
''Bagimana?'' Tanya FuWei pada pelayan HowaShe.
Pelayan HowaShe menggelengkan kepalanya, ''Tidak ada yang mencurigakan YangMulia, Mereka membereskan barang-barang mereka tanpa perdebatan atau membicarakan hal yang lain.''
FuWei terdiam.
''Sepertinya Permaisuri memang benar-benar ingin pergi, Mungkin dua takut hidupnya berakhir seperti YangMulia IbuSuri yang selalu membuat onar.'' Ucap Dayang JungBee
''Hufftt ... baiklah, kalian boleh beristirahat karna aku pun ingin istirahat.''
Dayang JungBee dan Pelayan HowaShe menunduk dan pergi meninggalkan FuWei.
FuWei berdiri dari duduknya dan membuka jendela menatap bulan yang menerangi gelapnya malam.
''Jika ini sudah takdirnya, maka aku tidak akan lagi mencurigainya dan melepaskan kepergiannya. Mungkin dengan kepergiannya hidupku akan damai dan tentram disini.''
''Sayang ... kau belum tidur?''
FuWei menoleh dan tersenyum, melangkah dan langsung memeluk Kaisar Feng.
''Apa semua akan baik-baik saja?''
Kaisar Feng membalas pelukan istrinya dan mencium Pucuk kepala FuWei dengan lembut.
''Ya, semua akan baik-baik saja ... tidak perlu mencurigainya.''
''Hm ... baiklah.''
''Ayo kita istirahat.''
FuWei dan Kaisar Feng beristirahat dengan tenang di atas peraduan, menunggu hari esok tiba.
•
...•...
Ke esokan pagi...
Semua orang mengatarkan kepergian Permaisuri SuLien ke gerbang istana dan memberi salam untuk terakhir kalinya.
Permaisuri SuLien tersenyum ketika melihat Kaisar Feng dan FuWei berjalan ke arahnya.
''Salam YangMulia.''
Kaisar memberikan gulungan berwarna merah pada Permaisuri SuLien, dan di terima dengan baik.
''Hamba pamit YangMulia Kaisar.'' Permaisuri SuLien membungkuk.
''YangMulia selir Agung, yang hina ini pamit.''
Permaisuri SuLien masuk kedalam kereta kuda, namun sebelum masuk ia melihat istana yang mewah dan megah lalu melihat FuWei dengan senyuman. Entah pertanda apa dengan senyuman itu, yang pasti ada niat di balik senyuman perpisahan yang manis.
FuWei yang melihat kepergian Permaisuri SuLien menghela nafasnya, ia berpikir jika di mulai hari ini dan kedepannya dia akan hidup dengan tenang dan damai di dalam istana tanpa ada yang mengusiknya.
''Ayo kita pergi, sebentar lagi ada pertemuan dengan anggota istana.'' Ajak Kaisar Feng JianYu, memegang tangan FuWei dengan erat.
FuWei tersenyum dan mengangguk, ia melihat tanganya yang bertautan dengan suaminya merasa bahagia.
'Dewa, aku mohon jangan pernah melepaskan gengaman ini untuk selamanya.'
•
...•...
Aula istana.
Kaisar mengundang para anggota istana untuk membicarakan semua masalah yang tengah di hadapi masyarakat, namun semua bisa di selesaikan dengan mudah.
''Para abdi, dengarlah perintahku.'' Ucap Kaisar Feng JianYu, yang membuat semua orang di dalam Aula istana terdiam.
''Dengan ini ada satu titah kekaisaran yang ingin aku sampaikan.''
''Selir Agung ... dia tengah mengandung pewaris Kekaisaran ini, dan beberapa bulan mendatang sang Pewaris akan hadir ke dunia ... Dengan ini, aku anugerahkan Selir Agung sebagai Permaisuri kekaisaran ini.''
Semua orang terkejut, termasuk Perdana menteri. ''YangMulia!'' sentaknya.
Kaisar Feng menoleh dan menyunggingkan bibirnya, ''Aku tidak perlu meminta izin dari mu Perdana menteri.''
''Tapi YangMulia, Anak hamba baru saja turun dari tahtanya ... mengapa anda begitu cepat menggantinya.''
Kaisar Feng tidak menghiraukan perotes dari perdana menteri.
''Selir Agung kesayanganku, maukah kau menerima titah dan menemani setiap perjalanan ku?''
FuWei yang masih erkejut mendengarnya, ia tidak pernah berpikir untuk menjadi Permaisuri di kekaisaran ini ... ia cukup senang walau dia di anugerahkan sebagai Selir Agung.
''YangMulia, Hamba ...''
''Selir Agung ... cepat jawab, maukah kau menjadi Ibu kekaisaran ini?''
FuWei menghela nafasnya dan mengangguk.
''Karunia anda sungguh tidak terbatas YangMulia.'' Ucap FuWei membungkukkan kepalanya.
Para anggota istana nyambut dengan suka cita, namun tidak termasuk perdana menteri yang terduduk lemas di lantai. Ia merasa marah namun tidak bisa tersalurkan, dan ia hanya bisa memendam dalam hatinya.
Kaisar Feng JianYu berdiri dari singgasananya dan menghampiri FuWei untuk mengajak FuWei naik ke tahta bersamanya.
'Jangan pernah pergi dariku, wahai Permaisuri yang aku cintai ... tetaplah berada di sisiku selamanya.'
'Aku tidak akan pernah pergi darimu sampai maut memisahkan kita, jangan pernah berpaling dariku untuk selamanya.''
Kaisar dan FuWei duduk bersanding di singgahsana dengan serasi, kedua tangan mereka menggenggam erat dan saling menguatkan satu sama lain.
FuWei menutup kedua matanya untuk menikmati setiap keajaiban yang menghampirinya, menikmati setiap detik bersama orang yang dia cintai. Mengenang masa di mana pertama kali dia datang kedunia ini, hingga bertemu dengan pria yang benar-benar mencintainya.
''Aku mencintaimu.'' Bisik Kaisar Feng JianYu.
FuWei tersenyum bahagia. ''Aku pun lebih mencintaimu, YangMulia.''
•
TAMAT.
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...