Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 20 : Rencana untuk mempersulit.


Setelah berhasil membunuh musuh terakhir, FuWei asli kembali ke dalam istana dengan selamat dan terbaring di atas peraduan bersama dengan seorang pria yang tidak lain adalah Kaisar Feng JianYu.


'Dewa langit, aku sudah siap untuk ber'reinkarnasi.' Ucap FuWei asli dalam hatinya, hingga tak lama sebilah cahaya masuk kedalam tubuh FuWei untuk mengambil satu jiwa yang pantas untuk hidup.


Pagi Hari ...


FuWei membuka kedua matanya dan terkejut melihat Kaisar Feng JianYu yang sedang memperhatikan dirinya sambil tersenyum.


''Astaga! Kau mengejutkan ku, YangMulia.''


Kaisar FengJianYu tersenyum. ''Kau sudah bangun? Kenapa istriku begitu cantik, bahkan keadaan mu sedang tertidur pun begitu cantik.''


Bukannya senang mendapatkan pujian, FuWei langsung mengusap bawah bibirnya karna mengira jika dia ileran. ''Anda memujiku, atau sedang menghinaku?''


''Tentu saja memuji istriku yang cantik.''


'Istri ... aku ini selirmu! Masih jauh di katakan istri sah.' Gumam FuWei dalam hati lalu turun dari peraduan. Namun ia mendengar teriakan kasim dari arah luar dan mengatakan jika IbuSuri dan para mentri ingin bertemu.


FuWei dan Kaisar saling pandang, lalu Kaisar Feng JianYu pun setuju untuk bertemu.


FuWei menatap ke arah jendela, di mana pertemuan ini pasti tidak akan sederhana ... apa lagi para mentri ikut serta.


''Apa jangan-jangan, akan ada pengangkatan Permaisuri?'' Cici FuWei dalam hati, lalu tiba-tiba dari arah belakang Kaisar Feng memeluknya.


''Ada apa hm ... apa yang sedang kau pikirkan.''


''Ah, tidak YangMulia ... hanya saja, hamba tiba-tiba merasa tidak enak hati.''


Kaisar Feng terdiam lalu mengecup pundak FuWei dengan mesra.


''Mungkin kau belum mendengarnya, tapi para mentri dan IbuSuri mendesakku untuk menjadikan Nona SuLien Permaisuri.''


''Apa!'' FuWei terkejut, karna tidak ada satu orang pun yang memberitahukan dirinya.


Kaisar Feng JianYu membalikkan tubuh FuWei, hingga mereka saling berhadapan dan saling pandang. Lalu Kaisar mengusap pipi FuWei dengan lembut sebari berkata, ''Jangan khawatir, hatiku tidak akan berpaling walau dia yang akan duduk di singgahsana bersamaku, tapi hatiku tetap milikmu. Bersabarlah sebenar lagi, aku yang akan menjadikan dirimu Permaisuri di saat waktunya sudah tepat.''


FuWei diam lalu tersenyum memeluk Kaisar, ia sadar diri jika dirinya tidak memiliki dukungan dari siapapun karna dia hanyalah gadis biasa. Ia juga tidak ada niatan untuk menjadi Permaisuri, asalkan hidupnya tercukupi dan tidak ada yang mengusik dirinya selama hidup di istana.


Jika pun nanti ada orang yang mengusik dirinya, dia akan menggigit bahkan mencakar orang yang berani mengganggunya walau itu IbuSuri atau pun Permaisuri sekali pun.






Kediaman Ibusuri•


Mentri Sun, ayah dari Nona SuLien memberikan gulungan kertas berwarna emas pada IbuSuri yang tengah duduk di depannya.


''Apa ini?'' tanya IbuSuri menatap mentri Sun.


''Ini tanggal untuk menyelenggarakan upacara pernikahan.'' Jawab mentri Sun.


''Tidakkah kau tau, jika aku yang berwenang menentukan tanggal untuk upacara pernikahan?''


''Kau tau sendiri jika ini bukanlah perkara hal mudah, aku mempercepat upacara pernikahan karna kau masih belum bisa menyingkirkan selir rendahan itu. Tapi tidak apa, semakin cepat putriku menjadi Permaisuri ... maka dia yang akan menyingkirkan Selir rendahan itu dari istana ini.''


IbuSuri terdiam.


''Baiklah, sebelum Nona SuLien menjadi Permaisuri. Biarkan dia tinggal di istana ini dan memberi pelajaran pada Selir FuWei, kita akan lihat seberapa pintar putrimu dapat menyingkirkan selir kesayangan anakku.''


