
"Kirim surat ini kepada raja kerajaan Esia, dan juga kirim enam kepala jendral mereka ini" ucap Faisal sembari memberikan sebuah kota yang berisi kepala musuh yang ia bunuh malam tadi.
"Tuan apa anda yakin dengan keputusan ini?" tanya Cedric dengan ragu.
"Benar yang mulia, bahkan kita hampir tak dapat menahan serangan dari mereke tadi malam, untuk apa kita memprovokasi mereka dengan sangat berani seperti ini?" ucap Danieal menambahkan ucapan Cedric.
Faisal terdiam.
"Apa aku salah mengatakan ini?" gumam Cedric sembari menunduk.
Faisal menatap Cedric dengan tatapan lembut penuh kesih"aku tau kalian merasa khawatir karena telah mengalami kejadian yang sangat buruk, yang harus kalian ingat mulai saat ini" ucap Faisal kemudian ia berdiri.
"Lebih baik mati daripada di ditindas oleh orang lain, lebih baik melawan daripada diam, lebih baik terluka daripada menjadi hina, lebih baik mati karena melawan daripada hidup di bawah belas kasihan seseorang. Jadikan ini moto hidup kalian" ucap Faisal dengan wajah serius dan suara yang memberikan semangat.
"Lakukan apa yang ku katakan, aku akan pergi menuju Harold di tempat para tawanan berada" ucap Faisal sembari berjalan menuju pintu gerbang.
...****************...
Di bagian Utara kota tepatnya di pangkalan militer kota salju yang telah rata dengan tanah karena hancur saat serangan terjadi.
Terlihat Harold tengah duduk di kursi sembari menulis di sebuah kertas, terlihat para tawanan duduk dengan berbaris di depan Harold.
Terlihat Faisal berjalan menghampiri mereka dengan kedua tangan di masukan ke dalam saku celana"Harold sedang mendata mereka" gumam Faisal.
Tiba-tiba Harold meletakkan pena dan juga kertas di meja kemudian ia berbalik" salam yang mulia" ucap Harold sembari menunduk di ikuti para tawan yang bersujud.
Faisal melambai" hai Harold bagaimana keadaan di sini?" tanya Faisal kemudian ia menepuk pundak Harold yang masih menunduk.
Harold berdiri" semuanya berjalan dengan lancar yang mulia, seperti yang anda perintahkan saya akan menaruh mereka di dalam tim pembangunan ulang kota agar lebih cepat" ucap Harold menjawab pertanyaan Faisal kemudian ia memberikan hasil kertas yang ia tulis sebelumnya.
Faisal menerima kertas tersebut lalu membacanya" hmm.. semuanya baik tak ada yang terluka, bunuh yang mengalami kecacatan atau luka yang dapat mengganggu pekerjaan" ucap Faisal sembari memberikan kertas tersebut kepada Harold.
Tiba-tiba Faisal mengeluarkan pedangnya dan menebas ke arah depan.
Terlihat para tawanan ketakutan hingga membuat mereka gemetar dan menangis tanpa suara.
Seketika terlihat beberapa orang terpenggal.
"Bekerjalah jika ingin pulang dengan selamat, hasil kerja kalian yang mentukan kalian pulang dengan anggota tubuh yang lengkap atau tidak" ucap Faisal sembari memasukan pedangnya kedalam sarung.
"Yang mulia..! yang mulia...!" teriak Cedric dari kejauhan yang tengah berlari dengan terburu-buru.
"Ada apa.?" tanya Faisal saat Cedric sampai.
"Ini.. ini.." ucap Cedric sembari memberikan sebuah surat kepada Faisal dengan nafas yang terputus-putus serta keringat yang bercucuran.
Faisal mengambil surat tersebut dengan kebingungan.
...****************...
Di ruang makan istana.
Terlihat Faisal tengah duduk sembari memegang kertas di tangan kanan dan ia mengelus kepalanya menggunakan tangan kiri.
"Sial, mengapa masalah ini bisa datang sangat cepat. Apa aku harus membunuhnya" ucap Faisal yang terlihat pusing dan kesal.
