
Matahari sudah terbit, FuWei mulai membuka kedua matanya dan menggeliatkan tubuhnya.
''Kamu sudah bangun?''
''Astaga!'' FuWei terkejut.
Kaisar Feng JianYu ternyata sudah bangun sedari tadi, dan dia asik memperhatikan wajah lelap sang Selir yang menurutnya sangat menggemaskan.
FuWei bangun dan menyenderkan tubuhnya di belakang peraduan, lalu melihat Kaisar Feng JianYu dengan dalam. ''Boleh aku bertanya sesuatu?''
''Tentu saja.'' Kaisar Feng JianYu bangun dan duduk menghadap FuWei.
Baru saja FuWei ingin bicara, seseorang sudah berteriak memanggilnya dari balik kediaman dan mengabarkan jika IbuSuri ingin bertemu dengan Fínfēi dan Kaisar.
Kaisar Feng JianYu dan FuWei saling pandang, lalu Kaisar Feng JianYu menjawab jika FuWei dan dirinya akan menemui IbuSuri sebentar lagi.
FuWei turun dari peraduan untuk bersiap, di susul oleh Kaisar Feng JianYu dari belakang. Dengan lembut, Kaisar Feng JianYu melingkarkan kedua tangannya di pinggang FuWei dan memeluknya dengan erat.
''Aku ingin, jika kau bisa bertahan menghadapi Ibunda Ku.'' Bisik Kaisar Feng, dengan nada memohon.
FuWei diam sejenak, ''Apa Ibunda YangMulia tidak menyukaiku?''
"Yaa tentu saja, bagaimana bisa aku melupakan jika aku adalah gadis biasa yang beruntung menjadi selir kesayangan Kaisar."
''Sedikit, tapi aku tau jika dirimu bukan orang yang lemah. Aku yakin jika kamu bisa menghadapi malasah di belakang istana.'' Kaisar Feng JianYu, semakin memeluk FuWei dengan erat. ''Tapi percayalah ... jika aku akan menjaga dirimu, sayang.''
FuWei menyunggingkan bibirnya saat Kaisar Feng memanggilnya sayang, entah mengapa hatinya sedikit berbunga karna baru ada orang yang memanggilnya sayang.
FuWei berbalik dan menatap kedua mata Kaisar Feng, ''Yaa ... aku bisa mengatasinya.'' FuWei memeluk dan membenamkan kepalanya di dada bidang Kaisar Feng dengan nyaman.
Kaisar Feng JianYu melonggarkan pelukan FuWei, memandangnya dengan dalam dan mendaratkan sebuah ciuman yang mendamba.
Rasa manis di saat kedua bibir itu bersatu dan saling bertautan, membuat Kaisar Feng di selimuti oleh kabut gairah yang berkobar dalam jiwanya.
FuWei yang di perlakukan lembut itu dengan berani melawan tautan bibir itu lebih ganas di bandingkan Kiasar Feng. Membuat kedua tangan mereka tidak tinggal diam dan saling melepaskan hanfu mereka masing-masing dan membuangnya kesembarang arah.
Keduanya saling mendorong dan terdiam sejenak menatap tubuh mereka masing-masing, lalu mereka berciuman kembali dengan rasa yang menggebu dengan hawa yang semakin panas saat keduanya sudah di kabut gairah.
Mereka berdua tidak memperdulikan jika semua orang sudah menunggu mereka, bahkan IbuSuri dan calon Permaisuri masa depan sampai bosan dan murung menunggu kedatangan dua insan yang tengah di mabuk asmara itu.
''Bibi, apakah YangMulia masih lama?'' Tanya seorang gadis yang berwajah cantik nan anggun.
''Kita tunggu sebentar lagi, jika mereka tidak datang juga ... maka kita akan berkunjung ke kediaman Fínfēi.''
''Baik, Bibi.'' Ujar Nona SuLien, yang di gadang gadang akan menjadi Permaisuri di masa depan nanti. Karna yang memilihnya adalah IbuSuri langsung.
"Gadis miskin itu sudah berani mendahuluiku, awas saja nanti! Akan aku buat kau malu di hadapan semua orang." Gumam Nona SuLien dalam hati.
Ia merasa di rendahkan karna Kaisar lebih memilih menge-sah 'kah seorang selir di bandingkan Permaisuri yang berbakat seperti dirinya.
Nona SuLien adalah putri sulung dari tiga bersaudara di keluarga Su. Yang mana Tuan SuLoong adalah Mentri pertahanan di Kerajaan Yen Utara.
¤
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...