
Di area dapur istana selir, semua tengah mempersiapkan makanan. Pelayan HowaShe masuk ke dalam dan membantu temannya untuk membuat cemilan.
''Biar aku yang mengayak tepung ini.''
''Baiklah, aku akan mengambil beras ketan terlebih dahulu.''Ucap temannya pergi, yang mana membuat pelayan HowaShe melirik ke arah temannya lalu memperhatikan sekitar.
Setelah aman, pelayan HowaShe memasukan sesuatu kedalam adonan yang akan di buat cemilan untuk Selir FuWei.
Dayang kepercayaan IbuSuri memperhatikan dari arah jendela jika pelayan HowaShe sudah melakukan tugasnya, ia tersenyum senang lalu pergi untuk melaporkan pada Junjungannya.
Pelayan HowaShe melirik ke arah jendela melihat kepergian dayang kepercayaan IbuSuri dengan dingin, lalu membuat satu adonan lagi untuk membuat cemilan yang lainnya.
''Eh, kau ingin membuat apa?'' Tanya Pelayan yang lain.
''Aku ingin membuat cemilan sedikit banyak, sepertinya ini enak.''
''Ahh ... rupanya kau ingin? Baiklah, buat yang banyak agar yang lain bisa merasakan.''
Pelayan HowaShe mengangguk lalu keduanya mengaduk adonan itu secara bersamaan ... setelah matang, dua adonan itu dipisah menjadi tiga bagian lalu di taburi kacang dan yang satunya lagi kismis lalu yang satu polos manis.
''Ayo kita antarkan ke kediaman Selir Fu.'' pelayan HowaShe membawa cemilan itu dengan nafas lega lalu keduanya pergi dari dapur.
Di tengah perjalanan, pelayan HowaShe dan temannya tidak sengaja berpapasan dengan Selir FuWei yang akan pergi ke kediaman Permaisuri.
''Apa itu cemilannya?'' tanya selir FuWei.
Pelayan HowaShe mengangguk, lalu memeriksa makanan itu dan menatap pelayan HowaShe. ''Baiklah, bawa itu bersamaku ke kediaman Permaisuri.''
Selir FuWei dan dua orang pelayan beserta Dayang JungBee bergegas menuju kediaman Permaisuri, yang mana Permaisuri sudah menunggu mereka dengan senyuman hangat dengan tangan terbuka. Namun dalam hati Permaisuri SuLien, ingin sekali ia mencabik cabik selir FuWei yang di cintai oleh Kaisar.
''Salam Permaisuri SuLien.''
Permaisuri SuLien tersenyum, ''Kau sudah membawa cemilannya? Ahhh ... aku sudah tidak sabar.'' Ucapnya sambil melirik ke arah pelayan HowaShe.
Keduanya main mata, lalu Permaisuri mempersilahkan selir FuWei untuk masuk dan duduk di kursi. Para pelayan mempersiapkan cemilan itu lalu mundur beberapa langkah.
''Wah ... ini mengandung selera makanku, tapi alangkah lebih baiknya kau mencicipi terlebih dahulu semua kue ini.''
FuWei menyunggingkan bibirnya, ''Kenapa Permaisuri? bukahkah tidak sopan bagi seorang selir mencicipi terlebih dahulu sebelum Permaisuri mecicipinya?''
Permaisuri terdiam lalu terkekeh, mengambil sumpit dan mencicipi kue yang di taburi kacang. Namun sebelum memasukan kedalam mulutnya, Permaisuri menoleh pada sang dayang dan pelayan HowaShe secara bergantian.
'Pelayan rendahan itu mengatakan jika kue yang di taburi kacang tidaklah mengandung racun, jika pun anda memakannya itu tidak akan membahayakan nyawa anda karna racun ini hanya untuk menggugurkan kandungan.'
Selir Fu terdiam sejenak lalu mengangguk, ''Tentu saja Permaisuri.''
Pelayan HowaShe hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan dingin.
''Baiklah, kau harus mencicipi beberapa kue ini.''
Selir FuWei mengangguk lalu mengambil sumpitnya, mencicipi satu persatu kue itu tanpa curiga. Sementara pelayan HowaShe dan Permaisuri saling lirik dan menyunggingkan bibir mereka.
'Lihat saja, sebentar lagi kau akan kehilangan janin mu ... dan kau akan di hukum oleh Kaisar karna lalai menjaga keturunannya.'
''Permaisuri ...''
''Ya.''
''Mengapa anda begitu bahagia ketika saya memakan kue ini? Adakah sesuatu yang anda sembunyikan.''
''Kenapa, kau mencurigaiku?''
FuWei tersenyum, ''Tentu saja hamba mencurigai Permaisuri, bagaimana tidak! Anda terlalu cepat untuk berubah dalam waktu singkat.'' Ucap FuWei dengan blak-blakan.
''Jangan lancang.'' Ucapnya dengan nada menekan, yang mana membuat FuWei menyunggingkan bibirnya.
'Lihat, dia tidak berubah! Ini hanya sebuah akal bulus untuk mencelakaiku.'
''Hamba tidak tau apa yang anda rencana untuk mencelakaiku! Tapi ingat satu hal Permaisuri, anda tidak akan bisa mencelakai hamba apa lagi janin yang ada di dalam kandunganku. Kaisar sangat mencintaiku dan dia tidak akan berpaling pada siapapun. '' Ucap FuWei lalu pergi, namun sebelum pergi ... Selir FuWei meminum teh itu sampai habis lalu pergi dari kediaman Permaisuri.
Sedangkan Permaisuri mengepalkan kedua tanganya lalu menyunggingkan bibirnya karna selir FuWei yang dia kenal pintar ternyata bodoh, Teh yang dia minum sebelum pergi itu beracun. Dan kue kue yang dia makan juga beracun, yang mana membuat Permaisuri SuLien berpikir jika sebentar lagi akan ada kehebohan yang akan terjadi di dalam istana.
''Dayang.''
''Ya, YangMulia.''
''Suruh pelayan rendahan itu untuk menyebarkan rumor jika Selir sudah lalai menjaga keturunan Kaisar, kita akan lihat bagaimana selir itu bisa mengelak kali ini.''
''Baik, YangMulia.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...