''Tentu saja, putriku banyak akal dan dia bisa dengan cepat menyingkirkan penghalang bagi kebahagiaannya. Tapi saya sebagai seorang ayah ingin meminta tolong pada IbuSuri agar membantu putriku dari belakang.''


''Tentu saja, karna aku sudah memiliki cara untuk menyulitkan selir itu.'' Ucap IbuSuri menoleh pada Dayang kepercayaannya.


''Baik YangMulia.''







Nona SuLien dan Kaisar Feng JianYu tengah berjalan beriringan di taman istana. Dan rombongan di belakang mereka yang senan tiasa mengikuti Kaisar kemana pergi.


''Nona, SuLien ... mengapa kau begitu bahagia hari ini?'' Tanya Kaisar Feng JianYu tanpa menoleh pada lawan bicaranya.


Nona SuLien tersenyum malu-malu lalu berkata, ''Tentu saja hamba sangat bahagia bisa berjalan jalan dengan anda YangMulia, karna suatu anugerah bagi hamba bisa menemani YangMulia di waktu yang senggang. Tapi hamba mohon maaf YangMulia, hamba tidak sempat berias karna terburu-buru untuk menemui YangMulia.


''Begitukah?''


Nona SuLien mengangguk dengan anggun, dan merasakan jika jantungnya berdegup dengan kencang ... inilah yang sedari dulu ia harapkan. Yaitu bisa berjalan bersama dengan pria yang ia cintai.


''Tapi wajahmu jauh lebih baik di bandingkan bunga-bunga di sepanjang jalan ini.''


Nona SuLien merasa terbang saat Kaisar Feng JianYu memuji dirinya.


'Sudah aku duga jika YangMulia akan terpikat akan kecanikan ku.' Gumamnya dalam hati merasa percaya diri.


'Selir rendahan itu pasti sebenar lagi akan tersingkir dan di lupakan oleh YangMulia.'


''YangMulia, bolehkah hamba mengajukan pertanyaan?''


''Silahkan, katakan saja.''


Nona SuLien semakin tersenyum lebar dan melangkah membelakangi Kaisar Feng, lalu memetik bunga nawar putih yang ada di depannya.


''Tapi YangMulia harus menjawab dengan jujur.''


''Baiklah, karna aku bukan Kaisar pembohong maka aku akan menjawab pertanyaan mu dengan jujur.''


''Apakah anda tidak keberatan jika aku menjadi Permaisuri mu ... Apakah YangMulia mengharapkan aku untuk mendampingi YangMulia.''


Kaisar terdiam sejenak.


''Aku tidak pernah memikirkan orang lain untuk menjadi Permaisuri ku, karna itu adalah wewenang IbuSuri. Maka siapapun yang menjadi Permaisurinya, maka aku akan menerimanya dengan hati terbuka.


Nona SuLien tersenyum bahagia.


''Maukah YangMulia berjanji satu hal?''


''Apa itu?''


''Aku tidak perduli jika YangMulia memiliki Selir kesayangan, tapi bisakah yang mulia mencintai hamba dan selalu meluangkan waktu untuk hamba?''


''Lalu.''


''Hamba ingin ... YangMulia setiap pagi selalu mengirimi hamba bunga yang indah dan mahal, dan membuktikan cinta YangMulia pada hamba.''


''Tidak bisa.'' Kasim Rui menjawab, lalu menunduk.


Nona SuLien dan Kaisar Feng menoleh pada Kasim Rui, lalu Kaisar Feng menatap Nona SuLien dan mengangguk.


''Baiklah, aku akan mengabulkan apa yang kau inginkan.''


''Ahhh ... YangMulia, terimakasih banyak. Kalau begitu hamba pergi terlebih dahulu.'' Nona SuLien membungkuk dan pergi.


Sedangkan Kaisar Feng JianYu langsung mengubah wajahnya dengan dingin dan memanggil Kasim setianya.


''YangMulia.''


''Kau dengar apa yang dia minta, dan dia sukai Kasim Rui?''


''Iya, YangMulia.''


''Buang semua bunga yang ada di istana ini! Jangan sampai ada bunga satu helai pun yang aku lihat masih mekar. Aku tidak sudi memperlihatkan cinta pada wanita yang tidak aku cintai, apa lagi berkomplot dengan musuhku.''


''Baik, YangMulia.''


''Aku tidak tau konspirasi apa yang tengah di lakukan IbuSuri dan mentri Sun, yang jelas aku tidak akan pernah masuk kedalam perangkap mereka berdua yang ingin menggulingkan aku dari singgahsana.''



...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...