Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 28 : Memberi kabar bahagia.



Para pemain musik dan penari sudah hadir di Aula taman istana, termasuk beberapa pejabat dan bangsawan yang turut hadir memeriahkan perjamuan.


''YangMulia IbuSuri, hamba dengar Permaisuri sangat cantik.''


IbuSuri tersenyum lebar dan mengangguk, ''Tentu saja Permaisuri SuLien sangat cantik, dan bukan hanya itu saja ... nilai plusnya Permaisuri SuLien itu baik hati dan merendah.''


''Hamba sudah tidak sabar ingin melihat Permaisuri.''


''Tapi YangMulia IbuSuri, hamba dengar jika YangMulia Kaisar hanya mencintai selirnya.'' Ujar salah satu Nyonya bangsawan, yang mana membuat bibir IbuSuri berkedut.


''Si-siapa yang mengatakan itu?''


''Tentu saja rumor di kalangan masyarakat YangMulia IbuSuri ... di kabarkan jika Permaisuri di abaikan di malam pertama sudah tersebar luas di luar istana.''


IbuSuri mengepalkan tanganya, namun bibirnya masih bisa tersenyum. ''Rumor hanyalah rumor yang belum tentu benar adanya, Kaisar sangat mencintai Permaisuri begitu pun sebaliknya.''


''KAISAR TELAH TIBA ...''


Semua orang berdiri dan membungkuk ketika Kaisar Feng JianYu berjalan melewati mereka, sementara Kaisar hanya menatap kedepan dengan tatapan dingin.


Kaisar duduk di singgahsana nya lalu semua orang duduk, tak lama Permaisuri datang.


''PERMAISURI SULIEN TELAH TIBA ...''



Semua orang menoleh ketika Permaisuri SuLien datang, memuji dirinya cantik dan anggun. Membuat IbuSuri tersenyum lebar dan bangga.


Permaisuri SuLien membungkuk pada YangMulia Kaisar lalu pada IbuSuri, segera Permaisuri SuLien duduk di kursi sebelah kanan bersama Kaisar Feng.


Permaisuri SuLien melirik Kaisar, namun Kaisar sama sekali tidak melihatnya.


''YangMulia, bagaimana penampilan hamba?'' Tanya Permaisuri SuLien dengan malu-malu.


Kaisar Feng melirik dan memindai Permaisuri cukup lama, membuat Permaisuri SuLien menunuk malu dengan jantung berdegub kencang.


''Biasa saja.''


DEG.


Permaisuri SuLien menggertakkan giginya, muka manis yang baru saja ia tunjukkan menjadi suram seperti akan hujan badai di hari yang panas.


'Apa mata mu buta YangMulia! Semua orang terpana melihatku, tapi kau berkata aku biasa saja! Cih, kita lihat saja selir kesayangan mu jauh lebih buruk di bandingkan diriku.' Gerutu Permaisuri SuLien dalam hati.


Seperti dugaan Kaisar Feng, bahwa perjamuan ini akan menjadi perjamuan yang sangat membosankan. Dimana para Nona bangsawan memperlihatkan kemolekan tubuh mereka lewat tarian dan permainan musik.


Tapi baginya mereka tidak ada yang menarik sama sekali, hanya selirnya seorang yang menarik perhatian dan hatinya. Ia tidak bisa berpaling pada gadis mana pun selain selir kesayangannya.


'Dimana dia? Mengapa dia belum muncul.' Kaisar Feng terus menatap kedepan, di mana ia tengah menunggu FuWei.



Semua orang menoleh ke arah Fuwei secara bersamaan, yang mana semua mata tertuju pada penampilan FuWei yang anggun dan cantik. Sederhana namun elegan, mewah namun tidak mencolok.


'*Apakah dia selirnya?'


'Waahh ... dia begitu canik dan anggun.'


'Iya, kau benar. Pantas saja YangMulia Kaisar sangat mencintainya*.'


Semua orang berbisik-bisik.


FuWei menatap lurus dan berjalan dengan anggun, lalu memberi salam pada Kaisar, Permaisuri dan IbuSuri.


Permaisuri SuLien mengepalkan kedua tanganya, lalu menatap ke arah pelayan dengan tatapan membunuh. Karna Selir FuWei tidak memakai hanfu yang dia berikan.


Sementara IbuSuri benar-benar tidak suka jika seorang selir mendapatkan perhatian dan pujian dari semua orang, begitu pun perdana menteri yang tidak jauh dari arah mereka menatap FuWei tidak suka.


Kaisar Feng JianYu yang sudah menunggu sejak tadi langsung berdiri dan melangkah menjemput selir kesayangannya, yang mana membuat semua orang begitu terkejut karna perlakuan Kaisar.


Kaisar dengan lembut menuntun FuWei untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan sebelah kiri, dimana secara tidak langsung jika FuWei setara dengan tahta Permaisuri.


Semua orang sekarang percaya jika YangMulia Kaisar hanya mencintai selirnya saja, bisa dilihat bagaimana cara Kaisar memperlakukan selirnya begitu lembut dan penuh kasih sayang.


Sedangkan perdana mentri yang sejak tadi memperhatikan Kaisar sudah tidak bisa menahan emosinya dan langsung berdiri untuk mengajukan protes.


''YangMulia, bagaimana anda bisa membiarkan seorang selir berpakaian mewah layaknya seorang Permaisuri! Apa lagi seorang selir tidaklah pantas duduk setara dengan Permaisuri.''


Kaisar Feng menoleh dengan kening mengkerut.


''Mengapa perdana menteri begitu terusik? Hanfu yang selirku gunakan adalah hadiah untukknya. Kursi di sebelahku adalah lambang di mana dia adalah kesayangnku, terlebih sekarang Selir FuWei tengah mengandung pewaris kekaisaran.''


Ucapan dari Kaisar membuat semua orang terkejut, termasuk FuWei sendiri yang tidak percaya jika dia sedang mengandung.


''YangMulia ...''


Kaisar menoleh dan mengangguk, membuat FuWei tersenyum dan bangga pada dirinya sendiri karna ia tidak menyangka jika dirinya akan menjadi seorang ibu.


'Apakah dia tidak berbohong? Astaga Dewa! Aku tidak menyangka jika hidupku sekarang jauh lebih baik di bandingkan hidup di Zaman modern di mana untuk mencari makan saja susah.'


Semua orang memberi selamat, dan turut bahagia mendengar kabar jika sebentar lagi di istana ini akan ada tawa anak kecil. Namun Permaisuri tidak, ia menatap Selir FuWei dengan tatapan membunuh.


'Tidak! Anak itu tidak boleh lahir. Aku akan membunuhnya sebelum anak itu lahir dan merebut hak anakku kelak.'


•


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE ...