
Setelah FuWei dan beberapa tamu di jamu oleh makanan, FuWei di ajak berbincang-bincang dengan Permaisuri Ming dan beberapa Nyonya bangsawan ... Yang mana membuat FuWei tidak punya pilihan lain selain ikut bersama mereka semua.
Cukup lama mereka berbincang, akhirnya FuWei bisa terbebas juga dan keluar dari lingkaran para wanita yang membosankan.
Kini FuWei tengah berjalan menuju kediaman yang sudah di siapkan untuknya dan rombongannya.
''Pelayan HowaShe, di mana YangMulia Kaisar?'' Tanya FuWei menghentikan langkahnya, ia baru ingat jika suaminya pergi bersama Putri Mingyu.
Pelayan HowaShe menggigit bibir bawahnya.
''Pelayan HowaShe?'' FuWei menoleh ke belakang dan melihat pelayannya, ''Mengapa kau diam?''
''YangMulia ...'' Pelayan HowaShe tidak kuasa menjawab, karna yang dia dengar jika YangMulia Kaisar sedang bermain kuda bersama Putri Mingyu di lapangan.
FuWei mengerutkan keningnya, ia tau kenapa Pelayan nya tidak bicara ... ia yakin jika suaminya sedang berduaan dengan Putri Mingyu, tapi dia tidak terlalu khawatir karna ia menyuruh dayang JungBee untuk mengekori Kaisar Feng agar tidak berduaan dengan Putri Mingyu.
''Tidak perlu bicara, ayo pergi.'' Cetus FuWei dengan kesal.
Hari ini FuWei benar-benar di uji dalam segi kesabaran, ia ingin sekali membalas Putri Mingyu yang selalu mengintil pada suaminya. Tapi kali ini dia harus sabar, karna besok mereka akan pulang ke istananya dan FuWei berjanji jika dia tidak akan pernah kembali ke istana ini lagi.
Di tengah perjalanan, FuWei yang akan masuk ke kediamannya tidak sengaja melihat suaminya tengah mengobrol dengan putri Mingyu.
Tanganya mengepal kesal, ketika Putri Mingyu menggandeng Kaisar Feng dengan senyuman hangat.
'Lihat saja kau yaa!'
•
...•...
^^^•^^^
''Selir Agung, anda haus sabar.'' Pelayan HowaShe mencoba untuk menenangkan hati FuWei yang panas.
''Ini tidak bisa di biarkan HowaShe! Wanita itu benar-benar menguji kesabaranku.''
''Duduk dulu Selir Agung, tidak baik untuk kandungan anda.''
FuWei terpaksa duduk di atas peraduan namun ia masih kesal. Tidak lama penjaga di luar berteriak mengumumkan Kaisar Feng datang.
''YangMulia Kaisar telah tiba.'' Teriak penjaga, yang mana membuat FuWei melirik pintu masuk dengan tatapan dingin.
''Sayang, kau belum tidur?'' Tanya Kaisar Feng membuka jubahnya, sedangkan FuWei melipat kedua tanganya di dada.
''Kau dari mana?'' Tanya FuWei dengan cetus.
Kaisar Feng tersenyum dan menghampiri FuWei.
''Bukankah tadi kau sudah tau jika aku akan menemani Mingyu berkuda, dan kamu pun mengizinkan nya tadi.''
'Aku memang mengizinkan nya, tapi kamu tidak peka! Kalau aku bilang boleh, berarti jangan! Apa kau tidak melihat dari sorotan mataku.'
''Sayang ...'' Kaisar Feng memegang tangan FuWei, namun FuWei langsung menepisnya.
''Diam ah! Jangan menyentuhku, kau itu tidak peka sekali. Apa kau bersenang-senang dengannya? Apa kau tidak lihat jika sahabat kecil mu itu menyukai mu.''
Kaisar Feng menghela nafasnya, ''Baiklah ... maafkan aku, besok kita pulang agar hari mu tidak kesal lagi. Dan Mingyu tidak mungkin menyukai ku, dia menganggap aku sebagai kakak dan teman masa kecilnya.''
''Masa! Aku melihat kalian berdua jalan dengan sangat bahagia penuh canda tawa! Apa aku salah jika mengira Putri Mingyu menyukai mu, sudah jelas terrlihat dari sorot matanya.''
Kaisar Feng menahan senyumanya, ia tau mengapa istrinya ini selalu marah. Kaisar Feng bersender di bahu FuWei dan memeluknya.
''Hmmm ... aku senang kau cemburu, itu tandanya kau mencintaiku.''
''Lepas ah. Mana ada aku cemburu! Bukan aku yang cemburu, tapi anakmu tidak menyukai Putri Mingyu.''
''Benarkah?'' Kaisar Feng mengelus perut FuWei dan menciumnya dengan gemas.
''Hm! Anakmu ingin kau berjanji agar tidak dekat dekat dengannya, kau harus menjaga jarak satu meter ketika bertemu dengannya.''
''Wahai anakku, jangan salah paham tentangnya ... Ayahanda dan Putri Mingyu adalah sahabat kecil, jad--''
''Anakmu menjawab. Jika di dunia ini seorang pria dan wanita tidak ada yang bisa bersahabat! Pasti salah satu di antara mereka memiliki perasaan yang lebih.''
Kaisar Feng terdiam, ia teringat dengan perkataan Putri Mingyu padanya.
•
Flashback On•
''Turunlah, aku sudah lelah menemani mu berkuda.'' Kaisar Feng turun dari kudanya.
''Feng'er bantu aku.'' Putri Mingyu merentangkan kedua tangannya dan berharap jika Kaisar Feng membantunya.
''Ba-baik YangMulia.''
Mingyu terlihat kecewa namun ia diam saja, ia turun dari kuda di bantu oleh pelayannya dan menyusul Kaisar Feng.
''Feng'er, tunggu aku.''
Keduanya pun berjalan sejajar, namun tidak ada perbincangan lagi yang mana membuat keheningan sejenak.
''Feng'er, apa aku boleh bertanya sesuatu.''
''Hm, apa itu?''
''Apa kau benar-benar mencintai selir mu itu?'
Kaisar Feng menoleh dan mengangguk, ''Tentu saja, dia adalah tipe wanita yang selama ini aku cari.''
''Memangnya apa kelebihan dia dari semua gadis yang ada?''
Kaisar Feng menyunggingkan bibirnya.
''Selain dia cantik, dia berbakat, licik dan tidak mudah untuk di tindas. Aku menyukainya di saat pandangan pertama.''
Terlihat Putri Mingyu tersenyum getir mendengarnya.
''Feng'er ... jika waktu berputar kembali, dan aku mengatakan jika aku mencintaimu. Apa kau akan mempertimbangkan nya?''
''Tidak.'' Kaisar Feng menjawab dengan tegas, ''Karna waktu tidak bisa berputar, dan aku tidak pernah memiliki perasaan lebih padamu.''
Putri Mingyu merasakan sakit di dalam hatinya, sebenarnya dia menyukai Kaisar Feng sudah lama namun ia tidak pernah jujur.
''Kenapa kau terdiam?''
Putri Mingyu tersadar dan tersenyum, menyembunyikan rasa kecewa nya dan merangkul tangan Kaisar Feng.
''Aku sangat bahagia jika jauh bahagia, semoga anak yang di kandung Selir Agung mirip dengan mu.''
Kaisar Feng tersenyum.
''Tentu saja, dia adalah darah dagingku.''
Keduanya bercanda tawa, tanpa melihat jika FuWei melihat Keduanya dari arah lain, yang mana membuat kesalah pahaman terjadi.
•
Flashback Off•
''Sayang ... maafkan aku.''
FuWei tidak mendengar dan langsung tidur menyelimuti dirinya sendiri, membuat kaisar Feng tersenyum dan memeluk FuWei dari belakang.
''Baiklah, maafkan aku kali ini saja ... dan sebagai penebus kesalahan ku. Kau bisa mengajukan permintaan atau bisa menghukum ku.''
FuWei langsung membuka selimutnya dan menatap Kaisar Feng.
''Benarkah?''
Kaisar Feng mengangguk.
FuWei memandang Kaisar Feng cukup lama, entah mengapa ia memiliki ide cemerlang untuk memberikan pelajaran pada suaminya.
''Baiklah, aku akan menghukum mu besok! Karna sekarang aku mengantuk dan ingin tidur.''
''Apa sayangku tidak mau memberikan itu?''
''Anakmu sedang tidak ingin di jenguk! Berpuasalah hari ini, karna Dewa akan marah.''
Kaisar Feng langsung cemberut.
''Dengar ... tidurlah dengan nyenyak malam ini, karna besok belum tentu YangMulia akan tidur dengan nyenyak.''
DEG.
Kaisar Feng menoleh pada FuWei, ia merasakan jika besok adalah hari yang sangat berat untuknya.
'Kaisar bodoh! Kenapa kau mengajukan hukuman untuk dirimu sendiri.'
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...