Teleport System

Teleport System
Episode 52 berangkat


"Bella aku minta maaf" ucap Salsa sembari memeluk Bella secara tiba-tiba.


"Jangan khawatir kau tak bersalah" jawab Bella sembari mengelus rambut Salsa.


"Aku tak ingin kembali namun aku terpaksa, aku akan datang lagi ku harap kau tetap menerima ku" ucap Salsa.


"Tentu aku akan selalu menerima mu, aku pun tak ingin kau pergi terlalu cepat namun aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku akan menemui mu di rumah mu suatu saat nanti aku berjanji" ucap Bella.


Faisal diam sembari memperhatikan mereka"sungguh perpisahan yang terlalu berlebihan dan juga alay" gumam Faisal.


"Bush.. bush.." suara angin yang berhembus dari kepakan sayap beast terbang yang akan mendarat.


"Dia cukup besar" gumam Faisal sembari memperhatikan burung tersebut.


Beberapa saat kemudian setalah burung mendarat.


Terlihat seorang pria tampan turun dari atas kemudian berjalan mendekati Salsa dan Bella. pria itu mengenakan baju yang terlihat mewah wajahnya sangat tampan dengan kulit berwarna putih bersih dan rambut pirang serta mata biru ia terlihat seperti pangeran di dunia fantasi.


"Kakak" ucap Salsa sembari berlari menghampiri pria itu kemudian ia memeluknya.


Terlihat dari kejauhan Harold dan muridnya berjalan menghampiri.


"Kak ku pikir kau tak akan kembali karena perang" ucap Salsa sembari menangis di dalam pelukan pria tersebut yang tak lain adalah kakaknya yang bernama Aden Graham.


Faisal berjalan ke samping Bella yang terlihat tidak nyaman.


"Siapa pria itu?" tanya Faisal.


"Dia adalah Aden Graham saudara laki-laki Salsa" jawab Bella menggenggam dengan keras.


Tiba-tiba Faisal memegang tangan kanan Bella dengan lembut"Pria itu terlihat seperti lancelot" gumam Faisal sembari memperhatikan Aden Graham.


"Aku telah menyelesaikan tugas yang di berikan ayah dan aku mendengar jika kau mendapatkan masalah di tempat kumuh ini jadi, aku akan menjemputmu" jawab Aden sembari menatap Bella lalu mengusap rambutnya yang panjang.


Seketika Bella memalingkan wajah ketika ia hampir melakukan kontak mata dengan Aden.


Aden menggeser tubuh adiknya lalu ia berjalan perlahan ke arah Faisal, ia menatap Faisal dengan marah.


Bella terlihat gemetar ketika Aden mendekat.


"Di mana tetua Brox?" tanya Aden pada Faisal.


"Lupakan dia dan bawa adik mu pergi" jawab Faisal dengan tegas.


"Hahahaha.." tawa Aden keras.


Salsa berjalan mendekati Aden lalu menarik tangannya"ayo kembali" ucap Salsa.


"Lepaskan aku" ucap Aden sembari mendorong Salsa membuatnya mundur.


Tiba-tiba Aden menatap tajam Faisal"Fire ball" ucap Aden sembari mengarahkan tangannya pada Faisal.


Seketika keluar percikan api yang berkumpul menjadi bola api yang cukup besar bola api itu melesat ke arah Faisal dengan cepat.


Faisal hanya tersenyum namun Bella terlihat takut.


"Dash..!" bola api itu pecah ketika menghantam ranting yang di lempar oleh Harold dari kejauhan.


Seketika Aden melihat ke arah Harold dengan terkejut"ia menahan fire ball dengan ranting kayu" gumam Aden.


Faisal memeluk Bella yang ketakutan"jangan khawatir aku ada di samping mu" ucap Faisal mengelus kepala Bella.


"Ayo kita kembali" ucap Aden seketika berbalik dan naik ke beast terbang.


Merekapun berangkat.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja?" tanya Harold setelah ia berlari.


"Mengapa kau menanyakan itu" ucap Faisal.


"Ayo Bella kita masuk, kalian lanjutkan saja latihannya jangan lupa kita akan pergi ke istana besok" ucap Faisal sembari menuntun Bella berjalan berlahan.


...****************...


Di dalam kereta beast terbang Aden.


Terlihat ia sangat kesal"bajingan itu menahan serangan sihir tingkat dua hanya dengan ranting pohon, dia berani menatap ku dengan tatapan hina aku harus membunuh mereka" gumam Aden yang terlihat sangat kesal hingga urat di kepalanya menonjol bahkan matanya memerah.


Salsa terlihat takut.


"Aku di kenal sebagai generasi penerus keluarga Graham dan aku di sebut sebagai jenius yang tak tertandingi karena dapat naik ke ranah Warrior puncak di umur dua puluhan. Bahkan aku di sebut sebagai penyihir kelas atas yang memiliki masa depan sangat cerah tak mungkin serangan ku di tahan dengan ranting sial, sial, sial" gumam Aden yang semakin kesal.


...****************...


Di kamar Bella.


Terlihat Faisal tengah membantu Bella menyiapkan barangnya untuk keberangkatan besok.


"Bella maaf karena kita harus berangkat buru-buru, kau pasti bosan ketika di perjalanan" ucap Faisal sembari memasukan buku-buku ke dalam kotak.


"Tidak aku tak masalah dengan perjalanan ini ku pikir akan menyenangkan karena aku bersama mu" jawab Bella sembari memasukan pakaian ke dalam koper.


"Kita akan melewati berapa kota untuk tiba ke istana?" tanya Faisal.


"Kerajaan kita bukan kerajaan yang besar kita hanya perlu melewati dua kota yaitu kota Ham dan juga hom" jawab Bella.


{Ngasih nama kota ngasal soalnya gak berpengaruh ke jalan cerita.}


"Kau pernah ke sana Bella?" tanya Faisal.


"Aku pernah saat akan ke sini aku sempat mampir untuk beristirahat di sana" jawab Bella.


"Seperti apa kota di sana?" tanya Faisal.


"Kota Ham adalah kota yang besar di kerajaan kita namun jika di banding kerajaan yang lain kota Ham itu kecil. Di sana banyak sekali gaun dan baju yang bagus serta perhiasan yang bermacam-macam. Di sana juga banyak hiburan seperti drama serta nyanyian yang tersebar di kota" jawab Bella.


"Wah menyenangkan bagaimana dengan kota HOM?" tanya Faisal.


"Kota HOM merupakan tempat yang memiliki banyak peninggalan zaman sebelum kerajaan kita di bangun, di sana banyak sekali tempat-tempat suci yang dan juga bangunan yang indah" jawab Bella.


"Wah terdengar sangat indah kota itu karena memiliki banyak tempat wisata" ucap Faisal.


Faisal berdiri lalu berjalan ke arah Bella.


"Bella jangan takut aku akan selalu menjaga mu" ucap Faisal.


...****************...


Singkat cerita keesokan harinya.


Di lagi hari yang cerah terlihat beberapa prajurit tengah menaikan barang-barang bawaan untuk keberangkatan Faisal dan yang lainya menunju ibu kota kerajaan.


Bella tengah sibuk dengan beberapa pelayan wanita sedangkan Faisal tengah berkumpul bersama beberapa orang penting di kota.


"Aku akan melakukan perjalanan yang jauh dan kemungkinan besar aku akan kembali dalam waktu satu bulan bahkan lebih" ucap Faisal.


"Tuan apa yang harus kami lakukan selama anda pergi?" tanya Ralph.


"Untuk empat suku kalian tetap melakukan pembangunan dan untuk diri mu Ralph aku tugaskan mengganti tugas ku memimpin kota ini selama aku pergi, aku percaya dengan kemampuan dan juga kebijaksanaan mu" jawab Faisal.


"Dan kau hubungi aku menggunakan kertas pesan tidak perlu mengirim surat karena terlalu lama, aku telah menyiapkan selusin untuk mu ku harap jangan menggunakannya secara sia-sia" ucap Faisal.


"Untuk yang lainya kalian bekerja sesuai dengan jadwal dan juga pekerjaan kalian, latihan tentara akan di pimpin oleh Akin dan juga Floki yang akan mengontrol sesekali, pembangunan harus tetap berjalan dan juga produksi tanaman obat serta tambang tetap berjalan sekian yang ingin ku sampaikan" ucap Faisal.


Mereka pun berangkat.


...****************...


Bersambung...