Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
B8 : Kaget.


''Aahh ... tidak!'' FuWei langsung mengibaskan selimutnya dan berlari keluar dari kediaman Naga. FuWei tidak mau di perawani oleh Kaisar Tua dan berjenggot.


''Seseorang ... tolong selamatkan aku.'' Teriak FuWei, berlari kalang kabut membuat semua orang menoleh padanya. Sedangkan Dayang JungBee berlari menyusul Junjungan baru nya.


''Pínfēi ... Pínfēi, hamba mohon jangan berlari seperti itu.'' Teriak dayang JungBee.


Setelah ia rasa sudah berlari cukup jauh, FuWei bersembunyi di balik tembok dengan nafas memburu karna lelah berlari. ''Astaga! Aku pikir tidak lelah berlari, ternyata lumayan capek juga.''


Fiuuuhh ... FuWei mengelap keringat di keningnya.


''Sampai kapan pun aku tidak akan tidur dengan si tua bangka bau tanah itu." gerutu FuWei celingak celinguk bersembunyi.


Dengan kepala sedikit mengintip dari belakang tembok kediaman seseorang. FuWei tengah memastikan bahwa Kaisar Tua bangka itu tidak mengejarnya.


''Dia dengan gamblang meminta jatah padaku! Sungguh gilaaa ...'' gerutunya.


Saking fokusnya FuWei mengintip dan menggerutu. Tanpa dia sadari jika ada seseorang berada belakangnya, dan melakukan apa yang FuWei sedang lakukan. Yaitu mengintip ke arah depan dengan kerutan di keningnya.


''Apa si Kaisar gila itu sudah pergi dari kediamanku?" tanya FuWei pada dirinya sendiri.


''Sepertinya sudah." Jawab orang yang berada di belakang FuWei.


''Ahh ... sepertinya begitu. Apa dia tidak punya selir lain selain diriku? kenapa meminta jatah padaku! Tidak tahukah jika aku masih anak di bawah umur.'' Gerutu FuWei, celingak cekinguk dan belum menyadari kehadiran seseorang di belakangnya.


''Sepertinya dia memang gila.'' jawabnya seseorang di belakang FuWei.


FuWei menganguk tanda setuju. ''Yaa ... kau benar, dia memang sudah gil--- Ahhhkk ...''


FuWei terkejut saat dirinya menoleh kebelakang.


BRUUGGHH.


FuWei langsung terjungkal.


''Ayoooyooy ... kenapa kau mengagetkan ku!'' Bentak FuWei, pada seorang pria yang pernah bertemu dengannya.


''Kau yang terlalu fokus, hingga tidak menyadari kedatanganku.'' Pria yang tidak lain adalah Kaisar Feng JianYu membantu FuWei untuk berdiri.


FuWei mengibaskan Hanfu nya yang kotor.


''Sttt ...'' FuWei meletakkan satu jari di bibirnya, mengisyaratkan jika dia harus diam. ''Aku sedang menghindari seseorang, jangan berisik.''


Bibir Kaisar Feng JianYu berkedut menahan tawanya, ingin sekali ia menggigit FuWei yang bertingkah lucu dan menggemaskan. Namun ia tahan sebisa mungkin, karna Kaisar Feng JianYu ingin tahu sampai mana FuWei mengira jika Kaisar Yen Utara Tua bangka.


''Oke, baiklah.'' Kaisar Feng JianYu berbisik dan mengangguk.


Mereka berdua sama sama absurd.


''Tapi mau sampai kapan kau ada di sini?''


''Entahlah, mungkin sampai Kaisar itu pergi dari kediaman ku.''


''Dari pada kau di sini, bukankah lebih enak jika kita keluar istana dan bersenang senang.'' tawar Kaisar Feng JianYu.


FuWei mendongkak dan tersenyum, ''Apa kau tau jalan keluar dari sini?''


''Cih, jangankan jalan rahasia. Seluk beluk istana ini pun aku tau.'' Ucapnya sambil tersenyum bangga.


