
Kaisar Feng JianYu berada di ruang rahasia bersama Kasim Rui tengah membahas sesuatu yang penting. Hingga taklama sekelebat bayangan datang dan memberi salam padanya.
''Salam YangMulia Kaisar, hamba membawa sesuatu dari luar.''
''Bangunlah, apa itu?''
Pengawal pribadi Kaisar berdiri dan memberikan sebuah kotak berwarna perak pada Kaisar. ''Saya ambil dari orang suruhan Perdana mentri untuk Permaisuri.''
Kaisar Feng langsung membuka kotaknya dan mengambil sebuah surat kecil lalu membacanya. ''Di saat perjamuan, gunakan ceri beracun ini untuk segera menyingkirkan nya.'' Ucap Kaisar mengerutkan keningnya, lalu melihat isi kotak yang isinya banyak sekali ceri yang sudah di keringkan.
Pengawal pribadi Kaisar berkata, ''Rumah Mentri Sun akhir-akhir ini selalu berdatangan tamu dan penyihir dari barat. Sepertinya perdana mentri ingin segera menyingkirkan Selir Fu.''
Kaisar Feng meremas kertas itu lalu membuangnya dengan marah.
''Berani sekali dia!''
Kasim Rui melihat ceri yang berada di kotak, lalu mengendusnya.
''YangMulia, selir FuWei tengah mengandung. Maka ceri ini akan berakibat fatal untuk janin yang sedang di kandung oleh Selir Fu.''
''Apa selirku tau jika dia sedang mengandung?''
''Belum YangMulia, tabib hanya membisikannya pada hamba, dan hamba melarang tabib untuk membicarakannya pada siapapun sebelum YangMulia mengetahui kehamilannya.''
''Lantas apa yang harus dilakukan. ''
''Jadikan Selir FuWei sebagai istri sah YangMulia, jika Selir Fu sudah di sahkan menjadi istri ... maka siapapun tidak akan bisa menyentuhnya. Dan janin yang ada di dalam kandungan Selir Fu bisa menjadi putra Mahkota walau Selir FuWei memiliki gelar sebagai selir, namun itu hanya satu tingkat di bawah Permaisuri.''
Kaisar Feng JianYu menganggukkan kepalanya, dalam hatinya berkata jika dia tidak akan membiarkan siapapun menyentuh Selirnya ... jika pun ada yang menyentuh sehelai rambut pun, maka orang itu pantas mati.
''Persiapkan semuanya, aku mau mengumumkan hal itu di depan para tamu undangan.''
''Baik, YangMulia Kaisar.''
•
•
•
•
•
Di lain hari ...
Semua pelayan tengah membersihkan seluruh penjuru istana, karna kabar yang tercium jika hari ini IbuSuri mengadakan perjamuan makan malam untuk para tamu kerajaan tetangga dan para bangsawan yang akan datang.
Semua pelayan sedang mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing, hingga tak lama seorang kepala pelayan datang untuk memberi pengumuman.
''Kepala pelayan.'' semua pelayan hormat padanya.
''Hm ... Mungkin kalian sudah tau, kalau IbuSuri akan mengadakan pesta atas pengangkatan Permaisuri ke istana ... dan perjamuan itu akan di lakukan di area taman. Kalian semua segera persiapkan semuanya dan jangan sampai ada yang terlewatkan! Karna semua anggota istana dan para bangsawan akan datang.''
''Jangan sampai membuat malu!''
''Baik.'' Jawab semua orang serempak.
Sin pindah di mana kediaman Permaisuri yang tengah bersiap siap, ia ingin terlihat cantik karna hari ini ia duduk dan bersanding dengan Kaisar.
''YangMulia, anda terlihat cantik dengan ganfu emas ini.''
Permaisuri SuLien tersenyum.
''Hamba yakin jika kali ini YangMulia Kaisar akan memandang anda dengan kagum YangMulia.''
''Tentu saja harus, oh ... apa kau sudah memberikan hadiah pada Selir Fu?''
''Sudah YangMulia.''
Permaisuri SuLien tersenyum, ''Ingat! Dia tidak boleh menggunakan hanfu mahal apa lagi bagus! Ini perjamuan untukku dan Kaisar, maka aku yang harus menjadi primadona hari ini.''
''Tentu saja YangMulia.''
'Lihat saja! Aku akan mempermalukan mu di depan para bangsawan dan kerajaan tetangga. Aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang!' Gumam Permaisuri SuLien dalam hati.
''YangMulia Permaisuri ... ada utusan dari Perdana mentri Sun.'' Teriak penjaga dari luar.''
''Biarkan dia masuk! Kalian, keluarlah.''
• • • •
Kediaman FuWei.
''YangMulia Selir, mengapa anda tidak berdandan? Bukankah sebentar lagi acara akan segera di mulai.'' Pelayan Ning merasa khawatir karna Junjungan nya santai santai saja, padahal pelayan dari kediaman Naga sudah memberikan hanfu sebegitu mewah untuk FuWei.
''Aku sedang malas dan ingin merebahkan tubuhku, aku pasti datang tapi agak sedikit terlambat.'' Ucap FuWei, yang sedang asik berguling baling di atas peraduan.
Dayang Ning menghela nafasnya, lalu tidak lama ada suara dari luar.
TOK. TOK.
''YangMulia Selir, apa anda di dalam?''
Dayang Ning segera membuka pintu dan terkejut melihat pelayan dari kediaman Permaisuri.
''Selir sedang beristirahat.''
''Masuklah ...'' FuWei menegakkan tubuhnya, lalu duduk dengan anggun.
Pelayan utusan Permaisuri masuk dengan angkuh lalu berkata, ''Selir Fu, ada kabar baik dan anda harus berterima kasih pada Permaisuri karna Junjungan hamba mengirim hadiah untuk anda.'' Ucapnya lalu menyuruh bawahannya memberikan hadiah yang dia bawa.
''Sebentar lagi perjamuan akan di mulai, Permaisuri tidak ingin jika Selir kesayangan Kaisar yang tidak memiliki hanfu akan datang dengan gaun yang kumuh.''
FuWei menyunggingkan bibirnya lalu menyuruh Ning untuk membuka kotak pemberian Permaisuri.
Pelayan itu terkekeh melihat baju pelayan yang di berikan oleh Permaisuri.
Sedangkan FuWei tersenyum ramah dan berkata, ''Baju ini sangat bagus dan masih layak untuk di pakai ... tapi sayangnya Kaisar sudah memberikan hadiah terlebih dahulu kepadaku.'' Tunjuk FuWei ke arah baju dan perhiasan yang tergantung tak jauh dari arah mereka.
'Ap-apa ... bagaimana bisa gaun dan perhiasan itu lebih indah di bandingkan milik Permaisuri!"
'Hanfu itu terlihat cantik, tapi tidak mencolok, terlihat begitu terhormat tapi tidak berlebihan.'
FuWei menyunggingkan bibirnya lalu berkata,''Katakan pada Permaisuri ucapan terima kasih ku atas hadiah yang sudah dua berikan padaku. Tapi aku tidak bisa menggunakannya untuk kali ini karna aku tidak mau melukai hati Kaisar yang sudah terlebih dahulu mengirimkan hadiah padaku.''
''Jika sudah selesai ... cepat pergi dari kedimanku!''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...