
''Apa maksudmu Permaisuri!'' sentak Kaisar.
''Hisk ... Maafkan hamba yang sudah lancang Yangmulia, tapi hamba ingin memundurkan diri sebagai seorang Permaisuri.''
''Permaisuri SuLien.'' FuWei membantu Permaisuri SuLien untuk berdiri. ''Ada apa dengan mu Permaisuri, mengapa berkata seperti itu? Bukankah sudah aku bilang jika kau boleh duduk dan bergelar sebagai seorang Permaisuri, dan hanya satu pintaku. Yaitu jangan pernah mengusik ku yang ingin kedamaian.''
''Itulah yang sedang aku lakukan, kau yang pantas menjadi seorang Permaisuri ... YangMulia, izinkan hamba keluar dari Istana untuk menemui cinta pertama hamba Yangmulia.''
Semua orang terkejut, sedangkan Kaisar Feng hanya diam menatap Permaisuri SuLien.
''Baiklah jika itu mau mu! Aku akan memberikan mu dekrit penurunan tahta, dan kau bisa keluar dari istana besok pagi.''
''Terima kasih, YangMulia. Terima kasih YangMulia.''
FuWei hanya diam melihat Permaisuri SuLien dan Kaisar Feng secara bersamaan.
'Astaga Dewa! Ada masalah apa lagi ini.'
Permaisuri SuLien berdiri di bantu oleh dayang nya, ia menghapus airmata yang mengalir di pipinya lalu tersenyum.
''Cepat bereskan semua barangku dan barang-barang mu.'' titah Permaisuri SuLien pada dayang nya penuh semangat.
''Permaisuri SuLien, apa sebenarnya rencana mu?'' Tanya FuWei tidak basa basi.
Permaisuri SuLien melihat FuWei dan tersenyum ... memegang kedua tangan FuWei dengan erat.
''Aku salah dan aku sudah merenungi kesalahanku, tidak seharusnya aku masuk kedalam istana yang sebenarnya bukan milikku. YangMulia Kaisar sangat mencintaimu dan kamu berhak unuk mendampingi YangMulia Kaisar, aku akan pergi dan kembali bersama cinta pertamaku.''
''Tapi kenapa mendadak?''
''Ini tidak mendadak, sudah lama aku renungi semenjak tinggal di istana dingin ... aku sadar akan suatu hal Selir Agung. Lebih baik di cintai di bandingkan mencintai orang yang tidak memiliki perasaan untuk kita.''
''Aku berharap kau bisa mendampingi YangMulia sampai maut memisahkan kita.''
Setelah mengatakan itu, Permaisuri SuLien pergi dengan senyuman hangat. Sedangkan FuWei masih merasa janggal dan curiga dengan sifat Permaisuri yang mendadak ingin pergi.''
'Apa yang dia rencakan sesungguhnya, tidak mungkin dia tiba-tiba baik.'
''Selir Agung.'' Dayang JungBee dan Pelayan HowaShe memanggil secara bersamaan.
''Cari tau apa yang ingin dia rencakan! Aku tidak percaya dengan perubahan dia yang mendadak seperti itu.''
''Baik YangMulia.'' Pelayan HowaShe menunduk dan pergi.
''Untuk sekarang tidak ada, kita lihat pergerakan apa yang akan dia lakukan. Ini benar-benar di luar dugaan.''
•
...•...
^^^•^^^
Kediaman Permaisuri.
Permaisuri SuLien dan sang Dayang tengah membereskan berang-barangnya, memasukan semua hanfu dan perhiasan kedalam kotak yang sudah tersedia.
''YangMulia, apa keputusan anda sudah bulat?'' Tanya sang Dayang.
''Tentu saja, lebih baik pergi dan mempertahankan kewarasan di bandingkan bertahan di banding tidak di anggap.''
''Tapi, apakah Tuan besar akan setuju?''
Permaisuri SuLien terdiam ketika mengingat Ayahnya.
''Biar aku yang menjelaskan padanya, aku yakin dia akan mengerti keputusan yang aku buat.''
''Permaisuri ... apapun keputusan YangMulia, hamba akan selalu di sisi YangMulia Permaisuri.''
Permaisuri SuLien tersenyum. ''Baiklah, bereskan barangmu dan tinggalkan aku.''
''Baik, Permaisuri.''
Sang Dayang meninggalkan Permaisuri SuLien sendirian, membuat suasana kamar menjadi hening ... Permaisuri SuLien melihat setiap penjuru kamarnya dan menghela nafasnya.
Entah apa yang dia pikirkan, namun ia melihat kamar ini sambil mengepalkam kedua tangannya.
'Aku memang akan pergi, namun aku akan kembali dan membawa perubahan.'
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...