
Di lain hari...
Pelayan HowaShe keluar dari kediaman Selir FuWei membawa buntalan kain dan memeluknya, Ia melihat kanan kiri dan berjalan cepat tanpa melihat kedepan.
BRUUG!
Pelayan HowaShe menubruk beberapa pelayan di depannya, hingga buntalan yang dia peluk berjatuhan di lantai.
''Kau baik-baik saja? Maaf, aku tidak melihat.'' Pelayan itu membantu pelayan HowaShe mengambil beberapa kain, namun dahinya mengkerut ketika ia melihat noda darah yang sangat banyak.
''Eh, apa ini? bukankah ini darah yaa?''
Semua pelayan lansung berkumpul.
''Iya, ini noda darah di kain selir FuWei ... apa dia keguguran, atau menggugurkan kandungannya? Hah.'' Pelayan itu menutup mulutnya.
Beberapa pelayan langsung bergosip dan menebak nebak, membuat rumor yang dengan pikiran mereka sendiri.
''Hei! Kalian jangan lancang.'' Pelayan HowaShe merebut kain itu dan pergi, ia menoleh kebelakang dan tersenyum karna rencananya berhasil.
Dan ... hari itu juga rumor jika Selir menggugurkan kandungannya sudah menyebar di seluruh penjuru istana, membuat semua pelayan yang sedang membersihkan halaman yang tidak tau apapun menjadi tau dari satu mulut ke mulut yang lainnya.
Ketika Kaisar Feng melewati para pelayan itu ... semua pelayan langsung diam dan bersujud takut, membuat Kaisar yang peka merasa curiga.
''Kasim Rui.''
''Ya, YangMulia.''
''Cari tahu dan temui aku di ruang baca.''
''Baik YangMulia.''
Setelah beberapa menit Kaisar menunggu, Kasim Rui datang memberi salam.
''Bagaimana? Mengapa hari ini istana begitu aneh?''
Kasim Rui menghela nafas lalu berkata, ''Sebenarnya ini tentang ...'' Kasim Rui ragu-ragu untuk memberitahu, karna Kaisar pasti akan tersinggung dengan kabar yang beredar.
''Bicaralah!''
Kasim Rui melangkah dan membisikan sesuatu, yang mana membuat kedua mata Kaisar langsung melotot sempurna.
''APA! MENGGUGURKAN!''
Teriak Kaisar tidak terima, karna ia baru saja berkunjung ke kediaman selir kesayangannya dan tidak menemukan gejala apapun pada istri kesayangannya.
''Mengapa mereka bergosip yang tidak tidak tentang Selirku!''
Kasim Rui menunduk, ia tidak bis berkata-kata hingga tak lama suara penjaga berteriak jika Permaisuri datang.
''YangMulia ... Permaisuri SuLien telah tiba.''
Kaisar Feng langsung memincingkan kedua matanya lalu menetralkan emosinya ketika Permaisuri SuLien telah masuk ke ruangannya.
''Ada apa kau mencariku?'' Tanya Kaisar Feng tanpa melihat Permaisuri.
'YangMulia ... mengapa anda tidak melihat hamba sekali saja, tatap dan lihatlah aku berada di depanmu YangMulia.'
''Kau ingin berdiam diri di situ! Atau kau ingin berbicara.'' sentak Kaisar, yang membuat Permaisuri tersadar dari lemunannya.
Permaisuri SuLien tersenyum lalu berkata, ''YangMulia ... hamba mendengar jika ada rumor yang sangat aneh di istana, apa YangMulia belum memdengarnya?''
''Kau pikir aku tidak memiliki pekerjaan hingga harus mendengarkan rumor yang tidak pening bagiku! Pergilah, karna aku tidak ingin mendengar rumor murahan dari mulutmu.'' Usir Kaisar yang membuat Permaisuri mengepalkan kedua tangannya dengan kesal.
''Ini sangat penting YangMulia, karna ini menyangkut selir Agung kesayang YangMulia.''
Kaisar diam.
''Hamba dengar, jika selir Agung mengalami pendarahan hingga keguguran. Kabar itu sudah tersebar di setiap penjuru istana.''
Kaisar memincingkan kedua matanya. 'Aku sangat yakin jika kau dalang di balik gosip itu, Permaisuri.'
Permaisuri SuLien melangkah untuk mendekat, namun Kaisar langsung mundur dan melengos.
''YangMulia, kita harus mencari kebenaran akan gosip itu.''
''Benar itu!'' Ucap seseorang dari balik pintu, yang tidak lain adalah IbuSuri.
''YangMulia, kita harus memeriksa apakah benar Selir itu menggugurkan kandungan tanpa sepengetahuan siapapun! Jika benar dia melakukan itu, itu adalah sebuah hinaan dan harus mendapatkan hukuman.''
''Tidak perlu mencari kebenaran, karna aku sudah melihat sendiri bagaimana kabar Selir Fu yang baik-baik saja. Dia tidak mungkin keguguran apa lagi menggugurkan kandungannya sendiri! Itu adalah hasil buah cinta kami berdua.''
''YangMulia, jangan di butakan oleh cinta! Kita tidak tau apa tujuan sebenarnya selir itu.''
''Apa IbuSuri tidak mempercayai ku!''
''Bukan seperti itu YangMulia, kita hanya perlu memastikannya sekali lagi apa dia baik-baik saja. Rumor ini masih menyebar di istana dalam, kita tidak tau apakah gosip itu akan menyebar ke luar istana atau tidak.''
''YangMulia, cepat perintahkan tabib istana untuk memeriksanya kembali dan rumor ini akan berhenti sebelum membesar.''
''YangMulia ... YangMulia ...'' Teriak Dayang JungBee, lalu berlutut dengan wajah ketakutan.
''Ada apa?''
''Pínfēi YangMulia ... Pínfēi ... dia pingsan dan tidak sadarkan diri di kediamannya.''
''APA!''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...