"Jangan yang mulia jika anda melakukannya maka kerajaan akan menimpakan hukuman mati kepada anda" jawab Cedric menenangkan Faisal.
"Surat ini telah di kirim sebulan lalu, dan mereka akan tiba tiga hari lagi,'apa meraka tidak mendengar mengenai kota yang terus di serang sial..!" ucap Faisal.
"System ini baru sebentar dan kau sudah memberikan aku heroin, aku tak menginginkannya" gumam Faisal sembari membaca tulisan di surat.
[Halo.. tunangan ku umur kita akan segera menginjak 17 tahun dan sesuai perjanjian yang di buat oleh ayah ku dan paman kita harus segera menikah. Aku akan tiba setengah bulan lagi aku tak ingin menikah dengan sampah seperti mu namun ini di landasi oleh kontrak yang telah di buat oleh raja dan jenderal, aku akan pergi terimakasih.]
...****************...
Saat malam hari di kamar Faisal.
"Sial sial sial sial sial" ucap Faisal terus menerus sembari berguling di ranjang.
"Apa yang harus ku lakukan, apa yang harus ku lakukan system" ucap Faisal.
[Terima takdir, tunangan anda memiliki wajah yang cantik dan body yang bagus karena termasuk dalam jejeran bangsawan paling menawan kerajaan Kroas. Anggap saja anda beruntung.]
"Bukan seperti itu yang ku maksud, kebanyakan di komik jika MC mendapatkan heroin dengan cepat maka ia akan menjadi beban dan menghambat MC untuk berkembang karena heroin berada di dalam bahaya" ucap Faisal yang tiba-tiba duduk.
[Ini adalah takdir system tak memiliki wewenang untuk mengubah atau membantu urus urusan anda sendiri.]
"Perang akan terjadi dengan waktu yang tidak menentu, pembangunan sedang di lakukan" gumam Faisal.
"Aku tak ingin wanita itu mengetahui jika diri ku telah berubah" ucap Faisal sembari berbaring.
...****************...
Sementara itu di halaman istana.
Terlihat Harold dan Danieal tengah duduk bersama di depan apia unggun.
"Bagiamana menurut mu mengenai tunangan yang mulia?" tanya Harold.
"Wanita itu terkenal cantik dan juga memiliki peribadi yang baik, namun aku hanya mengetahui mengenai hal ini" jawab Danieal yang tengah memanggang ayam.
"Apa kau melihatnya sendiri?" tanya Harold.
"Tidak, aku mendengar dari mulut orang di bar" jawab Danieal.
"Kau hanya mendengar rumor bukan fakta" ucap Harold.
"Tapi ia merupakan putri dari jendral ke 3 kerajaan Kroas yang memiliki kekuatan yang cukup kuat" ucap Danieal.
"Aku tidak mempedulikan latar belakangnya ataupun seperti apa dirinya, aku yakin hal ini membawa nasib buruk jika terjadi, aku harus melindungi yang mulia dari wanita karena dapat merusak tujuan utama yang mulia" ucap Harold.
"Mengapa begitu, bukanya bagus jika yang mulia mendapatkan pendamping hidup yang mulia akan bahagia dengan itu" ucap Danieal.
"Memang kau benar, namun jika pendamping itu datang di waktu yang salah maka akan merusak yang mulia, saat ini yang mulia berada di umur 16 tahun dan memiliki pikiran yang terkadang masih labil. Dan bocah di umur ini akan menjadi mahkluk menjijikkan dan juga sampah yang di sebutan bulol" ucap Harold.
"Bulol..? apa itu" tanya Danieal sembari menatap wajah Harold yang keliatan kesal.
"Bulol bucin tolol" jawab Harold sembari melempar sedikit saju ke dalam api.
"Aku percaya dengan yang mulia ia akan berhasil melewati jadi tak perlu khawatir" ucap Danieal kemudian ia memakan ayam yang ia bakar sebelumnya.
...****************...
Bersambung...