
Faisal dan Nadia berbaring kurang lebih selama 3 jam menatap indahnya malam sembari bercerita.
"Faisal aku sebenarnya menyukaimu" ucap Nadia dengan malu.
Sembari menatap bukan Faisal menjawab"aku mengetahuinya"
"Lantas apa perasaanmu terhadapku?" tanya Nadia.
Faisal terdiam.
"Jadi bagaimana perasaanmu terhadapku?" sekali-lagi Nadia bertanya.
"Ada sebuah dunia yang aku sendiri tak mengetahui namanya, aku sempat tinggal di sana dengan identitas yang berbeda pangeran Alexander" ucap Faisal.
Nadia terdiam.
"Alexander adalah anak dari putri kerajaan Kroas yang merupakan kerajaan yang kuat karena di pimpin oleh seorang kesatria hebat yang bernama raja Bravogar, raja itu adalah orang yang baik namun ia terlalu terobsesi dengan pertarungan hingga menelantarkan keluarganya"
...****************...
Beberapa saat kemudian.
"Lalu apa kelanjutan dari kisah itu?" tanya Nadia.
"Sudah larut malam mari kita pulang ke Indonesia, keluargamu sudah menunggu" ucap Faisal sembari berdiri.
"Kenapa kau selalu diam ketika aku bertanya?" tanya Nadia sembari bangun dengan kesal.
"Dunia ini bebas Nadia, kau bebas bertanya kepadaku dan aku bebas untuk tidak menjawabnya" jawab Faisal sembari tersenyum.
"Tapi kau membuatku penasaran" ucap Nadia dengan manja.
"Cobalah untuk mengurangi pertanyaan dan perbanyak mengamati, terkadang jawaban yang kau dapat dari pengamatan lebih berarti dari pada kau bertanya kepada orang" ucap Faisal sembari membuka portal menuju kediaman keluarga Handoko.
Nadia terdiam kemudian berjalan memegang tangan Faisal.
Terlihat tak ada lagi keraguan di dalam diri Nadia terhadap Faisal ia yakin untuk masuk ke dalam portal tanpa rasa takut.
Seketika mereka berpindah tepat di halaman keluarga Handoko saat masuk ke dalam portal tersebut.
Nadia menoleh ke setiap sudut halaman ia terkejut melihat kunang-kunang yang berterbangan di sekitar tanaman, bunga yang begitu banyak menghiasi halaman dengan penuh.
"Ini rumah keluargamu?" tanya Nadia.
Faisal mengangguk sembari berjalan tangan mereka tak berpisah hingga membuat para penjaga terkejut dengan hal tersebut.
Pintu di buka sebelum Faisal tiba.
"Anak nakal, kalian sudah berani berpegangan tangan di sini" ucap ibu.
Seketika Nadia menarik tangannya dengan wajah memerah.
Tiba-tiba Faisal merangkul Nadia dan merapatkan tubuh mereka sembari meledek ibunya ia mencium kening Nadia.
...****************...
Beberapa saat kemudian.
Di ruang tamu terlihat ibu, ayah, Adrianto, kakek, serta nenek tengah duduk di atas sofa sedangkan Nadia dan Faisal duduk di bawah.
Suasana sangatlah tegang semua orang menatap Faisal dengan tajam.
Nadia menarik baju Faisal sembari berbisik"aku takut"
"Kalian mau apa?" tanya Faisal sembari mengambil rokok di saku bajunya.
"Kapan kalian akan menikah?" tanya nenek dengan lembut.
Faisal berdiri.
"Saat kita pergi dari bumi" ucap Faisal sembari menyalakan rokok.
"Kau ingin kemana?" tanya ayah dengan tegas.
"Anak buahku menunggu" jawab Faisal sembari berjalan ke arah pintu utama.
Ayah berdiri dan menyusul.
Terlihat Deviatan, Leviathan, Cyrus, serta Goku tengah berlutut sembari membawa Lucifer dan yang lainya.
"Salam yang mulia" ucap Deviatan.
Faisal keluar dari rumah kemudian berdiri di hadapan Deviatan.
Seketika muncul sebuah kursi yang terbentuk dari ratusan tengkorak, Faisal duduk di sana sembari menghisap rokok.
Serentak wujud Deviatan dan yang lainya berbuah menjadi iblis kembali fenomena ini membuat seluruh orang di kediaman Handoko pingsan termasuk kakek Sen.
"Bawa mereka ke dalam" ucap Faisal.
...****************...
...****************...
Beberapa saat kemudian di ruang bawah tanah keluarga Handoko, ruangan yang di bangun khusus untuk interogasi terdapat banyak peralatan penyiksaan di sana.
Lucifer duduk di sebuah kursi yang di lengkapi dengan rantai tangan dan juga rantai kaki ia tak sadarkan diri, Faisal duduk di depannya sembari memakan apel terdapat pula Deviatan di sampingnya.
"Yang mulia informasi apa yang anda inginkan dari iblis kecil ini?" tanya Deviatan.
"Aku ingin bertanya alsan dirinya yang merupakan seorang pengurus neraka bisa naik ke atas bumi dan hidup sangat lama di sini" jawab Faisal.
"Masuk akal neraka telah di bangun dengan sangat baik dan hanya dapat berjalan jikalau semua komponen lengkap, sama seperti sebuah mesin jikalau satu komponen hilang maka mesin akan rusak atau tak berjalan" ucap Deviatan.
"Deviatan ceritakan seluruh kisah hidupmu hingga kau bertekad untuk mengaburkan surga di duniamu" ucap Faisal.
Deviatan terdiam ia kelihatan marah.
"Aku hidup di dunia yang begitu kejam, suku iblis naga merupakan kekuatan paling kuat di dunia itu bahkan hampir menyamai kekuatan para dewa di surga. Aku terlahir sebagai putra sulung dari ketua suku iblis naga, ayah ku bernama Deornago ia merupakan seorang yang paling di takuti di alam manusia dan juga alam bawah" ucap Deviatan.
"Suku kami bukanlah suku yang suka menindas atau mengganggu suku lain kami hidup di tempat pengasingan jauh dari dunia manusia atau iblis lainya. Aku memiliki 3 orang adik perempuan suatu hari ayahku berulang tahun dan kami mengundang seluruh pemimpin di tiga alam untuk datang ke kediaman kami" ucap Deviatan.
...****************...
Di sebuah istana yang begitu besar dan megah terlihat ribuan orang dengan kekuatan besar tengah berkumpul sembari saling berbincang.
Seluruh hadiri terdiam saat sesosok pria tampan dengan pakaian serba emas memasuki ruangan di temani oleh ratusan prajurit berzirah emas pula dengan helem berbentuk kepala naga.
Melihat hal tersebut seluruh hadiri bersujud.
"Kaisar surgawi dewa dari para dewa datang..!"
Dengan anggun kaisar dewa berjalan menuju kepala suku iblis naga yaitu Deornago.
Deornago turun dari singgasananya kemudian berjalan untuk menyapa kaisar dewa.
Semua orang masih bersujud.
Terlihat di balik tirai belakang singgasana Deviatan yang masih muda tengah bersembunyi menatap kaisar dewa.
"Selamat datang yang mulia kaisar dewa" ucap Deornago sembari menggenggam tangan kaisar dewa.
Seluruh keluarga Deornago berjalan menghampiri termasuk Deviatan.
"Yang mulia mereka adalah keluargaku" ucap Deornago dengan sopan penuh hormat.
Kaisar dewa hanya diam dengan wajah cemberut menatap keluarga Deviatan.
Tiba-tiba seluruh hadiri berdiri dan mengeluarkan senjata mereka.
Deornago melirik sekitar ekspresinya berubah"Apa maksud dari semua ini" ucapnya dengan serius.
Kaisar dewa tersenyum kemudian ia berjalan ke atas singgasana.
"Kau adalah mahkluk yang baik meskipun dirimu adalah seorang iblis" ucap kaisar dewa sembari berjalan menaiki tangga.
Deornago menatap tajam kaisar dewa sembari membelakangi keluarganya.
"Deviatan kau adalah putriku, kau harus hidup dan balaskan dendam ini" ucap Deornago.
"Tapi mau bagaimana lagi iblis adalah iblis sampai kapanpun kalian akan selalu menjadi benalu di dunia ku" ucap kaisar dewa.
"Kau memiliki kekuatan yang hampir menyamai kekaisaran dewa oleh sebab itu sukumu harus musnah" ucap kaisar dewa.
...****************...
Bersambung....