
''Makanlah yang banyak.'' Kaisar Feng JianYu memberikan beberapa lauk di atas piring FuWei.
''YangMulia ... aku tidak bisa memakan ini semua.''
''Baiklah, biar aku suapi.''
Mereka berdua terlihat harmonis penuh kasih sayang, membuat beberapa pelayan wanita merasa iri melihat jika Kaisar bisa selembut itu pada wanita. Berbeda dengan perlakuannya pada Permaisuri yang dingin bahkan tidak ingin memandangnya sama sekali.
Huueekk ...
''Sayang ... apa kau baik-baik saja?'' Kaisar Feng JianYu terkejut melihat FuWei yang muntah.
''Makanan ini tidak enak, huueeekkk.'' FuWei memuntahkan makanan yang ada di dalam mulutnya.
Kaisar Feng JianYu mengerutkan keningnya, ''Bukankah ini pangsit kesukaan mu?''
''Tapi aku tidak menyukainya sekarang, itu terasa aneh di mulutku!''
''Perlu aku panggilan tabib?''
FuWei menggelengkan kepalanya, ''Tidak ... aku hanya ingin beristirahat di kediamanku YangMulia.''
''Baiklah, aku akan mengantarkan mu.'' Kaisar membantu selir kesayangannya untuk berdiri, ia merasa khawatir melihat selirnya yang tidak bergairah makan.
Tiba-tiba kasim Rui datang dan mengatakan jika ada keadaan darurat yang harus Kaisar hadiri, membuat Kaisar Feng JianYu dengan berat hati menyuruh para pelayan untuk mengantarkan selir kesayangannya pulang ke kediamannya dengan selamat.
Sebelum pergi ... Kaisar melihat punggung selirnya yang perlahan menghilang dari kediamannya, lalu melirik pada Kasim Rui dan berkata.
''Panggilkan tabib istana untuk memeriksa selir ku, aku tidak ingin kesayanganku merasakan sakit.''
Kasim Rui mengangguk. ''Baik YangMulia.''
•
•
•
•
•
Sementara di sisi lain ...
IbuSuri berjalan dengan cepat dari kediamannya untuk menemui Permaisuri ... ingin sekali dia meluapkan emosinya dan bertanya bagaiman bisa dia melewatkan kesempatan untuk merebut hati Kaisar.
Tapi di tengah perjalanan IbuSuri berpapasan dengan FuWei yang akan kembali ke kediamannya, lalu FuWei tersenyum melihat raut wajah IbuSuri yang tidak enak di pandang.
'Well ... kenapa hari ini begitu membahagiakan untukku.'
''Salam IbuSuri.'' FuWei membungkukkan kepalanya.
IbuSuri menggertakkan giginya, '' Kenapa anda di sini, Selir?''
FuWei tersenyum, ''Apa lagi alasanku di sini IbuSuri, yaitu menemui Kaisar dan memberi salam untuk pertama kali terhadap Permaisuri.''
''Apa kau sudah bertemu dengan Permaisuri? Jangan mengganggunya, karna mungkin Permaisuri masih lelah karna sudah melakukan ritual suci bersama Kaisar tadi malam.''
Sudut bibir FuWei berkedut menahan tawanya.
''IbuSuri ... aku dengar jika YangMulia Kaisar tidak menyentuhnya sama sekali di malam pertama mereka.''
Ucapan FuWei membuat raut wajah IbuSuri semakin menggelap.
FuWei menghela nafas dengan dalam dan tersenyum, ''IbuSuri, apa kau tau jika tidak ada Permaisuri satu pun yang mengalami itu di malam pertama. Aku turut prihatin karna Kaisar tidur bersamaku tadi malam.''
IbuSuri mengepalkan kedua tanganya di dalam hanfu. ''Jaga mulutmu! Kau bisa di hukum karna menghina Permaisuri.''
FuWei tertawa.
''Saya masih penasaran akan sesuatu.'' Ucap FuWei melihat ke arah danau, lalu melihat ke arah IbuSuri. ''Saya dengar bahwa saat Kaisar terdahulu meninggal, dan sudah di gantikan oleh Kaisar sekarang ... Maka IbuSuri harus mencukur kepalanya dan diam di kuil selama sisa hidupnya.''
''Tapi, bagaimana anda bisa mengatur istana dalam di saat sudah ada yang menduduki kursi Permaisuri.'' Lanjut FuWei, yang membuat wajah IbuSuri semakin menggelap.
''Apa selir seperti mu berharap aku akan meninggalkan istana Kekaisaran?''
FuWei terkekeh dengan anggun sambil menutup sedikit mulutnya dengan kipas. ''Tentu saja tidak IbuSuri, hanya saja ... saya mendengar bahwa anda sangat memperhatikan etika dan moral. Tapi apa gunanya jika yang membuat etika saja melanggar itu semua.''
IbuSuri menggertakkan giginya, lalu melayangkan tanganya di udara ingin menampar FuWei ... tapi FuWei menahannya lalu tersenyum namun dengan wajah meremeh.
''Anda seharusnya menjadi contoh yang baik, untuk generasi selanjutnya IbuSuri.'' Ucap FuWei, lalu membungkuk dan pergi meninggalkan IbuSuri yang tidak bisa berkata kata.
''Jalxang sialan! Beraninya dia menghinaku.''
•
...🌷🌷🌷...
...LIKE.KOMEN.VOTE...