Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"

Transmigrasi FuWei "Dari Gadis Biasa Menjadi Selir Kesayangan Kaisar"
Bab 38 : Selir FuWei cemburu.


Para pelayan menyajikan makanan di meja, bahkan satu persatu tamu yang di undang pun datang.


FuWei duduk di sebelah kiri Kaisar Feng dengan nyaman, namun kenyamanan itu hilang seketika melihat Putri Mingyu duduk di sebelah kiri suaminya.


''Feng'er, coba makanan ini.'' Putri Mingyu menaruh lauk di atas piring Kaisar Feng.


'Dia! Astaga ... ku telan juga dia hidup-hidup.' Kesal FuWei dalam hati.


''Selir Agung ... kau juga harus mencobanya, ini sangat enak.''


''Ahh ... he he he, Baiklah. Terima kasih atas jamuannya.''


Putri Mingyu tersenyum sambil menopang dagunya melihat FuWei. ''Kau tau Selir Agung, aku tidak menyangka jika Feng'er memiliki wanita kesayangan. Dulu aku sangat khawatir jika Feng'er menyukaiku.''


UHUK.


FuWei tersedak minumannya.


''Kau baik-baik saja sayang?''


''Ah, aku baik-baik saja.'' FuWei merasa kikuk, namun dalam hati dia mendumel kesal.


Kaisar Feng melirik Putri Mingyu dan menjitaknya. ''Mengapa kau mengkhawatirkan aku menyukaimu, itu tidak mungkin dan tidak akan pernah.''


''Kenapa tidak mungkin? Dulu kau pernah memintaku untuk menjadi Permaisuri mu.'' Celetuk Putri Mingyu.


FuWei melotot dan menoleh ke arah Putri Mingyu dan suaminya, yang mana Kaisar Feng langsung mengedipkan kedua matanya beberapa kali karna takut melihat tatapan perang dari selirnya.


''Ouh .. jangan salah faham Selir Agung. Permintaan itu ketika kita masih kecil.''


''Ah ... he he he, baiklah.'' 'Kau sangat menyebalkan!'


Kaisar langsung meminum teh yang ada di meja.


''Putriku ... kemarilah, jangan mengganggu mereka yang akan menyantap makanan.''


Putri Mingyu berdiri dan menghampiri sang ayah, duduk di dekatnya dan menyantap makanan.


Sedangkan Kaisar Feng tengah asik meminum teh nya, namun tiba-tiba ia merasakan hawa dingin menusuk sampai ke tulangnya.


''Aishh ... kenapa tiba-tiba dingin.'' Kaisar mengeratkan jubahnya, padahal hawa dingin itu berasal dari tatapn FuWei yang ingin menelan Kaisar Feng bulat-bulat.


''Sayang, kau tidak merasa kedinginan?'' Tanya Kaisar Feng, yang mana FuWei langsung tersenyum lebar namun terlihat menyeramkan.


''Ke-Kenapa kau menatapku seperti itu?'' Kaisar Feng tiba-tiba gugup.


''Apanya? memangnya aku harus menatapmu seperti apa?''


''Kau tersenyum tapi kenapa senyuman itu sangat menyeramkan? Apa makanan mu tidak enak?''


''Yaa ... karna aku terlalu senang melihat ke akraban antara dirimu dan sahabat kecil mu. Apa lagi saat aku mendengar kau memintanya menjadi Permaisuri ketika kau masih anak-anak!'' Ucapnya dengan nada menekan, namun pelan.


''Terlebih saat bertemu dengannya kau memeluknya di depanku! Bagaimana persahabatan mu sejak kecil terjalin, apa kau selalu menggodanya sedari kecil?''


''Hei ... sayang, itu hanya masa masa kecil yang tiada artinya ... Kau jangan cemburu.''


FuWei melotot dan tertawa. ''Ha ha ha ... siapa yang cemburu, Aku? Heh, itu tidak akan mungkin!'' FuWei mendelik tidak suka dan menyuapkan makanan kedalam mulutnya hingga penuh, namun Kaisar yang melihat itu semakin gemas terhadap istrinya.


''Feng'er ... jika sudah selesai, bolehkah kita berkuda seperti dulu? Aku merindukan masa-masa itu.''


FuWei yang mendengarnya langsung mengeluarkan asap dari kedua telinganya, sampai sampai sumpit yang dia pegang patah.


Kaisar yang melihat itu langsung menggelengkan kepalanya karna takut. 'Gawat! Ini tidak akan baik untuk kesejahteraan Junior! Lebih baik untuk menjauh dari Mingyu dari pada aku harus tidur di luar.'


•


...🌷🌷🌷...


...LIKE.KOMEN.VOTE...