
''IbuSuri, YangMulia Permaisuri.'' Dayang Nui, memberi salam dan membungkuk.
IbuSuri dan Permaisuri yang sedang mengobrol langsung menoleh.
''Dia pelayan yang terpilih, terpelajar dan bisa di andalkan.'' Ucap dayang Nui.
IbuSuri memindai dari atas ke bawah dan mengerutkan keningnya. ''Kau! Bukankah kau pelayan dari kediaman Selir Fu?''
''Ya, IbuSuri.''
''IbuSuri, bagaimana bisa pelayan dari kediaman selir bisa di percaya?'' Permaisuri SuLien protes dan tidak setuju.
IbuSuri menoleh dan tersenyum. ''Para pelayan rendahan seperti mereka bisa berpaling hanya demi perak dan emas. Dayang ku pasti sudah menyeleksi dia dengan ketat dan berpikir panjang, kita percayai dia untuk kali ini.''
IbuSuri kini berdiri dan menghampiri pelayan HowaShe, menatapnya dengan tajam lalu berkata, ''Apa kau ingin hidup tentram di istana? Apa aku bisa mempercayai mu.''
Pelayan HowaShe mengangguk, ''Saya akan bertindak sesuai yang IbuSuri katakan dan perintahkan.''
IbuSuri tersenyum, ''Jika kau membantuku, maka aku akan mengabulkan keinginanmu.''
Pelayan HowaShe membelalakkan kedua matanya yang tajam lalu berkata, ''Lalu apa yang harus hamba lakukan?''
Permaisuri kini yang berdiri dan memberikan sebuah kotak kecil pada dayang HowaShe.
''Apa ini, YangMulia?''
''Itu adalah racun yang bisa menggugurkan kandungan selir FuWei, beraninya dia mengandung keturunan Kaisar dan mendahuluiku! Selama kau berhasil melakukan tugas ini, kau akan naik menjadi dayang Istanaku dan mendapatkan upeti yang aku janjikan.''
''Baik, YangMulia.''
Pelayan HowaShe keluar dari kediaman IbuSuri, menoleh sebentar ke arah pintu dengan pikiran berkecamuk dalam hatinya.
'Mereka lebih kejam di bandingkan selir FuWei, tidak heran jika YangMulia Kaisar tidak mempercayai mereka.'
Setelah berpikir lama ... pelayan HowaShe pergi, namun dari arah pojok ada yang memperhatikannya.
•
•
•
•
Permaisuri yang berada di kediamannya tengah membaca beberapa buku, lalu terdengar suara penjaga yang berteriak jika selir FuWei datang.
''YangMulia Permaisuri, selir FuWei sudah datang berkunjung.''
''Biarkan dia masuk.''
FuWei melangkah masuk dan memberi salam, ''Saya dengar, YangMulia Permaisuri mencariku.'' Ucap FuWei tersenyum hangat, namun dari sorot matanya memperlihatkan tidak sehangat itu.
Permaisuri pun tersenyum menutup bukunya.
''Beberapa waktu yang lalu aku sudah terlalu kejam padamu, tapi kini kau sedang mengandung keturunan Kaisar ... Tapi setelah anak itu lahir, bukankah dia juga akan memanggilku Ibunda. Jadi, bukankah seharusnya hubungan kita harus lebih dekat.''
FuWei menatap kedua mata Permaisuri SuLien, ia curiga dengan tatapan yang di berikan padanya.
'Apa sebenarnya rencananya! Aku yakin dia dan sekutunya tengah merencanakan sesuatu.'
''Tentu saja Permaisuri, bukankah sudah aku bilang dari awal jika aku tidak akan mengusik siapapun! Terkecuali jika aku di usik terlebih dahulu maka aku akan menggigit orang itu.''
Permaisuri SuLien menyunggingkan bibirnya, ''Maka dari itu ... aku tidak ingin ada kesalah pahaman lagi di antara kita, mulai besok pagi aku ingin kau kemari dan meminum teh beserta cemilan yang kau buat dari kediaman mu. Bagaimana menurut mu Selir Fu.''
FuWei sejenak terdiam lalu tersenyum, ''Bagaimana hamba bisa menolak ajakan seorang Permaisuri? Tentu saja aku akan kesini mengunjungi mu besok pagi.''
Setelah mengatakan itu, Selir FuWei pergi dari kediaman Permaisuri. Yang mana ia tau jika Permaisuri sedang merencakan sesuatu untuk mencelakainya dan bayi yang ada di dalam rahimnya.
FuWei berhenti di tengah jalan dan memejamkan kedua matanya.
''Selir Agung.'' Dayang JungBee terlihat khawatir.
'Mengapa hidup ini begitu sulit! Entah itu di Zaman kuno atau di Zaman modern. Perjalanan ku penuh perjuangan untuk bertahan hidup.' Gumam FuWei dalam hati, sambil mengelus perutnya yang masih datar.
'Aku tidak akan membiarkan seorang pun menggeserkan ku dari posisiku! Apa lagi sampai mencelakai bayi yang ada di dalam rahimku.'
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...