'' Ucap IbuSuri dengan kukuh.
''Benar apa yang di katakan IbuSuri, jika bayi yang ada di kandungan selir tidak ada! Maka selir harus mendapatkan hukuman karna sudah lalai menjaga pewaris Kekaisaran.'' Permaisuri terus menyiram bensin kedalam api yang kecil.
''YangMulia, perdana menteri berada di luar.''
Kaisar memejamkan kedua matanya dengan geram ketika perdana menteri masuk dan mengatakan hal yang sama untuk menghukum selirnya karna sudah lalai menjaga keturunannya.
''YangMulia ...''
''DIAM! DIAM KALIAN SEMUA.'' Bentak Kaisar yang sudah tidak bisa menahan emosinya.
''Kalian ingin kebenaran? baiklah, mari kita berkumpul di Aula istana dan kita periksa denyut nadinya bersama sama.''
''Jika rumor yang menyebar ternyata palsu, aku akan mencari dalang di balik ini semua dan mereka yang sudah bersekongkol akan mendapatkan hukuman yang sangat berat dariku.''
''Tentu saja YangMulia, anda sangat bijaksana.'' Ucap Permaisuri dengan senyuman percaya diri, karna dia yakin jika anak yang di kandung Selir FuWei sudah mati.
''Tapi YangMulia, jika selir itu ternyata lalai menjaga kandungannya ... maka saya harap YangMulia akan berlaku tegas akan hal itu.''
Kaisar Feng menatap perdana menteri dengan geram.
''Kau ingin bermain-main denganku! Baiklah, kalian semua akan menanggung akibatnya.''
Setelah perdebatan panjang, Kaisar mengusir semua orang dari kediaman selirnya karna ia tidak mau selirnya terganggu.
•
•
•
•
•
Aula istana...
Semua orang sudah berkumpul untuk melihat apa yang terjadi. Tidak lama selir FuWei datang bersama dayang JungBee dan pelayan HowaShe.
Kaisar yang melihat selirnya yang malang mengepalkan kedua tanganya dengan geram, ia tidak bisa melihat orang yang dia cintai tertindas seperti ini. Namun dia yakin dalam hatinya jika selirnya tidak mungkin menghilangkan buah cinta mereka.
Selir FuWei terduduk di tengah tengah aula dengan lemas tanpa berdebat, di sana juga sudah di siapkan tabib istana dan tabib terbaik dari luar istana untuk memeriksa kebenarannya.
''Mulai pemeriksaannya!'' Teriak IbuSuri yang sudah tidak sabar.
Satu persatu memeriksa selir FuWei, yang mana membuat ketiga tabib itu terkejut dan berlutut di depan Kaisar.
''Bagaimana?'' Tanya Kaisar harap harap cemas.
''YangMulia. Selir FuWei ...''
Semua orang menantikan jawaban dari para tabib itu dengan jantung berdegub, dan pikiran mereka masing masing.
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...