''Aishh, kau memang bandit hebat.'' FuWei mengacungkan dua jempolnya. ''Ayo kita keluar dan bersenang senang.'' FuWei merangkul tangan kekar Kaisar Feng JianYu, membuat sang empu langsung terdiam dan menurut.


¤


¤


¤


¤


''Ooo ... ups, maafkan aku. Mulut ini memang tidak tau diri.'' Ucap FuWei saat dirinya sudah merasa kenyang.


''Mau menambah makanan mu?''


''Tidak, aahh ... perutku ingin meledak.'' FuWei mengusap perutnya yang kenyang.


Tak lama seorang pelayan mengantarkan minuman untuk Kaisar Feng JianYu. ''Silahkan. Tuan, Nona.''


''Apa itu?'' Tanya FuWei penasaran.


''Ini arak, hanya untuk orang dewasa.'' Kaisar Feng JianYu memperingati FuWei yang ingin mengambil minuman nya. ''Kau 'kan masih di bawah umur.''


''Ck, pelit sekali kamu! Aku juga mau ngerasain.''


''Tidak, kau akan mabuk.''


''Sedikit saja. Aku mau coba.'' FuWei merebut cangkir berisikan arak dan langsung meminumnya.


Kaisar Feng JianYu memijat keningnya, benar apa yang di katakan oleh Kasim Rui. Jika gadis di depannya tidak bisa di atur dan sedikit pembangkang. Tapi entah mengapa ia menyukai FuWei yang liar seperti ini, lebih terasa apa adanya di bandingkan dengan para wanita bangsawan yang selalu memakai topeng kebaikan jika bertemu dengannya.


''Aku mau lagi.''


''Tidak! Kau bisa mabuk.'' Kaisar mengambil cangkir di tangan FuWei.


Tapi FuWei tidak kehabisan akal, ia langsung mengambil teko yang berisikan arak dan langsung meminumnya.


Kaisar Feng JianYu langsung melototkan kedua matanya, ia tidak menyangka selir nya mampu meminum arak sebanyak itu.


''Ahhkkk ... mantap.'' Ucap FuWei mengusap bibir dengan tanganya, lalu tertawa. Ia sudah lama tidak merasakan minuman enak seperti ini dan akhirnya ia bisa merasakan nya lagi.


Tidak lama kemudian ...


Kaisar Feng JianYu kerepotan dengan tingkah FuWei yang sudah mabuk. FuWei terus meracau tidak jelas, bahkan ia akan mencium orang yang berpapasan dengan nya.


Alhasil Kaisar Feng JianYu membawa FuWei ke penginapan terdekat, karna ia tidak mungkin membawa FuWei yang sedang mabuk kedalam istana. Bisa bisa nama baik FuWei jelek besok pagi, karna pasti ada yang akan menyebarkan rumor yang tidak tidak mengenai Selirnya.


''Jangan halangi aku, aku mau mencopet.''


''Diamlah! Kalau kau tidak bisa diam, aku cium agar kau bungkam.''


''Cium?'' Hehe he he mau ... aku mau di cium, muuaa muuaa muuaa.'' FuWei malah memonyongkan bibirnya, membuat Kaisar Feng JianYu menggelengkan kepala.


''Ya Dewa! Kali ini aku benar akan mengibarkan bendera putih.'' Ujar Kaisar Feng JianYu, langsung mendorong FuWei ke atas peraduan.


Setelah di baringkan di atas peraduan, FuWei malah berguling guling layaknya cacing kepanasan sambil bernyanyi yang tidak jelas. Membuat Kaisar Feng JianYu habis kesabaran.


''Kau! Aku aku beri pelajaran.''


Kaisar Feng JianYu melepaskan semua hanfunya, laku melemparkan ke sembarang arah, kini dia duduk di atas tubuh FuWei.


''Eeyyy kau mau apa hmmm?'' Ucap FuWei, dengan nada menggoda.


''Memberikan mu hukuman.''



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...