
Resepsionis itu pergi menghampiri rekannya kemudian rekannya berjalan menuju Faisal.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya sang resepsionis yang ternyata seorang warga Indonesia karena ia mengenakan hijab.
"Dari Indonesia?" tanya Faisal.
Wanita itu tersenyum"wah kamu juga dari Indonesia?" ucap wanita itu terkejut.
"Iya aku juga dari Indonesia" jawab Faisal.
"Jadi apa yang ingin kalian cari?" tanya wanita itu.
"Oh iya nama ku Nadia, sudah lama aku tak berbicara menggunakan bahasa Indonesia lega rasanya" ucap Nadia penuh semangat.
"Aku Faisal dan temanku bernama Nicho" ucap Faisal.
"Salam kenal ya" ucap Nadia sembari menjabat tangan Faisal kemudian tangan Nicho.
Nicho hanya diam saja karena dia malu.
"Boleh lihat laptop yang bagus dan memiliki desain yang moderen dan juga performanya gahar" ucap Faisal.
"Ohw kalian sedang mencari macbook, sini biar ku ajak melihat-lihat siapa tau cocok" ucap Nadia sembari berjalan.
"Kau mencari macbook untuk di gunakan bekerja?" tanya Nadia.
"Tidak aku masih SMA" jawab Faisal.
Langkah Nadia terhenti kemudian ia menatap Faisal yang sangat tinggi ia memperhatikan Faisal dari bawah kaki hingga rambut.
"Kau yakin umurmu masih belasan?" tanya Nadia.
"Aku masih 16 tahun" jawab Faisal.
"Sulit di percaya tapi tidak apa-apa, berapa bujet yang kau miliki aku akan mencarikan yang cocok dan bagus" tanya Nadia sembari terus berjalan.
"Macbook termahal harga nya berapa?" tanya Faisal.
"Ada macbook pro 14 yang menurutku memiliki spesifikasi yang sangat bagus namun harganya cukup mahal, satu unit seharga 2499 dolar atau sekitar 37 juta" ucap Nadia sembari menunukan macbook yang ia maksud.
"Bagaimana menurutmu Nicho?" tanya Faisal.
"Ini bagus dan juga kelihatan sangat keren, dari spesifikasi laptop ini sangatlah bagus dan cocok untuk kita tetapi harganya terlalu mahal" jawab Nicho sembari membaca buku.
"Aku ambil dua satu putih dan satu hitam" ucap Faisal sembari mengeluarkan kartu ATM.
Nadia tiba-tiba terdiam seakan terkejut.
"Apa kau bercanda?" tanya Nadia terlihat bingung.
"Tidak dan aku juga mau pesan iPhone 14 pro max, aku sering melihat orang-orang menyombongkan jadi aku sedikit penasaran" ucap Faisal.
Nicho diam termenung dengan mulut terbuka lebar seakan tak percaya melihat apa yang terjadi.
"Ia menghabiskan hampir 100 juta hanya dalam hitungan detik saja dan ia tak memikirkannya sama sekali" gumam Nicho terkejut.
"Kenapa kau diam saja apa harus menggunakan uang cash?" tanya Faisal sembari mengambil uang di tas selempangnya.
Ia mengeluarkan satu gepok uang dolar yang berjumlah 100 ribu dolar.
...****************...
Beberapa saat kemudian di meja kasir.
"Ini bill nya dan terimakasih telah belanja di toko kami" ucap Nadia sembari memberikan bill kepada Faisal.
"Kau tinggal di mana?" tanya Faisal.
"Aku tinggal di apartemen yang cukup murah di Manhattan aku bersekolah di UNY" jawab Nadia sembari mengemasi belanjaan Faisal.
"Ku pikir kau tinggal di sekitar sini, berapa jauh jarak rumah mu ke sini?" tanya Faisal.
"Aku perlu naik taksi sekitar 30 menit" jawab Nadia.
"Wow itu sangat jauh, apa kau melakukan ini setiap hari?" tanya Nicho terkejut dengan pernyataan Nadia.
"Ya aku lakukan setiap hari kecuali sabtu dan minggu" jawab Nadia.
"Apa kau bisa merekomendasikan tempat tinggal yang bagus?" tanya Faisal.
"Di tempat ku masih ada apartemen yang kosong, jika kalian tertarik aku akan mengantar kalian ke sana dan bertemu dengan pemilik" jawab Nadia.
"Apa boleh sekarang?" tanya Faisal.
"Maaf kurang sopan tapi, berapa gaji mu?" tanya Faisal sembari mengambil barangnya.
"Aku mendapatkan 1000 dolar setiap bulannya" jawab Nadia.
"Wah itu sangat banyak" ucap Nicho terkejut.
"Ya memang itu cukup besar aku bersyukur kepada Tuhan karena telah memberikan pekerjaan yang sangat baik" ucap Nadia.
"Ku berikan 1500 perbulan jika kau mau keluar dari pekerjaan ini" ucap Faisal.
Nadia sedikit tertawa"jangan bercanda" ucapnya sembari menutup mulut.
"Jadilah guru bahasa inggris untuk Nicho dan aku akan membayar mu 1500 dolar perbulan" ucap Faisal.
"Apa kau serius?" tanya Nadia.
"Tentu saja aku serius, jadilah pemandu kami di kota ini kami masih sedikit asing di sini jadi kami memerlukan seorang pemandu" ucap Faisal.
"Tetapi" ucap Nadia dengan ragu.
"Ku berikan 2000 dolar" ucap Faisal sembari menaruh 2000 dolar di hadapan Nadia.
"Aku mau tetapi" ucap Nadia dengan ragu sembari menodong uang tersebut ke arah Faisal.
"Aku takut kalian memiliki niat buruk terhadapku, kita baru saja bertemu dan kalian sudah sebaik ini" ucap Nadia.
"Aku lebih takut lagi kau masih berada di sini, sepertinya atasanmu memiliki nafsu yang tinggi terhadapmu" ucap Faisal sembari menatap seorang pria gendut yang terus memperhatikan tubuh Nadia dari kejauhan.
Sontak tubuh Nadia gemetar ketakutan sembari perlahan menatap ke arah pria gendut yang tak lain adalah atasannya.
"Baiklah aku terima, tetapi tolong temani aku berbicara kepada atasan ku" ucap Nadia sembari mengambil uang itu.
...****************...
Di kantor atasan Nadia.
Terlihat Nadia tengah duduk di hadapan atasannya.
"Jadi kau ingin keluar?" tanya atasan Nadia sembari mematikan rokok di atas asbak.
"Benar" jawab Nadia sembari menunduk dengan tubuh gemetar.
Atasan Nadia mulai berjalan perlahan ke arah Nadia lalu ia memegang pundak Nadia.
"Akan ku naikan gajimu 200 dolar jika kau mau bertahan" ucap atasan Nadia sembari mengendus kepala Nadia.
"Black..!" pintu kantor yang di buka.
"Ayo Nadia aku telah menyelesaikan masalah mu" ucap Faisal sembari masuk ke dalam kantor sembari membawa sebuah kertas.
"Hei siapa kamu..!" teriak atasan Nadia dengan keras sembari berjalan ke arah Faisal.
Faisal mendorong atasan Nadia hingga terpental ke sudut ruangan.
"Ee... siapa kau..!" teriak atasan Nadia sembari memegangi pundaknya dengan kesakitan.
"Ada belasan kasus pemerkosaan terhadap pegawai di toko ini, aku telah melaporkan semuanya ke polisi dan akan datang, sudah ada bukti cctv dan juga saksi mata" ucap Faisal sembari berjalan ke arah Nadia yang terkejut seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Jangan khawatir" ucap Faisal sembari mengelus kepala Nadia dengan lembut membuatnya tegang namun ia mulai sedikit tenang.
Wajah Nadia memerah.
"Hei beraninya kau menyentuh Nadia, kau pikir kau siapa!" teriak atasan Nadia sembari berdiri.
"Aku adalah pancarnya" ucap Faisal sembari menggenggam tangan Nadia kemudian mengajaknya keluar.
Nadia hanya teriak dengan wajah memerah karena malu.
"Hei berhenti, beraninya kau membawa pegawai ku pergi" teriak atasan Nadia sembari berjalan mengikuti Faisal dan Nadia menuju luar.
...****************...
Bersambung...
Nama: Nadia Nurul hidayah
umur: 21 tahun